Clonex 500 mg 10 Kaplet

Rp16.500

Per STRIP

Dijamin Orisinal
Tiba dalam 1 Jam
Diskon Ongkir
Obat Ini Memerlukan Resep Dokter
Untuk mendapatkan resep obat ini, Anda harus chat dengan dokter terlebih dahulu.


Deskripsi

Clonex Kaplet bermanfaat untuk menghentikan perdarahan pada beberapa kondisi, seperti mimisan yang tidak kunjung berhenti, darah menstruasi berlebih (menorrhagia), cedera, perdarahan pascaprosedur cabut gigi, atau perdarahan pascaoperasi.

Clonex Kaplet bekerja dengan cara menghambat hancurnya bekuan darah yang sudah terbentuk saat terjadi perdarahan. Dengan demikian, perdarahan bisa berhenti

Golongan
Obat resep

Kategori
Obat antiperdarahan

Komposisi
Asam traneksamat 500 mg

Dikonsumsi oleh
Dewasa

Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Asam traneksamat dalam Clonex Kaplet dapat terserap ke dalam ASI, tidak boleh digunakan selama menyusui.

Bentuk obat
Kaplet salut selaput

Kemasan
Strip @ 10 kaplet

Pabrik/Manufaktur
Corsa Indonesia 

No. BPOM
DKL9904309809A1

Hal yang Harus Diperhatikan

  • Jangan mengonsumsi Clonex Kaplet jika Anda alergi terhadap asam traneksamat. Selalu beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Jangan menggunakan Clonex Kaplet tanpa petunjuk dokter jika Anda mengalami perdarahan pada saluran kemih, yang dapat ditandai dengan urine berwarna kemerahan atau seperti teh.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat perdarahan subarachnoid, penyakit jantung, penyakit katup jantung, kejang atau epilepsi, penyakit ginjal, atau buta warna yang didapatkan (tidak terjadi sejak lahir).
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami masalah kesehatan yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah, seperti emboli paru, stroke, serangan jantung, thrombosis vena dalam, atau stroke mata.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau gangguan menstruasi lain.
  • Jangan langsung mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi Clonex Kaplet, karena obat ini bisa menyebabkan pusing.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi asam traneksamat sebelum menjalani perawatan gigi atau operasi.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, guna mengantisipasi interaksi obat.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, KB suntik, implan, atau spiral.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui.
  • Segera lapor ke dokter jika muncul reaksi reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan Clonex Kaplet.

Dosis dan Aturan Pakai Clonex Kaplet

Mengingat Clonex Kaplet mengandung asam traneksamat, berikut adalah dosis umum dari penggunaan obat ini:

Kondisi: Menorrhagia

  • Dewasa: Dosis 1.000 mg, 3 kali sehari saat haid, penggunaan tidak boleh lebih dari 4 hari. Dosis dapat ditingkatkan jika terjadi perdarahan yang berat. Dosis maksimal 4.000 mg sehari.

Kondisi: Hereditary angiodema

  • Dewasa: Dosis 1.000–1.500 mg, 2–3 kali sehari, tergantung pada kondisi pasien.

Kondisi: Perdarahan akut

  • Dewasa: Dosis 1.000–1.500 mg, 2–3 kali sehari.

Kondisi: Perdarahan setelah tindakan cabut gigi pada pasien hemofilia

  • Dewasa: Dosis 1.000–1.500 mg, 3 kali sehari.

Cara Mengonsumsi Clonex Kaplet dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan obat sebelum mulai mengonsumsi Clonex Kaplet. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.

Clonex Kaplet dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan kaplet dalam kondisi utuh dengan air putih, tanpa mengunyah, membelah, atau menghancurkannya terlebih dahulu.

Bila lupa mengonsumsi Clonex Kaplet, segera konsumsi jika belum mendekati jadwal konsumsi obat berikutnya. Apabila sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis di waktu selanjutnya.

Untuk mengatasi perdarahan pada masa menstruasi, Clonex Kaplet dikonsumsi saat masa menstruasi dimulai.

Perlu diketahui bahwa obat ini digunakan untuk mengurangi darah yang keluar selama masa menstruasi, bukan untuk menghentikan keluarnya darah. Konsultasikan ke dokter jika perdarahan tidak berkurang atau makin berat.

Simpan Clonex Kaplet di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari secara langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Clonex Kaplet dengan Obat Lain

Berikut ini adalah sejumlah interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan obat yang mengandung asam traneksamat bersamaan dengan obat-obatan tertentu:

  • Peningkatan risiko terbentuknya gumpalan darah, yang bisa menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan DVT jika digunakan bersama alat kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, implan, atau KB suntik
  • Peningkatan risiko terjadinya pembentukan gumpalan darah pada penderita leukemia yang sedang menjalani terapi dengan tretinoin
  • Peningkatan efek samping penggumpalan darah jika digunakan dengan prothrombin complex concentrate atau faktor IX
  • Penurunan efek kedua obat jika asam traneksamat digunakan bersama alteplase atau streptokinase

Efek Samping dan Bahaya Clonex Kaplet

Mengingat Clonex Kaplet mengandung asam traneksamat, efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsinya adalah mual, muntah, diare, pusing, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, ruam atau gatal ringan pada kulit, hidung tersumbat, sakit perut, nyeri punggung, anemia, lemas, atau migrain.

Beri tahu dokter jika efek samping tersebut tidak mereda atau malah memburuk. Anda juga harus segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping berikut:

  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • Gangguan penglihatan, seperti gangguan melihat warna, penurunan ketajaman penglihatan, atau buta mendadak
  • Kejang
  • Sulit atau nyeri saat buang air kecil, serta urine berdarah (hematuria)
  • Gejala stroke, seperti kesemutan atau mati rasa dan lemah di salah satu sisi tubuh, sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba, bicara cadel dan tidak jelas, serta gangguan pada keseimbangan dan kendali gerak tubuh
  • Gejala emboli paru, seperti nyeri dada, batuk yang muncul tiba-tiba maupun disertai darah, atau napas cepat
  • Gejala thrombosis vena dalam, seperti bengkak, nyeri, atau rasa hangat di tungkai

Lihat Selengkapnya