Cripsa 2,5 mg 10 Tablet
Rp287.212
Per STRIP
Dijamin Orisinal
Tiba dalam 1 Jam
Diskon Ongkir Deskripsi
Cripsa 2,5 mg Tablet bermanfaat untuk mengatasi kondisi terkait kadar hormon prolaktin yang terlalu tinggi, misalnya prolaktinoma, galaktorea, dan kemandulan. Obat yang mengandung bromocriptine ini juga digunakan dalam pengobatan akromegali dan penyakit Parkinson.
Dalam mengatasi hiperprolaktinemia, bromocriptine bekerja dengan cara menekan produksi hormon prolaktin dari kelenjar pituitari. Sementara itu, untuk mengatasi akromegali, bromocriptine bekerja dengan menurunkan kadar hormon pertumbuhan (growth hormone) di dalam darah.
Bromocriptine juga merangsang sistem saraf yang berfungsi mengendalikan gerak tubuh. Dengan cara kerja ini, bromocriptine mampu meredakan gejala penyakit Parkinson, seperti tremor, otot kaku, serta kedutan atau kram otot.
Golongan
Obat resep
Kategori
Hormon sintetis
Komposisi
Bromocriptine 2,5 mg
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak usia 7 tahun ke atas
Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Bromocriptine dapat menghambat dan mengurangi produksi ASI. Obat ini tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.
Bentuk obat
Tablet
Kemasan
Strip @ 10 tablet
Pabrik/Manufaktur
Sanbe Farma
No. BPOM
DKL0522240110A1
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Cripsa 2,5 mg Tablet tidak boleh digunakan pada orang yang alergi terhadap bromocriptine atau obat ergot alkaloid lain, seperti ergotamine.
- Beri tahu dokter jika sedang menderita hipertensi yang tidak terkontrol, hipertensi pada masa kehamilan, termasuk eklamsia atau preeklamsia, atau hipertensi pada masa nifas. Cripsa 2,5 mg Tablet tidak boleh digunakan pada orang dengan kondisi tersebut.
- Beri tahu dokter jika memiliki riwayat penyakit jantung koroner, aterosklerosis, hipertensi, sindrom Raynaud, stroke, penyakit liver, tukak lambung, gangguan mental atau psikosis, perdarahan saluran cerna, hipotensi, penyakit paru-paru, atau kejang.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui. Cripsa 2,5 mg Tablet tidak boleh digunakan pada ibu menyusui karena obat ini dapat menghambat produksi ASI.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol setelah mengonsumsi Cripsa 2,5 mg Tablet, karena berisiko menyebabkan efek samping.
- Jangan mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi Cripsa 2,5 mg Tablet, karena obat ini bisa menyebabkan pusing dan kantuk berat.
- Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat lain, termasuk produk herbal dan suplemen, untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah mengonsumsi Cripsa 2,5 mg Tablet.
Dosis dan Aturan Pakai Cripsa 2,5 mg 10 Tablet
Mengingat Cripsa 2,5 mg Tablet mengandung bromocriptine, berikut adalah dosis bromocriptine berdasarkan kondisi yang ditangani:
Kondisi: Gejala hiperprolaktinemia, seperti hipogonadisme, kemandulan, atau galaktorea (keluarnya cairan mirip ASI dari puting payudara yang tidak terkait dengan kehamilan)
- Dewasa: Dosis awal adalah 1-1,25 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2-2,5 mg setelah 2-3 hari. Selanjutnya, dosis ditingkatkan sebanyak 1-2,5 mg setiap 2-3 hari sekali. Dosis maksimal 30 mg per hari.
Kondisi: Prolaktinoma
- Dewasa: Dosis awal adalah 1-1,25 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2-2,5 mg setelah 2-3 hari, kemudian 2,5 mg tiap 8 jam sekali, 2,5 mg tiap 6 jam sekali, dan 5 mg tiap 6 jam sekali. Dosis maksimal 30 mg per hari.
- Anak usia 7-17 tahun: Dosis awal adalah 1 mg, 2-3 kali sehari. Bagi anak usia 7-12 tahun, dosis maksimal 5 mg per hari. Pada anak usia di atas 13 tahun, dosis maksimal 20 mg per hari.
Kondisi: Penyakit Parkinson, sebagai obat tambahan di samping levodopa
- Dewasa: Dosis minggu pertama: 1-1,25 mg, pada malam hari. Minggu kedua: 2-2,5 mg, pada malam hari. Minggu ketiga: 2,5 mg, 2 kali sehari. Minggu keempat: 2,5 mg, 3 kali sehari. Selanjutnya, dosis ditambah sebanyak 2,5 mg tiap 3-14 hari, sesuai kebutuhan. Dosis perawatan adalah 10-30 mg per hari.
