Waspadai Protein Urine Berlebih pada Anak dan Ibu Hamil

Protein adalah salah satu zat penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan tubuh. Namun, jika jumlah protein dalam air seni menjadi berlebih, protein urine tersebut justru wajib diwaspadai.

Sudah menjadi tugas ginjal untuk menyaring garam, cairan berlebih, dan berbagai limbah dalam tubuh kita. Setelah disaring, limbah-limbah tersebut akan dibuang keluar melalui perantara urine. Sedangkan zat-zat yang dibutuhkan akan tetap disimpan di dalam tubuh, contohnya protein.

Waspadai Protein Urine Berlebih pada Anak dan Ibu Hamil - alodokter

Protein dalam urine biasanya sangat sedikit jumlahnya. Ini karena sebagian protein terlalu besar untuk disaring melalui ginjal. Ginjal yang sehat tidak akan membiarkan banyak protein lolos filter atau saringan mereka. Tapi jika filter tersebut rusak, protein dari darah bisa masuk ke dalam urine. Akibatnya, jumlah protein urine pun berlebih. Kondisi ini bisa disebut sebagai proteinuria.

Anak

Proteinuria umum terjadi pada anak-anak. Jika dokter menemukan adanya protein urine pada anak, itu berarti ginjal buah hati Anda mungkin tidak bekerja sebagaimana mestinya. Bisa karena radang, bengkak, infeksi, atau bahan kimia. Meski tidak menyebabkan rasa sakit, proteinuria bisa membuat kaki, pergelangan kaki, dan kelopak mata buah hati menjadi bengkak. Selain itu, tekanan darah anak pun bisa naik.

Jika Si Kecil menderita proteinuria, kemungkinan dia tidak akan membutuhkan perawatan. Begitu pula jika ada sedikit protein dalam urinenya. Proteinuria bukanlah penyakit tertentu. Pengobatan pun tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Apabila protein urine pada anak disebabkan oleh infeksi, proteinuria akan hilang setelah infeksi diobati.

Terkadang, anak-anak juga bisa terkena proteinuria unik bernama ortostatik proteinuria. Proteinuria ini tidak dapat terdeteksi pada pagi hari, hanya di akhir hari karena protein berlebih akan ada di urine pada waktu beraktivitas dengan posisi berdiri atau banyak kegiatan di siang hari. Sedangkan posisi berbaring pada waktu tidur malam hari, ekskresi protein di urine pagi hari akan normal. Dan untungnya, penyakit protein urine yang satu ini biasanya tidak berbahaya.

Namun, jika protein urine membuat Si Kecil mengalami pembengkakan pada kaki dan kelopak mata, dokter kemungkinan akan merujuknya ke dokter spesialis ginjal (nephrologist) untuk dilakukan biopsi ginjal. Ketika dokter sudah mengetahui apa yang menyebabkan protein bisa ada dalam urine Si Kecil, proteinuria pun dapat disembuhkan dengan cepat dan tepat.

Ibu Hamil

Kelebihan protein urine pada ibu hamil bisa menjadi pertanda infeksi saluran kemih (ISK), kerusakan ginjal, atau gangguan tertentu lainnya. Protein urine juga bisa menjadi tanda preeklampsia, jika disertai tekanan darah tinggi. Proteinuria cenderung terjadi jika ibu hamil menderita tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, hamil usia tua, memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ginjal, berasal dari ras tertentu, mengonsumsi obat-obatan tertentu, menderita kelainan sistem imunitas, keracunan, atau trauma.

Ada baiknya jika kita sesekali memeriksakan kadar protein urine dalam tubuh. Jika jumlahnya tinggi, setidaknya bisa diketahui apa penyebabnya dan bagaimana penindaklanjutannya.