Pada proses persalinan, jalur keluarnya janin dari rahim dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran panggul wanita. Anatomi panggul merupakan salah satu faktor penentu apakah proses persalinan dapat dilakukan secara normal atau tidak.

Ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan panggul pada awal kehamilan untuk mendapatkan penilaian bentuk panggul. Sebagian wanita memiliki bentuk panggul yang kurang sesuai untuk melahirkan normal. Meski begitu, bukan berarti cara melahirkan normal melalui vagina tidak mungkin untuk dilakukan. Bentuk panggul memberikan informasi tambahan terhadap risiko terjadi hambatan dalam proses melahirkan.

Anatomi Panggul Menentukan Cara Melahirkan - Alodokter

Selain itu, gumpalan jaringan lunak abnormal di dalam panggul dapat menutup jalur lahir bayi. Jaringan abnormal yang paling umum adalah mioma atau fibroid uterus, yaitu massa yang muncul dari jaringan rahim. Kebanyakan pertumbuhan mioma ini tidak menyebabkan masalah karena sebagian besar ditemukan pada bagian atas rahim. Namun, bila mioma terdapat pada panggul bagian bawah, jalur lahir bayi dapat tertutup.

Evaluasi ukuran dan posisi fibroid atau gumpalan lain pada jaringan lunak di dalam panggul dapat dilakukan melalui USG panggul. Pemeriksaan ini dapat membantu memutuskan apakah seorang wanita memungkinkan untuk melahirkan secara normal melalui vagina.

Sebelum mengetahui bentuk-bentuk panggul wanita, mari kita pelajari apa saja organ yang berada di dalamnya.

Organ Apa Saja yang Terdapat di Dalam Panggul?

Daerah panggul wanita menaungi berbagai organ reproduksi yang meliputi:

  • Tulang dan otot panggul, merupakan struktur fondasi penting yang berperan dalam menjaga posisi organ seperti usus, kandung kemih serta rahim agar tetap berada di tempatnya. Pada wanita bagian ini berperan dalam membantu mendorong bayi untuk keluar dari jalan lahir saat proses bersalin.
  • Vagina atau disebut juga jalur lahir bayi, sekaligus menjadi saluran untuk mengeluarkan darah menstruasi. Vagina menghubungkan mulut rahim atau serviks dengan bagian luar tubuh.
  • Serviks atau mulut rahim merupakan bagian yang sempit dari rahim. Serviks terletak di antara kandung kemih dan dubur. Mulut rahim ini berupa kanal atau saluran yang membuka ke dalam vagina.
  • Rahim yang disebut juga sebagai uterus, merupakan organ berbentuk mirip buah pir. Rahim memiliki rongga yang dapat menampung janin. Posisinya berada di perut bagian bawah, di antara kandung kemih dan dubur.
  • Endometrium, yaitu lapisan bagian dalam rahim. Di lapisan inilah sel telur yang telah dibuahi menempel, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi janin. Ketika tidak terjadi pembuahan, maka lapisan endometrium akan meluruh keluar bersama darah pada saat menstruasi.
  • Ovarium, merupakan organ reproduksi wanita yang menghasilkan sel telur atau oosit. Wanita memiliki dua ovarium yang ditopang oleh membran di sisi samping rahim.
  • Tuba Fallopi, berfungsi membawa sel telur dari ovarium ke rahim.

Jenis Bentuk Panggul dan Pengaruhnya Terhadap Proses Persalinan

Berikut adalah empat bentuk tulang panggul wanita yang paling umum serta pengaruhnya terhadap proses persalinan.

  • Platipeloid. Bentuk rongga panggul adalah oval, yang memipih adalah dari diameter bagian depan ke belakang. Hal ini dapat menyebabkan janin melewati panggul dengan posisi kepala melintang. Sekitar 5% wanita memiliki bentuk panggul tipe ini.
  • Android. Sebenarnya bentuk ini merupakan tipikal panggul laki-laki, yang mana ukuran rongga panggul kecil dan bentuknya menyerupai simbol hati. Pada tipe panggul ini, tulang bawah panggul (tulang iscium) cenderung menonjol dan lengkungan tulang panggul
  • Bentuk panggul android juga berisiko menyebabkan ketidakmajuan persalinan normal melalui vagina.
  • Ginekoid. Ini merupakan bentuk panggul yang paling umum pada wanita dan merupakan bentuk panggul terbaik yang sesuai untuk melahirkan normal. Rongga dalamnya berbentuk oval.

Jarak dari sisi kanan ke sisi kiri panggul lebih lebar dibandingkan dengan jarak dari bagian depan ke belakang. Pada bentuk tulang panggul ini, tulang bawah panggul tumpul dan lengkungan pubik cukup besar, yaitu sekitar 90° atau lebih lebar.

  • Antropoid. Pada jenis panggul ini, rongga dalamnya berbentuk oval, tetapi jarak antara sisi depan dan belakang lebih lebar dibandingkan sisi kanan dan sisi kiri. Dinding samping sejajar dan bagian belakang cukup luas untuk menampung bagian belakang kepala bayi. Hal ini mengakibatkan bayi lahir menghadap ke atas.

Karena jenis panggul turut menentukan langkah terbaik metode persalinan pada wanita, maka penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan rutin sejak awal kehamilan, agar dapat direncanakan proses persalinan yang paling aman.

Tidak hanya anatomi panggul, kondisi ibu dan janin selama kehamilan, riwayat persalinan, dan preferensi pribadi juga memegang peranan penting dalam menentukan prosedur persalinan yang terbaik. Karena itu, penting untuk berkonsultasi ke dokter kandungan selama masa kehamilan.