Agar anak tidak kejang saat demam, orang tua perlu mengetahui langkah pencegahan yang tepat sejak awal. Kejang demam bisa terjadi ketika suhu tubuh meningkat cepat, sehingga penting bagi orang tua untuk memantau suhu secara berkala dan segera melakukan penanganan awal.
Kejang saat demam pada anak umumnya terjadi pada usia 6 bulan hingga 5 tahun. Kondisi yang disebut kejang demam ini biasanya muncul ketika suhu tubuh naik cepat, terutama akibat infeksi seperti flu, batuk pilek, atau penyakit menular lainnya. Meskipun umumnya tidak berbahaya, orang tua tetap perlu waspada agar penanganannya tepat sejak awal.

Kejang demam pada anak memang sering membuat panik, terutama bagi yang baru pertama kali menghadapinya. Oleh karena itu, pengetahuan dasar mengenai langkah pencegahan agar anak tidak kejang saat demam menjadi sangat membantu.
Agar Anak Tidak Kejang Saat Demam, Begini Caranya
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kejang saat anak mengalami demam:
1. Ketahui riwayat keluarga
Jika di keluarga terdapat anggota yang pernah mengalami kejang demam, risiko anak untuk mengalami hal yang sama bisa lebih tinggi. Bunda perlu untuk menyampaikan informasi ini kepada dokter saat memeriksakan anak.
Dengan mengetahui riwayat keluarga, dokter bisa memberikan saran atau langkah pencegahan tambahan, seperti pemantauan suhu yang lebih ketat atau edukasi penanganan kejang di rumah agar keluarga lebih siap.
2. Pantau suhu tubuh secara rutin
Untuk mencegah anak tidak kejang saat demam, pantau suhu tubuhnya menggunakan termometer setiap 3–4 jam sekali. Suhu tubuh yang naik secara tiba-tiba atau melebihi 38°C dapat meningkatkan risiko kejang demam.
Dengan memantau suhu tubuh Si Kecil, Bunda bisa lebih cepat mengetahui kapan demam mulai tinggi, sehingga dapat segera mengambil tindakan untuk menurunkannya. Hindari menebak-nebak suhu tubuh hanya dengan meraba kulit, karena cara ini kurang akurat dibandingkan pengukuran dengan termometer.
3. Berikan obat penurun panas
Agar anak tidak kejang saat demam, Bunda juga bisa memberikannya obat penurun panas, seperti paracetamol, terutama bila suhu tubuhnya mulai melebihi 38°C. Pastikan dosis yang diberikan tepat, sesuai petunjuk dokter atau aturan pada kemasan.
Obat penurun panas memang tidak sepenuhnya mencegah kejang demam, tetapi bisa membantu membuat anak lebih nyaman dan mengurangi risiko suhu tubuh naik terlalu tinggi. Ingat, jangan pernah memberikan aspirin kepada anak karena dapat menyebabkan efek samping serius, seperti sindrom Reye.
4. Kompres tubuh anak dengan air hangat
Jika anak masih merasa tidak nyaman setelah minum obat penurun panas, bantu dengan mengompres tubuhnya menggunakan kain bersih yang dibasahi air hangat. Tempelkan kompres di ketiak, lipatan paha, atau dahi.
Hindari menggunakan air dingin atau es, karena bisa menyebabkan tubuh anak menggigil dan justru membuat suhu tubuh naik lebih tinggi. Kompres air hangat membantu tubuh melepaskan panas dengan cara yang lebih alami dan aman.
5. Jaga anak tetap terhidrasi
Demam dapat menyebabkan tubuh anak kehilangan cairan lebih cepat, sehingga risiko dehidrasi meningkat. Oleh karena itu, pastikan anak minum air putih yang cukup. Selain air putih, Bunda juga bisa memberinya ASI, susu, atau cairan elektrolit jika diperlukan sesuai usia anak.
Tanda-tanda anak mulai dehidrasi, antara lain mulut kering, jarang buang air kecil, menangis tanpa air mata, dan terlihat lemas. Memberi cairan yang cukup akan membantu menurunkan demam dan menurunkan risiko kejang.
6. Pakaikan baju tipis dan nyaman
Saat anak demam, pilihlah pakaian yang tipis, ringan, dan mudah menyerap keringat. Hindari membungkus anak terlalu tebal atau memakaikan jaket, selimut tebal, atau pakaian berlapis-lapis. Tindakan ini justru akan menghambat pengeluaran panas tubuh.
Jadi, biarkan udara mengalir bebas di ruangan dan pastikan anak tetap merasa nyaman, tidak kepanasan atau kedinginan.
7. Awasi aktivitas anak saat demam
Selama demam, anak cenderung lemas dan mudah lelah. Oleh karena itu, agar anak tidak kejang saat demam, batasi aktivitas fisik yang berat atau berlebihan, seperti berlari atau melompat. Tujuannya supaya tubuhnya bisa beristirahat dan memulihkan diri.
Ajak anak untuk beristirahat di tempat tidur atau duduk santai sambil bermain permainan ringan. Cukup tidur juga penting untuk membantu melawan infeksi dan mempercepat pemulihan tubuh anak.
Itulah berbagai cara yang bisa orang tua lakukan agar anak tidak kejang saat demam. Penting untuk diketahui, anak yang pernah mengalami kejang demam berisiko lebih mudah kambuh saat mengalami demam tinggi.
Jika suhu anak sulit turun, ia tampak sangat lemas, atau mengalami kejang untuk pertama kali, segera cari pertolongan medis. Anda bisa Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran yang tepat atau bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika kejang tidak berhenti setelah 5 menit.