Waspadai Tanda-tanda Keguguran

Tingkat kematian janin akibat keguguran terbilang tinggi, berkisar 1 hingga 2 dari 10 ibu hamil. Perlu diketahui bagi tiap ibu hamil bahwa ada berbagai bentuk tanda-tanda keguguran, namun jangan disalahpahami, karena tidak semuanya mengarah kepada kematian janin di dalam kandungan.

Keguguran adalah kematian janin dalam kandungan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Keguguran dalam bahasa medis disebut juga abortus spontan. Perdarahan dan nyeri perut adalah tanda-tanda utama dari keguguran. Namun, apabila hal tersebut terjadi, belum tentu menunjukkan kematian janin. Keadaan di mana janin dan kehamilan masih dapat dipertahankan walaupun ada tanda-tanda keguguran yang terjadi disebut dengan ‘ancaman keguguran’ atau abortus iminen (threatened abortion).

waspadai tanda-tanda keguguran - alodokter

Penyebab dan Faktor Risiko yang Perlu Diketahui

Banyak kelainan lain yang dapat mengakibatkan keguguran, namun seringkali tidak mudah menentukan penyebab pasti dari keguguran. Sekitar 75 persen keguguran terjadi tiga bulan pertama kehamilan atau trimester pertama. Penyebab paling umum adanya masalah pada fetus atau janin.

Gangguan genetik pada embrio sering dianggap sebagai faktor utama penyebab keguguran. Gangguan genetik membuat perkembangan bayi untuk tumbuh normal terhambat sehingga tidak mampu bertahan hidup. Masalah genetik ini sendiri umumnya murni terjadi pada embrio dan bukan berasal dari genetik sang ibu.

Sedangkan penyebab keguguran pada trimester kedua biasanya disebabkan oleh kondisi kesehatan sang ibu. Beberapa kondisi medis juga dapat mempertinggi risiko terjadinya keguguran. Diabetes dan penyakit tiroid pada ibu hamil adalah dua penyakit yang mungkin meningkatkan risiko keguguran.

Infeksi pada bayi juga dapat menyebabkan keguguran pada trimester kedua. Infeksi ini akan memicu pecahnya ketuban atau terjadinya perdarahan. Keguguran juga bisa disebabkan oleh pembukaan leher rahim yang terlalu cepat, namun hal ini sangat jarang terjadi.

Selain kondisi-kondisi di atas, beberapa hal yang dianggap mampu meningkatkan risiko terjadinya keguguran di antaranya:

  • Usia ibu hamil saat mengandung sudah tua
  • Ibu hamil mengonsumsi alkohol berlebihan
  • Ibu hamil adalah perokok aktif hingga lebih dari 10 batang/hari
  • Terkena paparan radiasi
  • Adanya trauma fisik pada rahim
  • Berat badan terlalu kurus atau terlalu gemuk
  • Pernah mengalami keguguran sebelumnya
  • Adanya kelainan anatomi pada rahim
  • Ibu hamil adalah pengguna aktif narkoba

Seperti Apa Tanda Keguguran?

Beberapa tanda-tanda keguguran di bawah ini harus diketahui ibu hamil. Pengetahuan ini penting agar saat tanda-tanda keguguran muncul, sang ibu bisa langsung meminta pertolongan medis.

  • Perdarahan

Tanda-tanda keguguran yang pertama kali harus diketahui adalah perdarahan. Perdarahan dianggap sebagai tanda utama keguguran karena dialami sekitar 3 dari 10 ibu hamil yang mengalami keguguran. Namun tidak semua perdarahan akan berakhir dengan keguguran. Jika ibu hamil yang mengalami perdarahan segera mendapat pertolongan medis kemungkinan keguguran dapat dicegah.

  • Nyeri

Jika nyeri disertai perdarahan, maka patut diwaspadai sebagai tanda-tanda keguguran. Bagian tubuh yang diserang biasanya adalah panggul, perut, dan punggung belakang dengan rasa nyeri seperti kram haid. Rasa nyeri tersebut sulit dibedakan dengan kram saat awal-awal kehamilan oleh adanya perluasan rahim.

  • Menurunnya gerakan bayi

Aktivitas bayi adalah tanda kesehatan bayi secara umum. Dengan memerhatikan aktivitasnya, maka ibu hamil dapat memantau bagaimana perkembangannya. Konsultasikan dengan dokter bila ibu hamil merasa adanya penurunan gerakan bayi.

  • Perubahan gejala kehamilan

Adanya perubahan gejala kehamilan bukanlah tanda-tanda keguguran yang umum. Namun jika ada perubahan yang terjadi secara drastis, maka hal tersebut perlu diwaspadai. Pada trimester kedua kehamilan, perubahan ini mungkin terkait dengan masalah penurunan hormon kehamilan.

  • Keluar jaringan atau cairan dari vagina

Darah yang menggumpal dan janin yang masih berupa jaringan bisa saja keluar dari vagina. Jika ada jaringan yang keluar dari vagina, maka periksalah ke dokter untuk dianalisis agar diketahui kondisi yang sebenarnya.

Harap diingat perdarahan pada trimester awal tidak selalu terkait dengan keguguran. Banyak ibu hamil yang mengalami hal tersebut namun tetap bisa melahirkan buah hati mereka. Pada kondisi ‘ancaman keguguran’, ibu hamil sebaiknya melakukan tirah baring (bed rest) dan menghindari hubungan seksual agar keguguran tidak terjadi.

Mengetahui tanda-tanda dan penyebab keguguran juga dapat menepis pandangan keliru mengenai penyebab keguguran. Stres, olahraga, bekerja, makanan pedas, bepergian dengan pesawat dan berhubungan seks tidak terkait dengan meningkatnya risiko keguguran.