Ikamicetin 2% Salep 15 gr

Rp22.512

Per TUBE

Dijamin Orisinal
Tiba dalam 1 Jam
Diskon Ongkir
Obat Ini Memerlukan Resep Dokter
Untuk mendapatkan resep obat ini, Anda harus chat dengan dokter terlebih dahulu.


Deskripsi

Ikamicetin 2% Salep bermanfaat untuk mengobati konjungtivitis akibat infeksi bakteri pada mata.

Ikamicetin 2% Salep bekerja dengan cara membasmi bakteri penyebab infeksi dan menghentikan pertumbuhannya.

Golongan

Obat resep

Kategori

Obat mata

Komposisi

Chloramphenicol 2%

Digunakan oleh

Dewasa dan anak-anak (di atas 2 tahun)

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin, namun belum ada studi terkontrol terhadap wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Kalmicetine salep mata dapat terserap ke dalam ASI. Bila sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk obat

Salep mata

Kemasan

Tube @ 15 Gram

Pabrik/Manufaktur

IKAPHARMINDO

No. BPOM

DKL7209307930A1

Hal yang Perlu Diperhatikan

Jangan menggunakan Kalmicetine salep mata jika Anda memiliki alergi, terutama terhadap obat ini.

Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Kalmicetine salep mata, jika Anda atau keluarga memiliki riwayat anemia aplastik, gangguan sumsum tulang, penyakit ginjal, dan penyakit liver.

Beri tahu dokter jika Anda baru mengalami cedera, menjalani operasi (termasuk operasi gigi), atau pengobatan dengan radioterapi dan kemoterapi.

Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, terutama obat yang bisa menaikkan tekanan darah, produk herba, maupun suplemen.

Beri tahu dokter jika Anda kan melakuan vaksinasi terutama dengan vaksin hidup, seperti vaksin tifoid, kolera, dan BCG.

Konsultasikan penggunaan Kalmicetine salep mata bila Anda menderita diabetes, karena obat ini dapat memengaruhi hasil uji gula darah.

Jika pandangan menjadi buram setelah menggunakan Kalmicetine salep mata, jangan mengemudikan kendaraan sebelum bisa melihat dengan jelas.

Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan Kalmicetine salep mata.

Dosis dan Aturan pakai Ikamicetin 2% Salep

Oleskan Ikamicetin 2% Salep sebanyak 4-5 kali sehari hingga infeksi sembuh, atau sesuai anjuran dokter. Jangan menggunakan obat lebih dari 1 minggu, kecuali atas saran dokter.

Cara Menggunakan Ikamicetin 2% Salep dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan Kalmicetine salep mata sebelum mulai menggunakannya.

Cuci tangan sebelum menggunakan Kalmicetine salep mata, dan pastikan mata dalam kondisi bersih. Tenggakkan kepala ke belakang, tarik kelopak mata bagian bawah hingga membentuk kantung dengan satu tangan, dan oleskan obat dengan tangan yang satunya.

Setelah itu, tutup mata selama 1–2 menit sambil memutar-mutar bola mata agar obat meresap ke dalam area infeksi. Usap bercak salep yang tersisa di sekitar mata.

Mata dapat menjadi lebih sensitif saat menggunakan Kalmicetine salep mata. Jadi, jauhkan mata dari paparan sinar matahari, misalnya dengan mengenakan kacamata hitam. Jangan menggunakan lensa kontak selama pengobatan dengan Kalmicetine salep mata.

Interaksi Ikamicetin 2% Salep dengan Obat Lain

Penurunan efektivitas Kalmicetine dalam membasmi bakteri bila digunakan bersama rifampicin dan phenobarbital

Peningkatan risiko terjadinya efek samping yang fatal jika digunakan bersama obat yang bisa menekan fungsi sumsum tulang

Peningkatan risiko terjadinya efek samping phenytoin, ciclosporin, dan tacrolimus

Penurunan efektivitas ceftazidime, cynacobalamin (vitamin B12), dan beberapa vaksin hidup, seperti vaksin BCG, vaksin kolera, dan vaksin tifoid

Penurunan efektivitas antibiotik lain, seperti ceftriaxone, dalam mengatasi infeksi bakteri

Peningkatan risiko terjadinya perdarahan bila digunakan bersama warfarin

Peningkatan efek obat antidiabetes golongan sulfonilurea, seperti gliclazide dan glipizide, sehingga dapat terjadi hipoglikemia

Efek Samping dan Bahaya Ikamicetin 2% Salep

Efek samping di bawah ini jarang terjadi. Namun, segera hentikan pemakaian obat dan hubungi dokter jika Anda mengalaminya.

Pusing

Sakit kepala

Mual atau muntah

Diare

Sensasi tersengat pada mata atau telinga

Pandangan kabur

Lihat Selengkapnya