Waspadai Hiperparatiroidisme, Kelainan pada Kelenjar Paratiroid

Dibanding laki-laki, wanita memiliki lebih berisiko mengalami kelainan kelenjar paratiroid, yaitu hiperparatiroidisme. Risiko ini semakin tinggi seiring penambahan usia, terutama pada usia 60 tahun ke atas.

Kelenjar paratiroid permukaannya halus, bentuknya seperti kacang. Kelenjar paratiroid, berada di belakang kelenjar tiroid. Warna dari kelenjar paratiroid yaitu coklat terang atau warna coklat lebih gelap. Jumlah kelenjar paratiroid ada empat. Tugas kelenjar ini yaitu membantu mengendalikan jumlah kalsium dalam darah. Jika tubuh mengalami kekurangan kalsium, kelenjar paratiroid akan memproduksi hormon paratiroid yang akan mengambil kalsium dari tulang.

kelenjar paratiroid - alodokter

Jenis-jenis Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme terjadi ketika kelenjar paratiroid terlalu aktif secara berlebihan. Bisa dialami salah satu ada beberapa dari empat kelenjar paratiroid.  Kondisi ini seringkali tidak menimbulkan gejala khusus. Meski muncul gejala, kadang hampir mirip dengan gejala pada kondisi kesehatan lain, seperti merasa lelah, lemah, tubuh terasa nyeri dan gangguan suasana hati.

Hiperparatiroidisme terbagi menjadi beberapa jenis tergantung kondisinya, yaitu:

  • Hiperparatiroidisme primer. Yaitu ketika penyakit bersumber langsung pada kelenjar paratiroid. Di sini berarti kelenjar paratiroid mengalami sesuatu yang bisa mengganggu fungsinya. Hiperparatiroidisme primer dapat mengakibatkan tubuh kelebihan kalsium (hiperkalsemia). Jika hal ini terjadi, ginjal akan bekerja lebih berat membuang kelebihan kalsium melalui urine, sehingga dapat terbentuk batu ginjal.
  • Hiperparatiroidisme sekunder. Penyebab penyakit berasal dari organ tubuh lain, terutama organ tubuh di sekitar kelenjar paratiroid, atau adanya suatu kelainan yang merupakan pemicunya. Misalnya, kekurangan vitamin D sehingga kelenjar paratiroid cenderung memproduksi hormon paratiroid lebih banyak.
  • Hiperparatiroidisme tersier. Sama seperti hiperparatiroidisme sekunder, penyebabnya juga dipengaruhi oleh organ tubuh lain, namun yang membedakannya, adalah hiperparatiroidisme tersier terjadi ketika kelenjar paratiroid terus memproduksi hormon paratiroid, meski pemicunya telah berhenti memberikan sinyal. Misalnya, karena penyakit ginjal.

Kemungkinan Penyebab

Hiperparatiroidisme biasanya disebabkan karena adanya gangguan pada kelenjar paratiroid yang umumnya tidak diketahui penyebabnya secara jelas, namun sebagian kecil kasus diduga berkaitan dengan faktor keturunan.

Penyebab hiperparatiroidisme primer yang paling utama adalah adanya tumor jenis adenoma yang dapat tumbuh di salah satu kelenjar paratiroid dan menyebabkannya bekerja terlalu aktif. Perlu diingat, adenoma ini termasuk tumor jinak, dan belum tentu kanker. Meski pada kondisi hiperparatiroidisme, kanker paratiroid tetap perlu diwaspadai.

Untuk memastikan apakah seseorang mengalami hiperparatiroidisme atau tidak, dapat dilakukan tes darah untuk mengukur kadar hormon dan tingkat kalsium.

Penanganan Hiperparatiroidisme

Jika terbukti menderita hiperparatiroidisme, maka penanganan dapat diberikan sesuai dengan jenisnya. Pada hiperparatiroidisme yang disebabkan oleh gangguan organ lain, maka akan diberikan pengobatan guna mengatasi penyebab yang mendasari. Untuk kasus tertentu, seperti penderita hiperparatiroidisme dengan usia muda yang memiliki nilai kalsium sangat tinggi, hiperparatiroidisme yang disertai dengan batu ginjal atau patah tulang akibat osteoporosis, hiperparatiroidisme primer akibat tumor adenoma paratiroid maupun kanker paratiroid, maka operasi pada kelenjar paratiroid (paratiroidektomi) mungkin perlu dilakukan.

Kita memang tidak bisa merasakan keberadaan kelenjar paratiroid. Namun, fungsi kelenjar ini sangat penting untuk kelangsungan berbagai proses di dalam tubuh yang sangat berkaitan dengan kesehatan. Jadi, sebaiknya jagalah kesehatan seluruh organ agar kesehatan tubuh tetap optimal.