Cara menjemur bayi yang benar penting dipahami agar Si Kecil memperoleh manfaat sinar matahari tanpa risiko pada kulitnya. Penjemuran bayi dapat membantu pembentukan vitamin D untuk mendukung pertumbuhan tulang dan daya tahan tubuh, tetapi perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar tetap aman.

Paparan sinar matahari dalam jumlah yang cukup memang bermanfaat bagi kesehatan bayi, terutama untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Namun, waktu dan cara menjemur bayi yang benar perlu diperhatikan dengan saksama, mengingat kulit bayi masih sangat sensitif dan rentan mengalami iritasi atau terbakar.

9 Cara Menjemur Bayi yang Benar dan Aman - Alodokter

Cara Menjemur Bayi yang Benar

Menjemur bayi tidak boleh dilakukan sembarangan. Pasalnya, masih banyak kesalahpahaman terkait waktu, durasi, hingga penggunaan minyak atau krim sebelum penjemuran. Hal-hal ini perlu diluruskan agar proses menjemur bayi tetap aman sekaligus memberikan manfaat yang optimal. 

Berikut ini adalah cara menjemur bayi yang benar sesuai anjuran:

1. Pilih waktu matahari pagi

Waktu terbaik untuk menjemur bayi adalah sekitar pukul 07.00–08.00 pagi. Pada rentang ini, sinar matahari masih relatif lembut, sementara paparan sinar UVB yang membantu pembentukan vitamin D sudah cukup optimal dan belum berisiko tinggi menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

Hindari menjemur bayi setelah pukul 09.00 karena intensitas sinar UV semakin kuat, sehingga risiko kerusakan kulit, iritasi, bahkan luka bakar menjadi lebih tinggi. Jika cuaca mendung atau terlalu terik, sebaiknya tunda penjemuran dan lakukan di hari lain.

2. Batasi durasi penjemuran

Cara menjemur bayi yang benar juga perlu memerhatikan durasinya. Penjemuran bayi sebaiknya dilakukan selama 10–15 menit setiap hari. Durasi ini umumnya sudah cukup untuk membantu tubuh bayi memproduksi vitamin D yang dibutuhkan.

Pasalnya, menjemur bayi terlalu lama justru dapat meningkatkan risiko kulit menjadi merah, kering, atau iritasi. Oleh karena itu, selalu perhatikan waktu penjemuran. Jika bayi terlihat rewel, berkeringat berlebihan, atau tampak kepanasan, segera hentikan penjemuran.

3. Kenakan pakaian tipis atau cukup popok

Agar sinar matahari dapat mengenai kulit bayi secara langsung, gunakan pakaian berbahan tipis atau cukup kenakan popok saat menjemur. Cara ini membantu penyerapan sinar matahari menjadi lebih optimal.

Pastikan bayi tetap nyaman dan tidak kedinginan, terutama saat penjemuran di pagi hari. Selain itu, area lengan, perut, kaki, dan punggung sebaiknya mendapat paparan sinar matahari. Namun, jika angin terasa dingin atau bayi tampak menggigil, segera kenakan pakaian yang lebih hangat.

4. Pakaikan kacamata anti UV khusus bayi

Untuk perlindungan ekstra, terutama saat penjemuran dilakukan di area yang sangat cerah, Anda dapat memakaikan kacamata anti-UV khusus bayi. Kacamata ini membantu melindungi mata Si Kecil dari paparan sinar ultraviolet yang berpotensi merusak kesehatan mata.

Pastikan Anda memilih kacamata yang memang dirancang khusus untuk bayi dan memiliki label perlindungan UV agar aman dan nyaman digunakan.

5. Jangan menjemur bayi di balik kaca

Salah satu cara menjemur bayi yang benar adalah tidak melakukannya di balik jendela kaca rumah atau mobil. Pasalnya, sinar ultraviolet B (UVB) yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi vitamin D tidak dapat menembus kaca dengan baik, sehingga manfaat penjemuran menjadi kurang optimal.

Sebaiknya, jemur bayi di ruang terbuka, seperti teras atau halaman rumah, dengan tetap memperhatikan kenyamanan serta keamanan lingkungan sekitar.

6. Hindari pemakaian minyak, losion, atau krim sebelum menjemur

Sebelum menjemur bayi, sebaiknya hindari mengoleskan minyak telon, losion, atau krim pada kulitnya. Alasannya karena bahan oles tersebut dapat membuat kulit bayi menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Akibatnya, risiko iritasi, kemerahan, hingga reaksi alergi bisa meningkat. Sebaiknya, biarkan kulit bayi dalam kondisi bersih dan kering sebelum dijemur agar manfaat sinar matahari dapat diperoleh secara optimal.

7. Perhatikan reaksi bayi selama penjemuran

Selama proses penjemuran, awasi kondisi bayi dengan saksama. Jika ia tampak tidak nyaman, rewel, menangis terus-menerus, atau kulitnya mulai terlihat merah maupun muncul ruam, segera hentikan penjemuran.

Perlu diingat, setiap bayi dapat merespons paparan sinar matahari secara berbeda. Ada yang lebih sensitif, sehingga membutuhkan durasi penjemuran yang lebih singkat atau perlu sesekali diubah posisinya agar paparan sinar merata dan tetap aman.

8. Setelah penjemuran, bersihkan kulit bayi

Setelah selesai menjemur, segera bersihkan tubuh bayi dengan handuk lembut yang dibasahi air hangat. Langkah ini membantu mengangkat sisa keringat, debu, atau kotoran yang menempel selama berada di luar ruangan.

Dengan begitu, risiko iritasi dan penyumbatan pori-pori dapat diminimalkan. Selain itu, bayi juga akan merasa lebih segar dan nyaman setelah penjemuran.

9. Berikan bayi ASI atau susu formula setelah dijemur

Agar bayi tetap terhidrasi dan nyaman, berikan ASI atau susu formula segera setelah penjemuran selesai. Asupan ini membantu menggantikan cairan yang mungkin hilang akibat berkeringat selama berjemur, sekaligus membuat bayi kembali tenang.

Pada dasarnya, kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga cara menjemur bayi yang benar penting untuk diperhatikan. Selain itu, perlu dipahami bahwa penjemuran bukanlah metode untuk mengobati penyakit kuning berat pada bayi.

Setiap bayi memiliki kebutuhan dan kondisi kulit yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum menjemur, penting untuk mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, serta kenyamanan Si Kecil. Jika bayi lahir prematur, memiliki kulit yang sangat sensitif, atau mengalami kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak.

Jika masih ragu mengenai cara menjemur bayi yang benar, atau melihat tanda iritasi dan kemerahan pada kulit setelah penjemuran, Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran awal, atau membuat janji konsultasi ke klinik maupun rumah sakit jika keluhan berulang.