Para orang tua yang memiliki bayi sering mengeluhkan kurang tidur di malam hari karena anak terbangun beberapa kali untuk menyusu. Terkadang setelah itu, bayi susah tidur kembali dan terus terjaga sepanjang malam.

 Kendala semacam ini adalah hal yang lumrah dialami orang tua bayi baru lahir. Bayi baru lahir umumnya menghabiskan hampir sebagian besar waktunya untuk tidur. Mulai usia 3 atau 4 bulan, umumnya bayi sudah dapat tidur setidaknya lima jam berturut-turut. Namun, kondisinya dapat berbeda pada masing-masing bayi.

Agar Bayi Susah Tidur Tidak Susah Ditangani - Alodokter

Penyebab Bayi Susah Tidur

Meski terlihat selalu tidur, mereka jarang menghabiskan sekian jam berturut-turut untuk tidur. Tidurnya akan terbagi ke dalam waktu yang berbeda-beda. Bayi bisa tidur sejam, kemudian bangun 30 menit dan tertidur kembali.

Ini karena siklus tidur bayi, terutama bayi baru lahir, memang belum seperti orang dewasa. Mereka menjalani lebih banyak fase tidur rapid eye movement (REM) yang  penting untuk tumbuh kembangnya.

Perlu diketahui bahwa kondisi bayi susah tidur juga dapat diakibatkan oleh perubahan rutinitas, seperti saat perjalanan jauh atau sakit.

Mengatasi Bayi Susah Tidur

Agar Si Kecil mudah tertidur dan Anda mendapatkan waktu istirahat yang cukup, berikut beberapa tips mengatasi bayi susah tidur yang dapat Anda terapkan:

  • Atur jadwal Si Kecil

Pada pagi hingga siang hari, sedapat mungkin atur kegiatan rutin dengan pola yang sama sehingga bayi minum ASI, bermain, dan bersiap tidur berada di waktu yang kurang lebih sama pada tiap harinya.

  • Bermain di siang hari

Kegiatan di sepanjang siang dapat membuat bayi dapat tidur lebih lelap di malam hari. Rangsang bayi dengan berbagai hiburan untuk bayi, seperti menyanyi. Di siang hari, pastikan rumah mendapat pencahayaan yang terang.

  • Mandi atau membacakan cerita menjelang tidur

Bentuk kegiatan rutin harian menjelang tidur, seperti mandi, membacakan buku, atau mendengarkan musik. Lama-kelamaan, bayi akan terbiasa dan mengasosiasikan aktivitas ini dengan tidur. Tetapi hindari menerapkan rutinitas baru saat anak sedang sakit.

  • Kenali tanda-tanda Si Kecil mengantuk

Saat bayi sudah tampak mengantuk, tempatkan dia di tempat tidur agar dia turut terbiasa untuk tidur dengan sendirinya. Anak yang mengantuk dapat ditandai dengan mengucek mata, menguap, mata berair, rewel, hingga menarik-narik telinga. Maka dari itu, jangan sampai terlambat menempatkan bayi ke tempat tidur. Kondisi fisik bayi yang terlalu lelah justru menjadikan bayi lebih susah tidur. Jika tidak, dia cenderung akan bangun lebih cepat.

  • Gunakan lampu redup

Gunakan lampu redup saat bayi Anda ingin menyusu di malam hari, sehingga dia dengan cepat akan tertidur kembali.

  • Ajari Si Kecil perbedaan antara siang dan malam

Ajari bayi untuk membedakan antara waktu siang dan malam, misalnya dengan mematikan lampu di malam hari.

  • Jangan mengajak Si Kecil bermain ketika terbangun

Saat dia terbangun di malam hari, hindari mengajaknya berinteraksi atau merespons “ajakan”nya untuk bermain. Hindari juga memberinya mainan agar dia tahu bahwa malam hari bukan saatnya bermain.

Namun jika bayi masih susah tidur nyenyak di malam hari, jangan cemas, karena masih ada cara-cara lain yang bisa dicoba. Berikan dia mandi air hangat, pijat-pijat ringan tubuh bayi, atau ganti bajunya dengan pakaian tidur. Konsistensi dalam melakukan rutinitas ini akan membuat bayi merasa aman dan tidur lebih nyaman.

Ingatlah bahwa tidak semua strategi dapat berhasil, karena tiap anak dan gaya pengasuhan tiap orang tua berbeda-beda. Sebagian orang tua senang membiarkan bayinya terbangun di malam hari, karena dianggap sebagai hal yang normal, tapi ada juga yang tidak sependapat. Hal terpenting adalah hindari menetapkan standar terlalu tinggi, baik bagi diri sendiri maupun bayi.