Sering mengalami sakit kepala menjelang atau saat menstruasi? Bisa jadi kamu mengalami sakit kepala hormonal. Kondisi ini sebenarnya dapat dikendalikan dan diantisipasi lho. Yuk cari tahu lebih lanjut!

Sakit kepala hormonal pada wanita terjadi akibat perubahan kadar hormon estrogen di waktu tertentu. Estrogen mengendalikan zat kimia di otak yang memengaruhi rasa sakit. Inilah alasannya mengapa fluktuasi kadar estrogen dapat memicu sakit kepala.

Agar Sakit Kepala Hormonal Tidak Mengganggu Aktivitasmu - Alodokter

Sakit kepala hormonal ini sering disertai gejala lain, seperti:

Selain itu, juga bisa disertai dengan keinginan mengonsumsi makanan tertentu, seperti cokelat atau camilan gurih.

Kondisi yang Menyebabkan Sakit Kepala Hormonal

Ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan wanita lebih mudah mengalami sakit kepala hormonal. Berikut ini adalah beberapa contoh kondisi yang bisa menjadi penyebab sakit kepala hormonal:

1. Turunnya kadar estrogen di masa menstruasi

Menjelang masa menstruasi, kadar estrogen dan progesteron akan turun secara alami. Kondisi inilah yang umumnya menyebabkan migrain di awal masa menstruasi.

2. Konsumsi pil KB

Pada sebagian wanita, konsumsi pil KB dapat membantu meredakan sakit kepala hormonal. Namun, ada juga yang justru baru mengalami migrain setelah mengonsumsi pil KB.

3. Menopause

Menjelang masa menopause, kadar hormon estrogen dalam tubuh menurun, sehingga dapat menyebabkan sakit kepala hormonal. Sekitar sepertiga wanita mengaku bahwa sakit kepala yang mereka alami menjadi semakin parah setelah menopause. Sedangkan sisanya, justru merasa lebih baik.

4. Kehamilan

Wajar jika ibu hamil mengalami sakit kepala hormonal di masa-masa awal kehamilan, akibat perubahan kadar hormon. Tapi jangan khawatir, umumnya sakit kepala ini akan mereda dan berhenti pada 6 bulan terakhir masa kehamilan.

5. Terapi pengganti hormon (hormone replacement therapy)

Terapi yang biasa diberikan pada masa perimenopause dan menopause ini justru dapat memperparah sakit kepala hormonal pada sebagian wanita. Setelah kondisi hormon di dalam tubuh mulai stabil, biasanya sakit kepala ini akan berkurang.

6. Stres

Ketika sedang stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang dapat memicu sakit kepala serta memperburuk sakit kepala yang sudah ada.

Jangan lupa bahwa reaksi setiap wanita terhadap perubahan kadar hormon dapat berbeda-beda. Dengan mengenali reaksi tubuhmu terhadap perubahan ini, kamu baru dapat memilih penanganan yang tepat sesuai kebutuhan.

Cara Mengelola Sakit Kepala Hormonal

Meskipun penyebabnya bersifat alami, bukan berarti sakit kepala hormonal tidak dapat dikendalikan. Ketika sakit kepala hormonal menyerang, coba lakukan cara-cara ini untuk meredakannya:

  • Berbaring dalam kamar gelap dan tenang
  • Tarik napas dalam berkali-kali
  • Kompres kepala dengan es batu yang dibungkus kain
  • Pijat perlahan area yang terasa sakit
  • Banyak minum air

Sementara untuk mencegah dan mengelola sakit kepala hormonal dalam jangka panjang, beberapa tips di bawah ini bisa menjadi panduan:

1. Membuat catatan

Membuat catatan dapat membantumu mendeteksi apa yang mungkin menjadi penyebab sakit kepala. Catatan ini juga dapat membantu dokter untuk mendiagnosa kondisimu dan memberikan penanganan.

2. Mengubah pola makan

Jangan melewatkan waktu makan, terutama sarapan. Makan secara teratur dan ngemil sedikit-sedikit tapi sering dapat membantu menghindari sakit kepala hormonal. Sebaliknya, melewatkan waktu makan dapat menurunkan kadar gula darah sehingga memicu sakit kepala.

3. Kelola stres

Stres dapat memperparah sakit kepala hormonal lho. Yuk, segera kelola stres yang kamu alami. Cobalah untuk menenangkan diri dan mencukupi istirahat. Kamu juga bisa mencoba pijat atau akupuntur untuk membantu tubuh lebih rileks.

4. Obat-obatan

Sakit kepala hormonal perlu diperiksakan ke dokter. Jika rasanya tidak tertahankan, dokter dapat memberikan obat pereda nyeri atau suplemen magnesium yang dapat mengurangi intensitas sakit kepala. Hindari mengonsumsi obat sakit kepala yang dijual bebas karena belum tentu aman untuk kehamilan.

5. Tips menggunakan pil KB

Jika kamu menggunakan pil KB, berkonsultasilah ke dokter untuk mengganti pil yang kamu konsumsi dengan jenis kontrasepsi lain yang tidak mengandung hormon.

Secara umum, risiko mengalami sakit kepala hormonal dapat dikurangi dengan menjalani gaya hidup sehat. Selain makan teratur, kamu juga perlu istirahat cukup dan rutin berolahraga.

Jika sakit kepala hormonal tidak bisa kamu atasi sendiri dan mulai menggangu aktivitas, jangan segan untuk mengonsultasikannya ke dokter ya.