Apa Itu Hydrocortisone?
Hydrocortisone adalah obat yang digunakan untuk meredakan peradangan di berbagai bagian tubuh, seperti kulit, mata, dan sendi. Sediaan obat ini beragam, mulai dari salep, krim, losion, hingga tetes mata.
Hydrocortisone tergolong dalam obat kortikosteroid. Obat ini bekerja dengan menurunkan respons sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan peradangan. Agar hydrocortisone dapat bekerja secara efektif, penting untuk menggunakannya sesuai dengan kondisi atau gejala yang dialami.
Kapan Hydrocortisone Digunakan?
Hydrocortisone dapat digunakan untuk mengatasi keluhan atau gejala akibat peradangan yang dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh.
Beberapa keluhan pada kulit yang bisa diatasi dengan hydrocortisone adalah:
- Kemerahan
- Gatal
- Pembengkakan
- Ruam
Hydrocortisone juga bisa mengatasi keluhan pada mata, seperti:
- Mata berair atau banyak belek
- Gatal dan rasa mengganjal pada mata
- Nyeri
- Sensitif terhadap cahaya
- Penglihatan buram
Sementara itu, beberapa keluhan pada sendi yang bisa diatasi dengan hydrocortisone adalah:
- Nyeri
- Kaku
- Pembengkakan
- Kemerahan di area sendi yang meradang
- Keterbatasan gerak
- Kemampuan otot di sekitar sendi menurun
Apa yang Harus Diketahui Sebelum Menggunakan Hydrocortisone?
- Jika Anda memiliki alergi terhadap kandungan dalam suatu produk hydrocortisone, hindari penggunaan obat tersebut. Anda bisa memilih produk lain dengan kandungan berbeda, tetapi memberikan manfaat yang serupa.
- Jika Anda menderita diabetes, infeksi, glaukoma, dan gangguan pencernaan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan hydrocortisone.
- Jika Anda berencana atau baru saja menjalani vaksinasi, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan hydrocortisone.
- Jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan, diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan obat apa pun, termasuk produk herbal dan suplemen.
- Gunakan hydrocortisone sesuai dengan aturan pakai yang tercantum pada kemasan produk.
- Simpan hydrocortisone di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari, atau sesuai petunjuk pada kemasan produk.
- Jangan menggunakan hydrocortisone yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa.
- Salep dan krim tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka, sedangkan losion tidak boleh dipakai lebih dari 6 bulan setelah kemasan dibuka. Sementara itu, obat tetes mata tidak boleh digunakan lebih dari 1 bulan setelah kemasan dibuka.
Apa Efek Samping Hydrocortisone?
Hydrocortisone umumnya aman jika digunakan sesuai dengan aturan pakai. Namun, Anda tetap perlu mewaspadai beberapa efek samping yang mungkin muncul.
Jika menggunakan hydrocortisone dalam bentuk tablet, beberapa efek samping yang mungkin muncul adalah:
- Mual dan muntah
- Sakit kepala
- Mudah memar
- Mudah cemas
- Siklus menstruasi tidak teratur
Sementara efek samping yang mungkin muncul setelah menggunakan hydrocortisone dalam bentuk oles antara lain:
- Sensasi gatal dan terbakar pada kulit
- Kulit kemerahan
- Pertumbuhan rambut yang tidak biasa
- Perubahan warna kulit
Adapun penggunaan hydrocortisone bentuk tetes mata dapat menimbulkan efek samping berikut:
- Iritasi mata
- Mata terasa perih
- Mata merah atau berair
Kapan Harus ke Dokter?
Anda dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ke dokter jika:
- Gejala peradangan disertai dengan tanda-tanda infeksi, seperti demam atau menggigil
- Efek samping yang terjadi tidak segera mereda atau malah makin berat
- Keluhan tidak kunjung membaik atau malah memburuk meski telah memakai hydrocortisone
- Muncul reaksi alergi berat, seperti ruam, gatal, sulit bernapas, sakit kepala berat, serta bengkak di wajah dan mulut