Xerosis

Pengertian Xerosis

Xerosis adalah istilah medis untuk menjelaskan kondisi kulit kering. Nama xerosis muncul dari bahasa Yunani, yaitu “xero” yang berarti kering. Xerosis adalah penyakit yang umum terjadi di masyarakat, terutama di kalangan lansia. Penyakit ini biasanya terjadi dalam tempo yang singkat, namun tidak menutup kemungkinan terjadi dalam waktu yang lama (kronis).

Kulit manusia membutuhkan pelembab untuk tetap lembut dan sehat. Seiring bertambahnya usia, kelembaban kulit semakin berkurang karena kerja kelenjar minyak yang menurun dan asupan cairan juga cenderung berkurang pada lansia. Hal itulah yang menyebabkan kulit menjadi kering dan kasar. Kulit yang kering secara tidak langsung akan mengganggu penampilan dan rasa percaya diri seseorang.

XerosisXerosis bisa terjadi pada lelaki maupun perempuan tanpa memandang usia, namun orang tua memiliki risiko yang lebih tinggi mengidap kondisi ini. Orang-orang yang tinggal di tempat bersuhu rendah, di wilayah dengan kelembaban rendah, serta sering berenang di kolam yang telah diklorinasi juga memiliki risiko yang lebih tinggi.

Mengonsumsi air mineral yang cukup setiap hari sebetulnya bisa membantu mencegah xerosis, namun kebiasaan itu belum tentu cukup karena xerosis juga dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya. Agar terhindar dari dampak yang lebih serius, penting bagi kita semua untuk mengetahui penyebab dan gejalanya.

Penyebab Xerosis

Xerosis bisa disebabkan oleh faktor lingkungan maupun faktor lain seperti pengaruh obat-obatan dan beberapa kondisi tertentu. Obat-obatan seperti diuretik dan retinoid diduga dapat menyebabkan xerosis. Ketidakseimbangan hormon, seperti yang dijumpai pada kondisi menopause, hipotiroidisme, dan hipertiroidisme juga terkadang dapat menyebabkan xerosis. Namun pada kebanyakan kasus, xerosis disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:

  • Tinggal di daerah dingin dengan tingkat kelembaban yang rendah.
  • Penggunaan sabun dengan kandungan kimia yang berbahaya.
  • Sering menggosok kulit dengan keras dan kasar.
  • Mandi terlalu sering dalam sehari.
  • Terlalu lama terpapar sinar matahari.
  • Sering mandi dengan air panas.
  • Kekurangan air (dehidrasi).
  • Mengeringkan kulit dengan terlalu keras menggunakan handuk setelah mandi.

Gejala Xerosis

Gejala xerosis bermacam-macam, tergantung pada faktor yang melatarbelakanginya, seperti usia, kondisi kesehatan, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Gejala-gejala yang menunjukkan kondisi xerosis meliputi:

  • Kulit terasa kering, kasar, gatal, dan bersisik, terutama di lengan dan kaki
  • Kulit tampak pucat, kusam, dan berwarna keputih-putihan
  • Kulit mengalami iritasi dan menjadi kemerah-merahan
  • Kulit pecah-pecah, mengelupas, dan mungkin berdarah

Diagnosis Xerosis

Xerosis bisa dikenali dari gejala-gejalanya. Jika mendapati gejala-gejala di atas, lebih baik segera hubungi dokter sebelum memunculkan dampak yang lebih parah. Dalam mendiagnosis xerosis, dokter akan melakukan sejumlah tindakan yang pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat penyakit pasien.

Selain itu, dokter juga akan mencari tahu kapan pasien mulai mengalami xerosis, hal-hal apa saja yang membuat keadaan xerosis membaik atau memburuk, kebiasaan mandi pasien, diet, bentuk perawatan kulit yang dilakukan pasien, serta memeriksa kemungkinan adanya pengaruh dari penyakit lain.

