Waspadai Skleritis pada Sklera Anda

Sklera adalah bagian mata yang berwarna putih. Bagian ini tidak terbuka begitu saja melainkan dilapisi selaput lendir yang disebut konjungtiva. Konjungtiva inilah yang membantu menjadikan mata tetap basah.

Sklera memiliki tiga bagian, yaitu episklera (jaringan ikat longgar yang letaknya tepat di bawah konjungtiva), sklera (bagian putih pada mata), dan lamina fusca (terdiri atas serat elastis dan berada di bagian terdalam).

sklera - alodokter

Tiap lapisan pada sklera berisiko mengalami gangguan kesehatan berupa peradangan. Peradangan pada sklera disebut skleritis. Skleritis sendiri terbagi ke dalam dua kondisi. Pertama, skleritis posterior, yaitu peradangan sklera yang terletak di belakang bola mata. Kedua adalah sklera anterior, yaitu skleritis pada sklera di bagian depan bola mata.

Jenis-Jenis Skleritis Anterior

Lebih jauh lagi, skleritis anterior juga terbagi menjadi beberapa jenis. Anda dapat menyimak penjelasannya berikut ini.

Nodular

Ditandai dengan adanya pembengkakan yang disertai kemerahan pada sklera anterior. Biasanya kondisi ini sering berulang. Bahkan 25 persen dari nodular skleritis dapat berkembang menjadi tahap yang lebih parah, yaitu necrotising skleritis.

Difusi anterior

Pada kondisi ini, sklera anterior mengalami peradangan yang luas. Meskipun terjadi pada setengah dari seluruh kasus skleritis, kondisi ini dapat diobati dan tidak mengancam indera penglihatan.

Necrotising

Selain berupa kerusakan sklera, tanda necrotizing skleritis adalah adanya rasa sakit yang tidak tertahankan. Kadang kala juga disertai dengan kornea yang meradang, Jika hal ini terjadi, disebut dengan sklerokeratitis. Jenis skleritis yang satu ini biasanya terkait dengan penyakit lain yang mendasari.

Terlebih, pengidap anterior skleritis jenis ini tidak sampai 10 persen dari seluruh total penderita skleritis.

Skleromalacian perorans

Sebagian besar pengidap skleritis jenis ini berjenis kelamin wanita yang mengalami rheumatoid artritis. Nama lainnya adalah necrotising anterior skleritis. Jenis peradangan ini iasanya tanpa disertai gejala atau peradangan.

Seseorang yang Berisiko Terkena Skleritis

Secara umum, skleritis atau peradangan pada sklera dialami oleh wanita pada kisaran usia 40-50 tahun. Jika Anda memiliki kondisi autoimun atau penyakit yang berhubungan dengan jaringan ikat, risiko terkena skleritis menjadi meningkat.

Penyakit-penyakit persendian, seperti radang sendi (rheumatoid artritis), poliarteritis nodosa, lupus, dan radang usus dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya skleritis. Penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus atau bakteri juga dapat menyebabkan skleritis, seperti tuberkulosis, penyakit lyme, sifilis, dan herpes zoster.

Penanganan skleritis akan sangat bergantung pada tingkat keparahan serta penyebab skleritis itu terjadi. Dokter dapat memberikan obat anti inflamasi nonsteroid untuk mengurangi nyeri dan peradangan pada sklera. Penyakit yang diduga memicu kondisi ini pun juga harus diterapi.

Meski skleritis atau peradangan pada sklera dianggap jarang terjadi, tapi efeknya dapat mengancam penglihatan. Lapisan sklera berisiko mengalami penipisan, tersobek, atau mungkin berlubang di bagian dalamnya. Selain itu, peradangan ini dapat merusak kornea, bagian belakang mata, serta menyebabkan kebutaan. Maka dari itu, segera minta bantuan dokter mata di rumah sakit terdekat jika merasakan gejala-gejala peradangan sklera.