Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui

Masalah yang dihadapi ibu pada awal menyusui memang memang bisa beragam. Salah satunya adalah puting lecet. Tapi, jangan sampai hal ini membuat Anda menyerah. Sebaliknya, kenalilah penyebabnya dan cari tahu cara mengatasinya.

Puting lecet merupakan hal yang umum terjadi pada ibu baru di masa awal kelahiran anak. Biasanya, kondisi ini timbul sekitar dua hari setelah melahirkan. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari posisi menyusui yang tidak benar atau tekanan pada puting saat menyusui karena mulut bayi tidak menempel dengan baik pada puting.

Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui - alodokter

Kenali Penyebabnya

Guna menentukan pengobatan atau cara mengatasi yang sesuai, kenalilah terlebih dahulu beberapa kondisi di bawah ini yang bisa menjadi penyebab puting lecet serta gejalanya.
  • Infeksi jamur Kondisi ini biasanya terjadi karena di dalam mulut bayi terdapat jamur yang kemudian menempel pada puting sang ibu saat menyusui. Hasilnya, puting terkena infeksi jamur dan mengalami lecet yang juga ditandai dengan bagian puting kemerahan, gatal, permukaan puting terlihat mengkilap, dan payudara terasa nyeri pada saat menyusui atau sebelumnya.
  • Tali lidah Tali lidah adalah selaput yang menghubungkan dasar mulut dengan bagian bawah lidah. Jika selaput ini meregang terlalu panjang atau selaputnya yang terlalu pendek, bayi akan mengalami masalah saat menyusui. Sehingga dapat menyebabkan ibu mengalami puting lecet.
  • Saluran susu tersumbat Kondisi ini ditandai dengan adanya lapisan kulit tipis yang tumbuh di bagian atas saluran susu. Warna dari lapisan kulit tipis ini bisa berwarna kuning atau putih. Saluran susu yang tersumbat akan membuat susu sulit untuk keluar, bayi menyedot lebih kuat, dan akhirnya puting pun terasa sakit.
  • Puting melepuh Puting lecet juga bisa disebabkan oleh penggunaan pompa ASI yang tidak benar atau kesalahan posisi menyusui. Sehingga, gesekan pada saat menyusui atau memompa ASI membuat puting melepuh. Kondisi ini ditandai dengan sakit selama menyusui, selain itu puting yang melepuh juga akan mengeluarkan cairan berdarah, bening (tidak berwarna), atau kuning.
Selain beberapa hal di atas, puting lecet juga bisa disebabkan karena saat menyusui puting dan bagian sekitar payudara tidak masuk dengan benar ke dalam mulut bayi. Sehingga bayi justru mengisap bagian puting dan bukan payudara. Meski awalnya hanya menyebabkan sakit atau tidak nyaman saat menyusui, lama kelamaan kondisi ini bisa membahayakan puting.

Atasi Puting Lecet dengan Cara Ini

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi puting lecet yang bisa Anda lakukan.
  • Hindari membuat kulit terlalu kering karena menggunakan sabun di bagian puting.
  • Agar sirkulasi udara berjalan dengan baik, gunakan bra katun.
  • Guna menjaga kebersihannya, ganti bantalan payudara atau breast pad setiap setelah menyusui.
  • Setelah selesai menyusui, peras keluar sekitar dua tetes ASI. Kemudian, gosokan ke sekitar kulit puting dengan lembut.
  • Biarkan puting benar-benar kering sebelum kembali berpakaian.
  • Jika kulit di sekitar puting berdarah atau tampak retak. Gunakan salep sedikit-sedikit hanya pada bagian kulit yang tampak retak guna menghindari terbentuknya koreng.
Jika kondisi kulit permukaan puting semakin memburuk, disarankan untuk segera mengonsultasikannya ke dokter. Herpes juga menimbulkan gambaran kulit melepuh. Jika sang Ibu mempunyai riwayat terkena herpes sebelumnya, bisa jadi ini adalah gejalanya herpes yang timbul di area puting. Ibu perlu menghentikan pemberian ASI agar bayi tidak tertular herpes.

ASI memliki manfaat yang bagus untuk kesehatan anak dan ibu. Oleh karena itu, jangan menyerah dengan kondisi puting lecet. Selain melakukan beberapa hal di atas, konsultasikan juga hal ini kepada dokter Anda.