Waspadai Bakteri Pemakan Daging yang Bisa Mengancam Nyawa

Jika dalam waktu 24 jam setelah jari teriris pisau Anda merasa kesakitan parah dan demam, serta luka iris terasa sakit, segera pergi ke dokter. Bisa jadi Anda terkena infeksi yang disebabkan oleh bakteri pemakan daging.

Pernahkah Anda mendengar istilah “bakteri pemakan daging”? Bakteri yang satu ini dituding sebagai aktor utama di balik infeksi langka necrotizing fasciitis. Bakteri pemakan daging bekerja dengan melepaskan racun yang merusak jaringan di sekitarnya. Mereka menyerang dan membunuh kulit, lemak tepat di bawah kulit, dan fascia (jaringan tipis yang membungkus organ atau otot).

Waspadai Bakteri Pemakan Daging yang Bisa Mengancam Nyawa - alodokter

Infeksi necrotising fasciitis merupakan infeksi kulit akibat bakteri pemakan daging ini awalnya bisa dari cedera yang relatif kecil, seperti luka kena pisau, luka memar, luka terbakar, atau luka gigitan serangga. Tapi bukannya cepat sembuh, luka tersebut justru akan memburuk dengan sangat cepat. Jika tidak segera ditangani secepatnya, infeksi bakteri pemakan daging bisa menjadi fatal hingga membuat kita kehilangan organ tubuh dan bahkan kehilangan nyawa dalam waktu singkat.

Tanda-tanda awal bakteri pemakan daging beraksi

Infeksi necrotizing fasciitis bisa terjadi jika ada bakteri dalam tubuh atau kulit yang luka. Bakteri grup A Streptococcus dianggap sebagai penyebab paling umum infeksi mematikan ini. Selain itu, ada juga jenis bakteri lain yang dianggap bisa menimbulkan infeksi ini yaitu Aeromonas hydrophila, Staphylococcus aureus, Escherichia coli (E. coli), Bacteroides, Clostridium, dan Klebsiella.

Gejala infeksi akibat bakteri pemakan daging setidaknya bisa dikenali melalui tiga tahap yaitu tahap awal, tahap lanjutan, dan tahap kritis.

  • Gejala awal (biasanya terjadi dalam waktu 24 jam) meliputi demam, ada luka atau goresan yang terasa sakit berlebihan. Rasa sakit dirasakan tidak sesuai dan lebih parah dari bentuk atau ukuran luka.
  • Gejala lanjutan (biasanya terjadi dalam waktu 3 sampai 4 hari) meliputi muntah-muntah dan diare. Selain itu, daerah yang luka akan beruam, membengkak, dan muncul bercak gelap besar yang berubah menjadi lepuhan dan berisi cairan.
  • Gejala kritis (biasanya dalam waktu 4 sampai 5 hari) meliputi tekanan darah turun drastis, syok toksik dari racun yang dikeluarkan oleh bakteri, tubuh menjadi lemah, dan tidak sadar.

Tidak bisa dicegah

Tidak ada cara pasti untuk mencegah bakteri pemakan daging penyebab necrotizing fasciitis. Namun, risiko infeksi ini bisa dikurangi dengan menjaga kebersihan tubuh,contohnya dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan memperhatikan luka apa pun meskipun hanya luka kecil. Jika ada luka sekecil apa pun di tubuh, segera bersihkan dengan air yang mengalir, keringkan dengan handuk bersih, dan tutup dengan perban yang kering dan bersih hingga sembuh. Jangan lupa untuk selalu mengganti perban apabila kotor atau basah. Jangan menuda-nunda perawatan luka.

Jika Anda memiliki luka terbuka atau infeksi aktif, disarankan untuk tidak berendam di kolam renang, bak air panas, danau, sungai, dan laut, hingga infeksi sembuh. Dan, sekali lagi, jangan lupa untuk mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah merawat luka.

Infeksi bakteri pemakan daging bisa menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, semakin cepat dibawa ke rumah sakit dan pengobatan dimulai, semakin besar pula kemungkinan untuk pulih dari infeksi dan terhindar dari komplikasi serius.