Waspadai Penyakit Mata pada Penderita Diabetes

Jika mengidap diabetes, jumlah gula darah dalam tubuh sudah pasti jauh di ambang batas normal. Lama-kelamaan hal tersebut bisa memengaruhi mata hingga menyebabkan penyakit mata.

Penderita diabetes sangat disarankan untuk secara teratur mengunjungi dokter mata. Sebab kadar gula darah yang tinggi bisa menimbulkan berbagai penyakit mata seperti pandangan kabur, katarak, glaukoma, retinopati, hingga kebutaan.

Waspadai Penyakit Mata pada Penderita Diabetes - alodokter

Pandangan kabur

Apabila penglihatan Anda terasa kabur, itu bisa jadi karena ternyata Anda terkena diabetes. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan lensa mata membengkak hingga mengubah kemampuan kita untuk melihat. Untuk memperbaikinya, gula darah harus kembali ke kisaran yang dianjurkan oleh dokter. Misalnya, antara 70 mg/dL sampai 130 mg/dL sebelum makan, dan kurang dari 180 mg/dL selama satu atau dua jam sesudah makan. Segera pergi ke dokter apabila penglihatan Anda kabur, karena hal tersebut bisa menjadi gejala dari penyakit mata yang lebih serius.

Katarak

Diabetes juga bisa membuat penyakit mata seperti katarak muncul, tak peduli jika usia Anda masih muda. Jika sudah begitu, lensa mata pasti menjadi buram atau keruh dan penglihatan tampak kabur, keruh, serta lebih silau. Bagaimana diabetes bisa menyebabkan katarak? Diabetes membuat kadar gula dalam cairan dan lensa mata turut naik. Kadar gula yang tinggi membuat zat yang bernama sorbitol ikut naik dan menumpuk di lensa. Hal tersebut dapat memengaruhi sel dan protein alami hingga membuat lensa mata menjadi kurang jernih. Penyakit mata ini dapat ditangani dengan operasi, yaitu mengganti lensa mata yang rusak dengan lensa mata buatan.

Glaukoma

Penyakit mata selajutnya yang bisa muncul akibat komplikasi diabetes adalah glaukoma. Glaukoma terjadi ketika cairan di dalam mata tidak dapat disalurkan dengan baik dan menyebabkan penumpukan cairan. Hasilnya saraf dan pembuluh di mata bisa rusak karena tertekan cairan tersebut dan menyebabkan penglihatan berubah.

Selain itu, penderita diabetes juga lebih mungkin terserang neovascular glaukoma. Penyakit mata langka tersebut membuat pembuluh darah baru tumbuh di iris (bagian mata yang berwarna) hingga menyumbat aliran normal cairan dan meningkatkan tekanan di mata.

Retinopati

Untuk dapat melihat dengan baik, retina pada mata membutuhkan pasokan darah terus-menerus. Darah tersebut didapat dari pembuluh darah kecil di mata. Namun, kadar gula darah yang tinggi mampu merusak pembuluh darah tersebut dan menyebabkan perdarahan di mata hingga menyebabkan kebutaan jika terlambat didiagnosis dan diobati. Retinopati karena diabetes biasanya membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mencapai tahap yang mengancam penglihatan. Semakin lama Anda menderita diabetes, semakin besar kemungkinan Anda terserang penyakit mata ini.

So, kalau Anda menderita diabetes, jangan lupa untuk rajin memeriksakan mata Anda ke dokter mata. Panduannya sebagai berikut:

  • Orang dewasa penderita diabetes tipe 1 harus periksa mata lengkap setelah 5 tahun didiagnosis.
  • Orang dewasa penderita diabetes tipe 2 harus periksa mata lengkap segera setelah didiagnosis.
  • Wanita yang berencana hamil atau sedang hamil dan memiliki riwayat diabetes harus memeriksakan mata.
Dan apabila Anda sudah didiagnosis menderita diabetes, segera temui dokter jika penglihatan Anda mendadak buram, serasa ada “lubang”, serasa ada cahaya, ada bintik-bintik hitam. Sebab, penanganan cepat pada berbagai gejala tersebut bisa membuat penyakit disembuhkan lebih awal.