Banyak hal yang bisa memicu stres pada wanita, mulai dari masalah berat badan hingga masalah percintaan. Namun, stres tidak akan menyelesaikan masalah yang kamu hadapi. Stres justru bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisikmu.

Stres adalah reaksi yang dihasilkan tubuh saat menghadapi suatu situasi atau peristiwa. Saat mengalami stres, kamu akan merasa napas lebih berat serta peningkatan detak jantung dan tekanan darah.

Dampak Stres pada Wanita yang Harus Diketahui - Alodokter

Banyak dampak yang dapat ditimbulkan stres, baik yang bersifat positif atau negatif. Dampak positifnya adalah stres dapat meningkatkan motivasi kamu untuk menyelesaikan masalah yang memicu stres tersebut. Stres ini tentunya dapat dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan.

Namun, ada pula stres yang bersifat negatif. Stres berat atau stres yang mengganggu kesehatan ini bisa menimbulkan masalah psikologis, seperti depresi dan gangguan cemas, dan gangguan fisik. Karena itu, stres yang menimbulkan masalah kesehatan tersebut perlu segera ditangani.

Berbagai Dampak Stres pada Wanita

Berikut ini adalah beberapa dampak stres pada wanita yang harus kamu waspadai:

1. Siklus menstruasi tidak teratur

Beban pikiran yang terlalu berat ternyata dapat memengaruhi siklus menstruasi. Saat kamu sedang stres, bagian otak yang berfungsi mengatur siklus menstruasi (hipotalamus) akan menjadi terganggu.

Kondisi ini menyebabkan hormon pengatur siklus menstruasi yang dihasilkan menjadi tidak seimbang, sehingga haid menjadi tidak teratur.

2. PMS semakin parah

PMS (Premenstrual syndrome) adalah sekumpulan gejala dan keluhan yang dirasakan wanita menjelang menstruasi. Pada beberapa wanita, gejala ini bisa dirasakan hingga masa menstruasi usai.

Gejala PMS bisa bermacam-macam, mulai dari sakit kepala, nyeri pada payudara, perubahan mood, susah tidur, pencernaan terganggu, hingga perubahan hasrat seksual. Gejala-gejala ini bisa dirasakan semakin berat ketika wanita mengalami stres menjelang masa-masa menstruasi.

3. Masalah psikologis

Ladies, stres jangan dibiarkan terlalu lama dan berlarut-larut, ya. Stres yang tidak teratasi bisa membuat wanita rentan mengalami masalah psikologis, seperti depresi, gangguan cemas, dan mudah emosi. Hal ini tentunya bisa berdampak buruk pada aktivitas dan pekerjaan sehari-hari.

4. Masalah pada kulit

Selain pikiran, ternyata stres juga dapat berpengaruh pada kondisi kulit. Stres dapat menyebabkan peningkatan produksi hormon kortisol yang bisa memicu produksi minyak berlebih pada kulit.

Selain itu, sering kali wanita lupa atau enggan merawat kulit saat sedang stres. Kedua hal inilah yang dapat memicu munculnya beberapa masalah pada kulit, salah satunya adalah jerawat.

5. Sulit berkonsentrasi

Stres bisa mengganggu perhatian dan fokusmu. Pekerjaan yang biasanya kamu bisa selesaikan dengan cepat, justru dapat memakan waktu lama ketika kamu sedang stres. Selain itu, stres juga membuatmu kehilangan gairah dan semangat untuk bekerja.

6. Gangguan tidur

Stres pada wanita juga bisa memengaruhi pola tidur. Wanita yang sedang mengalami stres cenderung sulit tidur atau sering terbangun secara tiba-tiba di sela waktu tidur.

Hal ini karena stres berlebih bisa membuat beban pikiran menumpuk bahkan menyebabkan tekanan batin, sehingga tubuh tidak bisa beristirahat dengan nyaman. Meski demikian, hal ini tidak mutlak terjadi. Ada juga sebagian wanita yang tidak mengalami gangguan tidur ketika sedang dilanda stres.

Mewaspadai Dampak Stres pada Ibu Hamil

Saat hamil, kamu mungkin merasa mudah khawatir, terutama ketika memikirkan kesehatan janin dalam kandungan. Ditambah lagi dengan banyaknya perubahan yang dilalui selama masa kehamilan, misalnya perubahan bentuk tubuh dan kelalahn karena harus menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi inilah yang bisa memicu kamu mengalami stres saat hamil.

Sebenarnya, stres saat hamil merupakan kondisi yang normal dialami oleh para ibu hamil. Namun, jika stres terjadi secara terus-menerus, maka kondisi ini akan berdampak buruk pada kesehatan janin.

Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau bahkan prematur. Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stres saat hamil dengan meningkatnya risiko gangguan tumbuh kembang bayi.

Cara Menangani Stres pada Ibu Hamil

Meski stres adalah kondisi yang umum terjadi, namun kamu harus bisa mengelola stres dengan baik, khususnya bagi kamu yang sedang mengandung. Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menangani stresnya, sehingga penting bagimu untuk memahami cara mengatasi stres yang cocok.

Untuk menangani stres, mulailah dengan mencari tahu apa yang membuat kamu stres. Setelah itu, cari cara terbaik untuk menangani stres tersebut sesuai dengan penyebabnya.

Kamu bisa bertukar pikiran dengan orang yang kamu percayai. Ceritakan apa yang membuatmu cemas kepada keluarga atau pasangan. Selain itu, mintalah suamimu untuk selalu mendukungmu selama masa kehamilan. Dengan cara ini, kamu akan merasa lebih baik.

Kamu juga bisa mengalihkan pikiranmu dengan melakukan kegiatan positif, seperti traveling atau berlibur sejenak, hingga mengambil cuti untuk beristirahat dan mengatasi kepenatan yang dirasa membuat stres.

Saat sedang stres, kamu juga dianjurkan untuk rutin berolahraga, seperti yoga untuk ibu hamil, mengonsumsi makanan sehat, dan tidur yang cukup agar kesehatanmu dan janin tetap terjaga.

Jika cara-cara di atas tidak mampu menghilangkan stres yang kamu alami, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Hal ini agar kamu tidak berlarut-larut mengalami stres. Jika sedang hamil, kamu juga bisa berkonsultasi ke dokter kandungan untuk meminta beberapa tips dan saran untuk mengatasi stres yang kamu rasakan ketika hamil.