Wow, Bayi yang Dibesarkan di Lingkungan Bilingual Bisa Lebih Cerdas!

Bilingual artinya mampu atau terbiasa memakai dua bahasa dengan baik. Orang dewasa bilingual memiliki aktivitas lebih tinggi pada area otak yang berkaitan dengan fungsi eksekutif, menurut sejumlah penelitian tentang otak. Fungsi eksekutif adalah kemampuan mental yang meliputi pemecahan masalah, perubahan perhatian, dan sifat-sifat kognitif lainnya.

Ternyata, keunggulan aktivitas otak pada orang bilingual juga bisa dimiliki oleh bayi yang dibesarkan di lingkungan keluarga bilingual. Temuan baru ini mengungkapkan bahwa sejak bayi dari keluarga bilingual berusia dini dan mulai memproduksi kata-kata pertama mereka, yaitu sekitar 11 bulan, otak mereka memiliki aktivitas yang berbeda dengan anak yang dibesarkan dengan satu bahasa.

Wow Bayi yang Dibesarkan di Lingkungan Bilingual Bisa Lebih Cerdas - Alodokter

Tidak ada salahnya bila Ayah dan Bunda berupaya membesarkan buah hati di dalam lingkungan bilingual sejak dini. Bukan tanpa alasan, anak bisa mendapat beberapa manfaat dan keunggulan seperti berikut.

Kemampuan kognitif lebih tinggi

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bahkan sebelum bayi mulai berbicara, bayi yang dibesarkan di dalam rumah tangga bilingual menjadi terbiasa dalam mengerjakan tugas yang terkait dengan fungsi eksekutif. Hal ini menunjukkan bahwa bilingualisme tidak hanya membentuk perkembangan bahasa anak, tetapi juga perkembangan kognitif secara lebih luas.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dibiasakan dengan bilingualisme juga cenderung menjadi lebih kreatif dan lebih cepat dalam memecahkan masalah, dibandingkan anak lain yang tidak terbiasa dengan bilingualisme. Ketika masuk usia sekolah, anak-anak bilingual cenderung memiliki kemampuan akademik dan analisis yang lebih baik sekaligus keterampilan menulis dan membaca dalam dua bahasa yang lebih unggul.

Lebih mudah belajar bahasa baru

Anak-anak bilingual ini akan lebih mudah belajar bahasa ketiga dan seterusnya di masa depan. Ini karena bayi dari keluarga bilingual memiliki kemampuan otak yang lebih terbuka untuk belajar bunyi bahasa baru, ketimbang mereka yang berasal dari keluarga monolingual atau satu bahasa. Ini menunjukkan bahwa otak bayi bilingual mudah menyesuaikan diri dengan keadaan.

Respons otak yang lebih kuat

Fungsi eksekutif seperti yang dijelaskan di atas terjadi pada bagian otak yang bernama korteks prefrontal dan korteks orbitofrontal. Penelitian membuktikan bahwa saat mendengarkan pembicaraan, respons area otak ini lebih kuat pada bayi bilingual.

Melalui sebuah penelitian lainnya, ditemukan bahwa bayi yang dibesarkan di keluarga berbahasa Inggris dan Spanyol menampilkan sensitivitas saraf untuk bahasa Inggris dan bahasa Spanyol. Artinya, Sang Bayi sedang belajar kedua bahasa tersebut. Di samping itu, bayi bilingual memiliki kepekaan untuk bunyi bahasa Inggris, sama dengan bayi monolingual dari keluarga berbahasa Inggris saja. Artinya, bayi bilingual belajar bahasa Inggris pada tingkatan yang sama dengan bayi monolingual. Hal ini menjawab kekhawatiran para orang tua, apakah bayi bilingual dapat menguasai tiap bahasa dengan baik atau setengah-setengah saja, dan hasilnya ternyata dapat menguasai tiap bahasa dengan baik.

Bisa membedakan berbagai bahasa

Sebagian orang tua berpikir bahwa jika seorang anak dikenalkan dua bahasa sekaligus, Sang Anak mungkin menjadi bingung dan tidak dapat membedakan bahasa-bahasa tersebut. Anggapan ini ternyata salah, Bunda.

Pada dasarnya sejak beberapa hari setelah lahir, bayi bisa membedakan banyak bahasa, apalagi terhadap bahasa yang jauh berbeda, misalnya antara Prancis dan Arab. Pada usia muda, bayi umumnya memang masih kesulitan membedakan dua bahasa yang sangat mirip, seperti antara bahasa Inggris dan Belanda. Namun ketika mendekati usia enam bulan, bayi mulai bisa melakukannya.

Cara yang Tepat untuk Menerapkan Teknik Bilingual kepada Anak

Waktu optimal untuk memulai penerapan bilingualisme kepada anak ialah sejak anak lahir hingga berusia tiga tahun, yaitu ketika pikiran anak masih fleksibel dan terbuka. Untuk membesarkan anak menjadi seorang bilingual, ada dua pendekatan cara yang bisa Ayah dan Bunda lakukan, yaitu:

  • Metode bahasa kedua di rumah, caranya Ayah dan Bunda menggunakan bahasa kedua di rumah, misalnya bahasa Inggris. Bila di luar rumah anak hanya menggunakan bahasa Indonesia, dia bisa menggunakan bahasa Inggris di dalam rumah, sehingga bisa menjadi seorang bilingual.
  • Metode satu orang tua satu bahasa, caranya Ayah berbicara kepada anak dalam salah satu bahasa, misalnya Bahasa Indonesia, sedangkan Bunda berbicara kepada anak dalam bahasa lainnya, misalnya Bahasa Inggris. Lakukan metode ini selama tahun-tahun awal kehidupan anak.

Terlepas dari metode yang Ayah dan Bunda pilih, beberapa tips berikut dapat membantu.

  • Gunakan sarana untuk mengenalkan bahasa kedua kepada anak, seperti melalui buku, musik, permainan, dan film.
  • Ayah atau Bunda dapat membacakan buku cerita dalam bahasa kedua, seperti menggunakan bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, atau bahasa-bahasa lainnya sebagai bagian dari rutinitas pengantar tidur Si Kecil. Dengan melakukan kegiatan ini secara berulang-ulang, anak bisa belajar mengatakan beberapa kata dalam bahasa tersebut dan memahami artinya.
  • Ikut komunitas bilingual. Bunda bisa membawa anak bermain dengan anak dari keluarga bilingual lainnya. Bila perlu menitipkan anak, pilihlah daycare atau tempat penitipan anak bilingual, atau menyewa babysitter yang berbicara dalam bahasa kedua.

Sebagian anak yang dibesarkan di dalam keluarga bilingual membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mulai berbicara, jika dibandingkan anak dari keluarga monolingual. Orang tua tidak perlu khawatir karena nantinya anak dari keluarga bilingual yang terlambat berbicara ini akan bisa berbicara pada tingkat yang sama seperti anak monolingual. Bahkan saat dia sekolah, anak bilingual ini akan mampu berbicara dalam kedua bahasa dengan sama baiknya.