Pengobatan Xerosis

Pada kebanyakan kasus, xerosis bisa diatasi dengan pengobatan mandiri. Pasien bisa mengatasi gejala yang dirasakan dengan menggunakan pelembab. Pelembab berbahan dasar minyak lebih efektif dibanding pelembab berbahan dasar air. Carilah krim atau salep yang mengandung asam laktat dan urea.

Untuk mengatasi sekaligus mencegah agar dampak xerosis tidak meluas, dokter biasanya memberikan krim hydrocortisone. Obat lain yang mungkin diberikan adalah kortikosteroid atau modulator imun (misalnya pimecrolimus dan tacrolimus). Obat-obatan ini digunakan untuk meredakan gatal, kemerahan, dan peradangan.

Xerosis umumnya tidak berbahaya, namun penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi jika dibiarkan tanpa pengobatan. Jika gejala tidak mereda dan kondisi kulit tidak membaik dalam beberapa pekan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari tahu penyebabnya dan mencari cara untuk mengatasinya.

Jika hal itu terjadi, kemungkinan dampak xerosis itu sudah meluas dan menyebabkan komplikasi. Penyakit yang mungkin ditimbulkan oleh xerosis di antaranya adalah dermatitis atopik (alergi kulit), infeksi kulit (bakteri hidup di kulit yang terkelupas), ichthyosis (kulit kering dan menebal), atau psoriasis (ruam memerah, kulit terkelupas, dan bersisik).

Pencegahan Xerosis

Xerosis bisa dicegah dengan berbagai cara, mulai dari metode perawatan kulit sederhana atau dengan memperbaiki pola hidup sehari-hari. Secara garis besar, inti dari kegiatan-kegiatan itu adalah untuk menjaga kulit agar tetap lembab. Berikut adalah beberapa langkah untuk mencegah munculnya xerosis:

  • Menggunakan pelembab. Pelembab bisa digunakan untuk menjaga kesehatan kulit, asalkan tidak mengandung alkohol. Anda juga bisa menggunakan baby oil. Pelembab dan baby oil baik digunakan setelah mandi, saat kulit masih basah.
  • Jangan mandi terlalu lama. Minyak alami yang menempel di permukaan kulit bisa hilang jika Anda mandi terlalu lama, apalagi kalau menggunakan air panas. Oleh karena itu, batasi durasi mandi Anda, cukup 5-10 menit sekali mandi.
  • Jangan sembarangan memakai sabun. Untuk menjaga kelembaban kulit, jangan menggunakan sabun dengan bahan kimia yang keras. Pilihlah sabun yang mengandung tambahan minyak di dalamnya.
  • Pasang pelembab ruangan. Ruangan dengan udara yang panas dan kering bisa membuat kulit lebih sensitif, terasa gatal, bahkan sampai mengelupas. Memasang pelembab ruangan bisa menjadi alternatif untuk membuat kulit tetap lembab.
  • Jangan menggaruk kulit secara berlebihan. Menggaruk dan menggosok kulit secara berlebihan bisa membuat kulit menjadi gatal, kemerahan, kasar, tampak kusam, mengelupas, dan rusak.
  • Melindungi kulit di tempat berhawa dingin. Jika bepergian ke daerah yang berhawa dingin atau bahkan bersalju, lebih baik gunakan sarung tangan, syal, dan topi untuk menutupi kulit agar tidak cepat kering.
  • Mengonsumsi makanan dengan omega-3. Makanan yang mengandung omega-3 seperti salmon, sarden, dan minyak safflower menghasilkan asam lemak esensial yang bisa membantu menjaga kadar minyak alami di kulit.
  • Menggunakan tabir surya. Penggunaan tabir surya saat melakukan kegiatan di luar ruangan bisa melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Untuk kulit normal, pilihlah tabir surya dengan kadar SPF 15 agar kulit tidak terbakar.
  • Mengonsumsi air mineral setiap hari. Pasokan air mineral yang cukup setiap hari akan menghindari tubuh dari dehidrasi. Pasokan air ini akan membantu agar kulit tidak kekeringan. Oleh karena itu, perbanyaklah konsumsi air mineral.