Sebagian ibu hamil (bumil) kemungkinan masih tetap harus membersihkan rumah. Meski tidak ada larangan untuk melakukannya, namun Bumil perlu lebih waspada agar tetap aman dan tidak mengganggu kesehatan.

Jika tidak dilakukan dengan hati-hati, maka membersihkan rumah bisa meningkatkan risiko bayi menderita penyakit asma dan alergi setelah lahir. Selain itu, juga dapat menyebabkan ibu hamil semakin mual, bahkan meningkatkan risiko meningkatkan risiko keguguran. Tapi tenang, sebab ada upaya yang bisa dilakukan untuk membersihkan rumah dengan aman saat hamil.

7 Cara Membersihkan Rumah dengan Aman Saat Hamil - Alodokter

Upaya Meminimalkan Risiko pada Bumil

Yuk, perhatikan beberapa hal berikut, agar Bumil bisa melakukan pekerjaan rumah dengan aman dan nyaman:

  • Gunakan sarung tangan dan masker wajah
    Saat hamil, kulit dapat menjadi lebih sensitif. Disarankan untuk selalu menggunakan sarung tangan yang terbuat dari lateks atau minimal plastik, untuk melindungi kulit bumil dari paparan bahan-bahan kimia. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan air hangat dan sabun setelah selesai. Bumil juga bisa menggunakan masker wajah untuk menghindari terhirupnya debu dan bahan-bahan kimia.
  • Buka jendela
    Ketika Bumil melakukan pekerjaan rumah, pastikan jendelanya terbuka ya. Membuka jendela dapat membantu pertukaran udara, sehingga menjaga kualitas udara tetap baik dan mengurangi risiko debu terhirup. Membuka jendela saat membersihkan rumah juga bermanfaat untuk mencegah ibu hamil mengalami mual.
  • Perhatikan kandungan bahan kimia
    Sebelum menggunakan cairan pembersih, selalu cek kandungannya terlebih dahulu. Sebagian bahan kimia tidak aman digunakan selama kehamilan, karena dapat meningkatkan risiko gangguan pada janin dan keguguran . Usahakan menggunakan bahan pembersih yang ramah lingkungan dan bebas parfum, karena sebagian parfum kemungkinan bisa membuat ibu hamil mual. Sebagai alternatif, Bumil bisa menggunakan bahan alami, seperti cuka, baking soda, dan lemon.
  • Hindari untuk membersihkan kotak kotoran kucing
    Untuk bumil yang memelihara kucing, sebaiknya tidak membersihkan kotak kotorannya, karena dapat menyebabkan infeksi virus toksoplasma. Virus ini bisa menyebabkan gangguan pada kehamilan dan keguguran. Untuk menekan risiko kucing terinfeksi virus toksoplasma, disarankan untuk memberikan makanan kaleng atau makanan kering khusus untuk kucing. Hindari memberikan makanan mentah atau setengah matang.
  • Perhatikan kondisi tubuh
    Usia kehamilan trimester pertama dan ketiga adalah masa-masa yang cukup berat bagi ibu hamil. Jika tidak menggunakan asisten rumah tangga, pastikan Bumil membatasi durasi membersihkan rumah ya. Misalnya, Bumil bisa membersihkan rumah 15 menit di pagi hari dan 15 menit di sore hari.
  • Jaga kondisi perut
    Penting untuk selalu mengingat menjaga kondisi perut saat melakukan pekerjaan rumah. Jangan sampai terkena benturan benda apapun ya, Bumil. Usahakan juga untuk tidak membersihkan tempat-tempat sempit yang dapat tanpa sengaja menekan perut.
  • Jangan ragu untuk meminta bantuan
    Kondisi tubuh yang menjadi mudah lelah bisa menyebabkan ibu hamil memiliki keterbatasan dalam melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga. Jangan ragu meminta bantuan kepada orang-orang terdekat untuk membersihkan rumah, karena ada beberapa pekerjaan rumah yang sebaiknya dihindari saat hamil.

Bumil dapat tetap aktif, termasuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Hanya saja, jangan terlalu memaksakan diri. Jika Bumil merasa lelah, berhenti dan istirahatlah sejenak. Bumil juga bisa berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu tentang pekerjaan rumah yang aman untuk dilakukan.