Penyakit disfungsi ereksi dapat diatasi salah satunya dengan konsumsi obat kuat. Beberapa jenis obat kuat pria di apotek bisa Anda beli sesuai dengan anjuran dokter. Apa saja obat kuat tersebut?

Performa seksual yang maksimal bisa mendatangkan kebahagiaan, menambah keharmonisan hubungan, serta memuaskan pasangan. Namun, penderita disfungsi seksual, seperti menurunnya gairah seksual, ejakulasi dini, bahkan disfungsi ereksi, sering kali mengalami kesulitan untuk mencapai kepuasan seksual.

4 Pilihan Obat Kuat Pria di Apotek - Alodokter

Berbagai kondisi tersebut masih ditangani dengan beberapa upaya, salah satunya dengan mengonsumsi obat kuat pria yang dijual di apotik. Pastikan Anda telah mendapatkan pemeriksaan dan diresepkan obat langsung oleh dokter sebelum menggunakan obat kuat pria di apotik.

Apa Saja Obat Kuat Pria yang Dijual di Apotek?

Ada beragam merk dan jenis obat kuat pria yang tersedia di apotek. Biasanya, obat kuat pria di apotek mengandung beberapa bahan berikut:

1. Sildenafil

Sildenafil adalah salah satu kandungan dalam obat kuat pria yang digunakan untuk menangani disfungsi ereksi. Sildenafil bekerja dengan menghambat kinerja enzim phosphodiesterase type 5 (PDE5). Sehingga, tubuh dapat mempertahankan ereksi penis setelah mendapatkan rangsangan seksual.

Meski dapat menambah keperkasaan Anda di ranjang, tetap saja obat kuat pria di apotek ini memiliki efek samping yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Sulit tidur
  • Diare
  • Nyeri perut
  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Kulit memerah dan terasa panas (flushing)
  • Hidung mampet
  • Pegal-pegal

Selain itu, sildenafil juga bisa menyebabkan munculnya gejala alergi, seperti pembengkakan di lidah dan tenggorokan yang menyebabkan sesak napas.

Anda juga perlu waspada sebelum menggunakan obat kuat pria di apotek ini jika mempunyai riwayat penyakit tertentu, sepeti penyakit jantung, tukak lambung, anemia, dan kelainan bentuk penis.

2. Tadalafil

Tadalafil bisa digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi, gejala pembesaran prostat, dan hipertensi pulmonal. Tadalafil bekerja dengan cara mengendurkan otot-otot pembuluh darah sehingga terjadi peningkatan aliran darah ke penis. Inilah yang membuat penis bereksi maksimal.

Efek obat kuat pria di apotek ini dapat bertahan dalam tubuh hingga 36 jam. Meski demikian, tadalafil hanya bisa bekerja bila Anda mendapat rangsangan seksual.

Berikut adalah beberapa efek samping dalam penggunaan tadalafi:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Sakit perut
  • Nyeri otot, termasuk pegal-pegal maupun sakit punggung
  • Hidung mampet

Selain itu, ada juga gejala alergi yang mungkin muncul, seperti pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan, hingga kesulitan bernapas.

Selama penggunaan tadalafil, sebisa mungkin hindari konsumsi minuman beralkohol, sebab dapat membuat tekanan darah menurun drastis dan menyebabkan pingsan.

Hentikan penggunaan tadalafil dan segera berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami berbagai gejala berikut setelah mengonsumsi tadalafil:

  • Nyeri pada penis atau ereksi selama lebih dari 4 jam
  • Telinga berdenging
  • Seperti ingin pingsan
  • Kehilangan penglihatan mendadak
  • Gejala serangan jantung

3. Vardenafil

Sama seperti kedua jenis obat sebelumnya, vardenafil juga digunakan untuk mengatasi gangguan ereksi atau disfungsi ereksi. Setelah mendapat rangsangan seksual, vardenafil akan meningkatkan aliran darah ke penis untuk menjaganya tetap ereksi.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat mengonsumsi obat kuat pria di apotek ini adalah:

  • Sensasi hangat pada wajah, leher, lengan, dan terkadang dada atas, yang disertai dengan kulit memerah
  • Bersin
  • Hidung mampet

Mereka dengan kondisi medis, seperti penyakit ginjal, penyakit hati, hipotensi, kelainan bentuk penis, leukimia, dan intoleransi fruktosa, perlu memberitahukan kondisinya kepada dokter saat pemeriksaan. Untuk pertimbangan sebelum memulai konsumsi obat kuat ini.

4. Avanafil

Obat kuat pria di apotek lainnya adalah avanafil. Avanafil juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan ereksi dengan cara meningkatkan aliran darah ke penis yang telah mendapatkan rangsangan seksual.

Avanafil juga memiliki efek samping yang mungkin saja Anda alami, seperti:

  • Sakit kepala
  • Flusing
  • Nyeri punggung

Pada beberapa kasus, avanafil juga bisa menyebabkan efek samping yang lebih serius, seperti ereksi lebih dari 4 jam, buta mendadak, telinga berdenging, pusing, ruam kulit, gatal-gatal, dan pembengkakan pada kelopak mata.

Anda dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk membeli obat kuat pria di apotek dan mengonsumsinya. Dokter akan memastikan penyebab keluhan yang Anda alami dan memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi Anda.