Docosahexanoic acid atau DHA adalah salah satu senyawa asam lemak omega-3 yang penting untuk perkembangan organ tubuh anak sejak dalam kandungan, khususnya otak dan mata. DHA terkandung secara alami di dalam ASI dan berbagai jenis ikan, seperti tuna, salmon, makarel, dan sarden.

Seiring perkembangan teknologi, DHA diformulasikan ke dalam susu untuk kehamilan, bayi, atau anak-anak. Selain itu, DHA juga dikombinasikan dengan vitamin dan mineral lain dalam suplemen yang diperuntukkan bagi ibu hamil. Selain untuk ibu hamil, suplemen DHA dipercaya dapat menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) pada penderita kolesterol tinggi, mengurangi risiko degenerasi makula, dan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung koroner.

Merek dagang: Folda, Prolacta for Mother, Prolacta With DHA for Baby, Nutribreast, Enfamil A+, Enfamil A+ Gentle Care, Nutramigen, Nutramigen LGG, Pregestimil, Sustagen Junior, Sustagen Kid, Sustagen School

DHA-alodokter

Angka Kecukupan Gizi

Belum ada rekomendasi spesifik untuk mengonsumsi DHA per harinya. Terdapat rekomendasi untuk anak hingga usia 1 tahun, yaitu 0,5 g per hari, namun rekomendasi tersebut adalah untuk omega-3 secara keseluruhan. Batas maksimal yang dianjurkan adalah 3 g kombinasi antara EPA dan DHA per hari, dengan 2 g-nya diperoleh dari makanan.

Tentang DHA

Golongan Suplemen
Kategori Obat bebas
Manfaat
  • Membantu perkembangan mata dan otak anak sejak dalam kandungan.
  • Menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) pada penderita kolesterol tinggi
  • Mengurangi risiko degenarasi makula
  • Mengurangi risiko kematian pada penderita penyakit jantung koroner.
Dikonsumsi oleh Dewasa dan ankak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori N: Belum dikategorikan.Suplemen DHA aman untuk dikonsumsi bagi ibu hamil atau menyusui, jika suplemen tersebut memang untuk ibu hamil, serta dikonsumsi sesuai informasi dalam kemasan atau sesuai dengan anjuran dokter.
Bentuk obat Kapsul lunak dan susu (bubuk dan cair)

Peringatan:

  • Ibu hamil atau menyusui dapat mengonsumsi suplemen DHA sesuai dengan anjuran dokter.
  • DHA berisiko menyebabkan gangguan pernapasan pada orang yang memiliki alergi terhadap aspirin.
  • Hindari mengonsumsi suplemen minyak ikan (yang mengandung DHA), lebih dari 3 gram per hari, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Harap berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen DHA jika menderita diabetes, penyakit liver, gangguan irama jantung (aritmia), gangguan hormon tiroid, gangguan pankreas, atau fenilketonuria.
  • Hindari konsumsi suplemen DHA jika sudah atau akan mengonsumsi minuman beralkohol pada hari tersebut.
  • Beri tahu dokter mengenai obat-obatan lain yang sedang dikonsumsi, termasuk produk herba.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi suplemen DHA, segera temui dokter.

Dosis DHA

Dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi ikan, seperti ikan salmon, sarden, tuna, atau makarel, bila ingin meningkatkan asupan DHA.

DHA sering diberikan bersama eicosapentaenoic acid (EPA) dalam bentuk minyak ikan. Dosis minyak ikan yang umumnya diberikan adalah 1 gram, yang terdiri dari 150-600 miligram EPA dan 100-350 miligram DHA.

Penggunaan DHA dalam bentuk susu formula untuk bayi dan anak-anak, sebaiknya disesuaikan dengan informasi yang tertera pada masing-masing kemasan produk susu.

Untuk ibu hamil atau menyusui sebaiknya mengonsumsi suplemen yang memang dikhususkan untuk ibu hamil atau menyusui, sesuai dengan informasi yang tertera di kemasan produk atau sesuai dengan anjuran dokter.

Menggunakan DHA dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada kemasan suplemen yang mengandung DHA sebelum mulai mengonsumsinya.

DHA dalam bentuk kapsul untuk ibu hamil sebaiknya dikonsumsi bersama dengan makanan. Kapsul wajib ditelan secara utuh. Jangan mengunyah atau menghancurkan kapsul sebelum diminum.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi suplemen DHA, disarankan segera meminumnya begitu teringat, jika jeda waktu dengan dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis DHA pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi DHA untuk jangka panjang.

Simpanlah suplemen DHA pada suhu ruangan dan dalam wadah tertutup agar tidak terpapar sinar matahari, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Obat

Suplemen DHA dapat menimbulkan interaksi yang tidak diinginkan jika dikonsumsi dengan obat-obatan berikut ini:

  • Obat pengencer darah (antikoagulan atau antiplatelet seperti aspirin): meningkatkan risiko perdarahan.
  • Obat tekanan darah: meningkatkan efek penurunan tekanan darah.
  • Pil KB: mengganggu efektivitas DHA dalam menurunkan trigliserida.
  • Orlistat: menurunkan penyerapan DHA.
  • Vitamin E: menurunkan kadar vitamin E.

Efek Samping DHA

Suplemen DHA umumnya aman bila dikonsumsi sesuai petunjuk pada kemasan atau sesuai anjuran dokter, namun tetap dapat berisiko menimbulkan efek samping, seperti: