Yang Perlu Kamu Lakukan saat Dipatuk Ular

Gigitan ular berbisa dapat menyebabkan luka ringan hingga kondisi yang mengancam jiwa dan mematikan. Nah, jika kamu dipatuk ular jenis ini, disarankan untuk segera melakukan hal berikut dan ingat, jangan panik!

Ketika menggigit, ular berbisa dapat menyuntikkan racun dari kelenjar ludahnya. Racun ini yang kemudian masuk ke tubuhmu. Patukan ini disebut gigitan beracun. Namun, tidak semua ular mengeluarkan racunnya saat mematuk. Jenis patukan ini dinamakan gigitan kering.

Yang Perlu Kamu Lakukan saat Dipatuk Ular

Bisa ular mengandung empat jenis racun yaitu:

  • Neurotoksin. Racun ini dapat menyerang sistem saraf yang terhubung ke otot sehingga korban akan merasakan kelemahan otot di seluruh tubuh dan kelumpuhan. Termasuk kelemahan otot-otot pencernaan dan pernapasan. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala seperti sulit menelan, sesak napas yang dapat menyebabkan kamu kekurangan oksigen, dan bahkan kematian.
  • Hemotoksin. Dapat menghancurkan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Lapisan pembuluh darah dan kemampuan darah untuk membeku juga turut terganggu. Parahnya, racun ini dapat menyebabkan tekanan darah menurun yang mengakibatkan jaringan dan organ tubuh menjadi rusak, kehilangan kesadaran, bahkan kematian.
  • Sitotoksin. Memar, pembengkakan dan kulit melepuh dapat terjadi akibat racun ini. Tidak hanya itu, kematian sel-sel jaringan tubuh atau gangren juga dapat terjadi. Kondisi ini mungkin membutuhkan operasi plastik untuk mengembalikan penampilan kulit yang normal atau jika sudah parah, langkah amputasi bisa dilakukan oleh dokter.
  • Kardiotoksin. Racun ini dapat menyerang jantung secara langsung.
  • Miotoksin. Racun ini merusak jaringan otot. Selain itu, racun ini dapat menyebabkan rasa sakit dan kelemahan otot. Kerusakan ginjal juga mungkin terjadi. Hal ini dapat menyebabkan produksi air urine menjadi sedikit atau bahkan berhenti. Kalaupun ada, air urine yang keluar mungkin berwarna cokelat gelap atau hitam.

Nah, ketika kamu dipatuk ular, kamu harus segera mendapat penanganan medis, terlebih jika area yang dipatuk mengalami perubahan warna, membengkak atau terasa sangat sakit. Jangan didiamkan dalam waktu lama, karena racunnya bisa saja membuatmu kehilangan nyawa.

Selagi menunggu tim medis atau sampai di rumah sakit, jika memungkinkan, disarankan untuk melakukan hal berikut:

  • Cobalah untuk bersikap tenang.
  • Ingat baik-baik bentuk ular yang mengigitmu.
  • Pastikan area tubuh yang dipatuk untuk sebisa mungkin tidak banyak bergerak seperti awal. Hal ini guna menghindari racun menyebar ke bagian tubuh lainnya.
  • Segera lepas aksesoris atau pakaian ketat yang berada di area gigitan sebelum terjadi pembengkakan.
  • Bersihkan luka, namun jangan menyiramnya dengan air. Setelah itu tutup area tersebut dengan perban atau kain yang kering dan bersih.

Jangan melakukan hal berikut:

  • Menghisap racun tersebut.
  • Memotong atau menyayat area gigitan.
  • Menempelkan es, sesuatu yang hangat atau bahan kimia ke area luka.
  • Minum kafein atau alkohol. Jenis minuman ini bisa mempercepat tubuh menyerap racun.
  • Mengikat kencang area di sekitar gigitan dengan kain atau apa pun. Hal ini tidak bisa mencegah racun untuk menyebar ke tubuh. Justru ikatan tersebut bisa menyebabkan pembengkakan, merusak bagian tubuh tersebut yang bisa memicu amputasi.

Jika kamu sudah ditangani oleh tim medis, kamu akan dievaluasi untuk mengetahui penanganan apa yang sesuai dengan kondisimu. Pada beberapa kasus, gigitan ular tidaklah berbahaya. Jika tidak berbahaya, dokter mungkin akan membersihkan area gigitan dan memberikanmu vaksin tetanus.

Jika gigitannya berbahaya, dokter mungkin akan memberikan anti-bisa ular, zat yang dapat menangkal racun ular. Bahaya atau tidaknya gigitan tergantung dari usia, lokasi gigitan, dan kondisi kesehatan kamu secara menyeluruh.

Proses pemulihan biasanya tergantung dari jenis ular yang menggigitmu. Untuk orang dewasa biasanya memakan waktu lebih dari tiga minggu. Untuk anak-anak biasanya memakan waktu satu hingga dua minggu. Kamu mungkin dapat merasakan sakit dan pembengkakan di area gigitan selama menjalani masa pemulihan. Namun, hal itu bisa diredakan dengan mengonsumsi obat seperti parasetamol.