Kondisi: Akromegali
- Dewasa: Dosis awal adalah 1-1,25 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2-2,5 mg setelah 2-3 hari, kemudian 2,5 mg tiap 8 jam sekali, 2,5 mg tiap 6 jam sekali, dan 5 mg tiap 6 jam sekali.
- Anak usia 7-17 tahun: Dosis awal adalah 1,25 mg, 2 kali atau 3 kali sehari. Bagi anak usia 7-12 tahun, dosis maksimal 10 mg per hari. Pada anak usia di atas 13 tahun, dosis maksimal 20 mg per hari.
Kondisi: Menghentikan produksi ASI (karena alasan medis)
- 2,5 mg selama 2-3 hari, kemudian ditingkatkan menjadi 2,5 mg 2 kali sehari selama 14 hari.
- Kondisi: Mencegah produksi ASI setelah melahirkan (karena alasan medis)
- 2,5 mg, diberikan pada hari persalinan, kemudian dilanjutkan dengan dosis 2,5 mg, 2 kali sehari selama 14 hari.
Cara Mengonsumsi Cripsa 2,5 mg 10 Tablet dengan Benar
Ikuti instruksi dokter dan baca informasi pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Cripsa 2,5 mg Tablet. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa seizin dokter.
Konsumsilah Cripsa 2,5 mg Tablet bersama makanan untuk mencegah timbulnya mual. Telan obat ini dengan air putih. Jika lupa mengonsumsi obat ini, segera minum begitu teringat. Namun, bila sudah mendekati jadwal konsumsi berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
Perlu diketahui bahwa penggunaan Cripsa 2,5 mg Tablet bisa menyebabkan timbulnya mual, pusing, atau pingsan, terutama saat beranjak dari duduk atau dari posisi berbaring secara tiba-tiba. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, bangunlah dari tempat duduk atau dari tempat tidur secara perlahan.
Jangan menghentikan pengobatan dengan Cripsa 2,5 mg Tablet tanpa persetujuan dokter. Menghentikan pengobatan secara tiba-tiba bisa menyebabkan Anda mengalami insomnia, cemas, dan depresi. Dokter akan mengurangi dosis obat ini secara bertahap jika pengobatan memang perlu dihentikan.
Simpan Cripsa 2,5 mg Tablet di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari secara langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Cripsa 2,5 mg 10 Tablet dengan Obat Lain
Berikut adalah efek interaksi yang bisa terjadi jika obat dengan kandungan bromocriptine digunakan bersama obat-obat lain:
- Meningkatkan kadar bromocriptine dalam darah jika digunakan bersama erythromycin atau antibiotik makrolid
- Meningkatkan risiko terjadinya efek samping berbahaya jika digunakan bersama obat ergot alkaloid
- Menurunkan efektivitas bromocriptine jika digunakan bersama antagonis dopamin, seperti obat golongan phenothiazine
- Menurunkan efektivitas bromocriptine dalam menekan produksi prolaktin jika digunakan bersama domperidone atau metoclopramide
Efek Samping dan Bahaya Cripsa 2,5 mg 10 Tablet
Efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi obat dengan kandungan bromocriptine, seperti Cripsa 2,5 mg Tablet, antara lain:
- Kantuk
- Sakit kepala atau pusing
- Sulit tidur
- Mual atau muntah
- Diare atau justru sembelit
- Hilang nafsu makan
- Lelah atau lemas
Lakukan pemeriksaan ke dokter jika keluhan yang disebutkan di atas tidak kunjung reda atau makin parah. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:
- Gangguan penglihatan, seperti pandangan buram
- Linglung, halusinasi, atau terasa akan pingsan
- BAB berdarah, muntah darah, atau muntah seperti ampas kopi
- Nyeri dada, jantung berdebar, sesak napas terutama saat berbaring
- Bengkak di tangan atau kaki, jarang berkemih
- Kesemutan, mati rasa, atau nyeri di jari-jari, terutama saat terpapar suhu dingin
- Gerak otot yang tidak terkendali, serta hilang keseimbangan atau koordinasi gerak tubuh
- Kejang
- Kesulitan berbicara
Hentikan penggunaan Cripsa 2,5 mg Tablet dan segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat, seperti ruam, gatal-gatal, sakit perut parah, bengkak di kelopak mata atau bibir, dan sesak napas, setelah mengonsumsi obat ini.