Bondi 10 Tablet
Rp223.030
Per STRIP
Dijamin Orisinal
Tiba dalam 1 Jam
Diskon Ongkir Deskripsi
Bondi 10 Tablet bermanfaat mengobati gejala peradangan kronis di sendi akibat kerusakan pada tulang rawan (osteoarthritis) pada pinggul atau lutut.
Bondi 10 Tablet mengandung diacerein (diacetylrhein) yang bekerja dengan menghambat interleukin 1, yaitu senyawa yang menyebabkan peradangan dan kerusakan tulang rawan persendian.
Perlu diketahui efek dari Bondi 10 Tablet biasanya lambat. Bondi 10 Tablet tidak direkomendasikan untuk semua penderita osteoarthritis. Oleh karena itu, obat ini harus diperoleh berdasarkan rekomendasi dokter.
Golongan
Obat resep
Kategori
Obat antiinflamasi-antiradang
Komposisi
1 kapsul berisi diacerein 50 mg
Dikonsumsi oleh
Dewasa hingga usia 65 tahun
Kategori N: belum dikategorikan.
Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.
Diacerein dalam Bondi 10 Tablet dapat terserap ke dalam ASI. Jangan mengkonsumsi obat ini jika Anda sedang menyusui.
Bentuk obat
Kapsul
Kemasan
1 Dos isi 3 Strip x 10 Tablet
Pabrik/Manufaktur
Ethica
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Jangan mengonsumsi Bondi 10 Tablet jika Anda alergi terhadap diacerein atau obat turunan anthraquinone.
- Jangan mengonsumsi Bondi 10 Tablet jika Anda sedang menderita sakit perut tanpa sebab yang jelas, gangguan hati berat, gangguan ginjal berat, obstruksi usus, atau penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn atau ulseratif kolitis.
- Jangan mengonsumsi Bondi 10 Tablet jika Anda mengonsumsi obat pencahar (laksatif).
- Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita gangguan ginjal, gangguan hati, atau sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome/IBS).
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, mungkin hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Beri tahu dokter jika Anda mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal lain, untuk mengantisipasi interaksi antar obat yang bisa terjadi.
- Segera periksakan ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah mengkonsumsi Bondi 10 Tablet.
Dosis dan Aturan Pakai Bondi 10 Tablet
Dosis awal 50 mg 1 kali sehari saat makan malam, selama 2-4 minggu. Dosis lanjutan 50 mg, 2 kali sehari saat makan pagi dan makan malam.
Cara Mengkonsumsi Bondi 10 Tablet dengan Benar
Baca petunjuk penggunaan yang tertera dalam kemasan dan ikuti petunjuk dokter dalam mengonsumsi obat. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Telan Bondi 10 Tablet dengan utuh bersama segelas air. Obat ini perlu dikonsumsi dengan rutin selama minimal 1 bulan agar efektif.
Pastikan ada jarak 2 jam sebelum atau sesudah mengkonsumsi Atrodar Kapsul jika perlu mengkonsumsi antasida yang mengandung magnesium hidroksida, aluminium hidroksida, atau kalsium karbonat.
Saat menjalani pengobatan dengan Bondi 10 Tablet, terutama pada 1 bulan pertama, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan fungsi hati. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi efek samping yang dapat terjadi pada liver.
Simpan Bondi 10 Tablet di tempat yang sejuk dan kering. Hindarkan obat dari sinar matahari langsung dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Bondi 10 Tablet dengan Obat Lain
- Mengingat Bondi 10 Tablet mengandung diacerein, interaksi yang mungkin timbul apabila obat ini digunakan bersama obat-obatan tertentu adalah:
- Penurunan penyerapan dan efektivitas diacerein jika digunakan dengan antasida yang mengandung magnesium hidroksida, aluminium hidroksida, dan kalsium karbonat
- Peningkatan risiko terjadinya dehidrasi dan kekurangan kalium (hipokalemia) jika digunakan dengan diuretik
- Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung (aritmia) jika digunakan dengan glikosida jantung, seperti digoxin
- Peningkatan risiko terjadinya diare jika digunakan dengan antibiotik, seperti amoxicillin atau clavulanic acid; atau obat kemoterapi yang dapat berdampak pada bakteri dalam usus
Efek Samping dan Bahaya Bondi 10 Tablet
Efek samping yang mungkin timbul setelah mengkonsumsi Bondi 10 Tablet adalah:
- Sakit perut
- Sering buang air besar
- Buang gas
- Diare
- Rasa gatal pada kulit (pruritus)
- Eksim
Biasanya efek samping di atas akan berangsur-angsur membaik selama masa pengobatan. Hubungi dokter jika efek samping yang diderita semakin memburuk. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping lebih serius, seperti:
- Diare berat yang menyebabkan kekurangan cairan (dehidrasi) dan ketidakseimbangan elektrolit, seperti kelemahan otot atau jantung berdebar-debar
- Gejala penyakit hati, yang bisa ditandai dengan urine berwarna gelap dan penyakit kuning.