Depakote ER 500 mg 100 Tablet
Rp2.407.900
Per BOTOL
Dijamin Orisinal
Tiba dalam 1 Jam
Diskon Ongkir Deskripsi
Depakote ER 250 mg Tablet bermanfaat untuk mengobati kejang akibat epilepsi.
Depakote ER 250 mg Tablet mengandung sodium divalproex yang bekerja dengan cara menyeimbangkan zat yang diproduksi oleh saraf otak (neurotransmitter) sehingga mampu menghentikan kejang. Obat ini juga bisa digunakan untuk mencegah migrain atau mengatasi episode manik dari gangguan bipolar.
Golongan
Obat resep
Kategori
Antikejang/Antikonvulsan
Komposisi
Sodium divalproex 250 mg
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak usia 10 tahun atau lebih
Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan sodium divalproex berisiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Sodium divalproex bisa meningkatkan risiko janin mengalami kelainan lahir, seperti bibir sumbing atau penyakit jantung bawaan.
Sodium divalproex yang terkandung di dalam Depakote ER 250 mg Tablet terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa persetujuan dokter.
Bentuk Obat
Tablet lepas lambat
Kemasan
Dus, botol @ 100 tablet
Pabrik/Manufaktur
Abbot Indonesia
No. BPOM
DKL1800206814B1
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Jangan mengonsumsi Depakote ER 500 mg Tablet jika Anda alergi terhadap bahan yang terkandung di dalam produk ini, atau obat yang mengandung valproat, seperti asam valproat atau sodium valproat.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita penyakit hati, gangguan metabolisme urea, kecanduan alkohol, pankreatitis, gangguan pembekuan darah, demensia, depresi, malnutrisi, atau kelainan genetik, seperti Alper-Huttenlocher syndrome.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol, berkendara, atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan kewaspadaan, setelah mengonsumsi Depakote ER 500 mg Tablet. Pada sebagian orang, obat ini dapat menyebabkan kantuk, pusing, atau pandangan buram.
- Gunakan kondom atau alat kontrasepsi lain untuk mencegah kehamilan selama menjalani pengobatan dengan Depakote ER 500 mg Tablet. Konsultasikan dengan dokter mengenai alat kontrasepsi yang paling efektif untuk Anda.
- Beri tahu dokter jika sedang hamil atau menyusui sebelum menggunakan Depakote ER 500 mg Tablet. Informasikan juga kepada dokter jika ingin merencanakan kehamilan atau mungkin hamil selama menggunakan obat ini.
- Hindari aktivitas seperti olahraga dengan kontak fisik yang keras selama menggunakan Depakote ER 500 mg Tablet. Hati-hati saat beraktivitas dengan benda tajam atau yang berisiko menyebabkan perdarahan, seperti menggunting kuku atau bercukur.
- Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi interaksi obat.
- Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah mengonsumsi Depakote ER 500 mg Tablet.
Dosis dan Aturan Pakai Depakote ER 500 mg Tablet
Mengatasi kejang akibat epilepsi
- Dewasa dan anak usia 10 tahun ke atas: Dosis awal 10–15 mg/kg berat badan (kgBB) per hari dan ditingkatkan sebanyak 5-10 mg/kgBB per minggu. Dosis maksimal 60 mg/kgBB per hari.
Mengobati episode manik dari gangguan bipolar
- Dewasa: Dosis awal 25 mg/kgBB per hari. Dosis maksimal 60 mg/kgBB per hari.
Mencegah migrain
- Dewasa: Dosis awal 500 mg 1 kali sehari, selama 1 minggu, dapat ditingkatkan sampai 1.000 mg 1 kali sehari.
Cara Mengonsumsi Depakote ER 500 mg Tablet dengan Benar
Ikuti petunjuk dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan Depakote ER 500 mg Tablet sebelum mengonsumsinya. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dikonsumsi tanpa persetujuan dokter.
Depakote ER 500 mg Tablet perlu dikonsumsi pada waktu makan untuk mencegah sakit maag. Telan tablet Depakote ER secara utuh dengan air putih, tanpa dikunyah atau dihancurkan terlebih dahulu.
Bila lupa mengonsumsi Depakote ER 500 mg Tablet, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
Jangan berhenti mengonsumsi Depakote ER 500 mg Tablet tanpa persetujuan dokter. Berhenti menggunakan obat secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko terjadinya kejang yang parah.
Selama menjalani pengobatan dengan Depakote ER 500 mg Tablet, dokter akan meminta Anda untuk menjalani kontrol rutin dan tes darah atau urine secara rutin. Selalu ikuti arahan dari dokter.
Simpan Depakote ER 500 mg Tablet di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari secara langsung. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Depakote ER 500 mg Tablet dengan Obat Lain
Mengingat Depakote ER 500 mg Tablet mengandung sodium divalproex, efek interaksi yang bisa terjadi bila obat ini digunakan secara bersamaan dengan obat lain adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya pusing, kantuk, linglung, dan sulit berkonsentrasi, jika digunakan dengan aripiprazole, pregabalin, atau quetiapine
- Peningkatan risiko terjadinya demam, lemas, kantuk, mual, muntah, atau sakit perut, jika digunakan bersama aspirin yang sudah dikonsumsi dalam jangka panjang
- Peningkatan risiko terjadinya kadar natrium dalam darah terlalu rendah (hiponatremia), atau kejang, jika digunakan dengan sertraline, duloxetine,atau escitalopram
- Peningkatan risiko terjadinya kejang, gelisah, tremor, atau pingsan, jika digunakan bersama clarithromycin atau erythromycin
Efek Samping dan Bahaya Depakote ER 500 mg Tablet
Efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi Depakote ER 500 mg Tablet antara lain:
- Mual atau muntah
- Kram perut
- Sakit maag
- Diare
- Sakit kepala
- Kantuk
- Pusing
- Hilang nafsu makan
Efek samping lain yang mungkin timbul setelah mengonsumsi obat dengan kandungan sodium divalproex adalah:
- Rambut rontok
- Penglihatan menjadi buram
- Telinga berdenging (tinnitus)
- Kesulitan menjaga keseimbangan
- Tubuh gemetar (tremor)
- Berat badan menurun atau malah meningkat
- Perubahan siklus menstruasi
Periksakan diri ke dokter jika efek samping yang disebutkan di atas tidak kunjung mereda atau bertambah berat. Hentikan konsumsi obat ini dan segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat, seperti biduran, gatal-gatal, mata atau bibir bengkak, serta efek samping yang lebih serius, seperti:
- Gangguan otak (ensefalopati), yang bisa ditandai dengan muntah, linglung, tubuh terasa lemas, atau penurunan kesadaran
- Tubuh mudah memar, gusi berdarah, buang air kecil atau buang air besar berdarah
- Perubahan suasana hati, depresi, atau muncul keinginan untuk bunuh diri
- Nyeri dada dan denyut jantung tidak beraturan (aritmia)
- Bengkak di tangan dan kaki
- Gerakan mata yang tidak terkontrol (nistagmus)
- Gangguan pernapasan
- Tubuh mengigigil
- Pingsan