Iremax 10 Tablet

Rp22.595

Per STRIP



Deskripsi

Golongan

Obat Bebas Terbatas

Iremax Tablet bermanfaat untuk meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, migrain, nyeri otot, sakit gigi, nyeri haid, dan nyeri pasca operasi. Selain itu, Iremax Tablet juga bisa digunakan untuk meredakan demam.

Iremax Tablet mengandung kombinasi ibuprofen dengan paracetamol. Obat ini bekerja pada pusat pengaturan suhu di otak untuk menurunkan suhu tubuh saat seseorang mengalami demam. Selain itu, obat ini juga bisa menghambat pembentukan prostaglandin sehingga bisa meredakan nyeri.

Golongan

Obat bebas terbatas

Kategori

Obat penurun demam dan pereda nyeri/ Obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS/NSAID

Komposisi

Ibuprofen 200 mg dan paracetamol 350 mg

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Pada trimester 1 dan 2 kehamilan

Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping ibuprofen terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. 

Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Pada trimester 3 dan menjelang persalinan

Kategori D: Ada bukti bahwa ibuprofen berisiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.

Ibuprofen dan paracetamol yang terkandung di dalam Iremax dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa persetujuan dokter.

Bentuk obat

Tablet 

Kemasan

Strip @ 10 tablet

Pabrik/Manufaktur

Guardian Pharmatama

No. BPOM

DTL9708009410A1

 Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Jangan mengonsumsi Iremax Tablet jika Anda alergi terhadap paracetamol, ibuprofen, atau obat golongan NSAID lainnya.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat tukak lambung, perdarahan saluran cerna, gagal jantung, perdarahan di otak, gangguan pembekuan darah, kolitis ulseratif, penyakit Crohn, cedera tulang belakang, asma, gagal ginjal, gagal hati, atau kecanduan alkohol.
  • Jangan memberikan Iremax Tablet pada anak usia di bawah 18 tahun tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau baru saja menjalani operasi bypass jantung.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit jantung, stroke, hipertensi, lupus, penyakit liver, penyakit ginjal, defisiensi G6DP, malnutrisi, anoreksia, bulimia, cachexia, atau hipovolemia.
  • Jangan langsung berkendara atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Iremax Tablet, karena kandungan dalam obat ini dapat menyebabkan pusing, kantuk, dan gangguan penglihatan.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan obat yang mengandung paracetamol karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi interaksi obat.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang berat, atau overdosis setelah mengonsumsi Iremax Tablet.

Dosis dan Aturan Pakai Iremax Tablet

  • Dewasa: 1 tablet, tiap 6 jam sekali bila diperlukan. Durasi pengobatan maksimal 10 hari.

Cara Mengonsumsi Iremax Tablet dengan Benar

Baca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat sebelum mulai mengonsumsi Iremax Tablet atau ikuti anjuran dokter. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa seizin dokter.

Konsumsi Iremax Tablet segera sesudah makan. Telan tablet Iremax dalam kondisi utuh dengan air putih. Jangan berbaring hingga 10 menit setelah mengonsumsi obat ini untuk mencegah naiknya asam lambung.

Selama menggunakan Iremax Tablet, pasien dianjurkan untuk banyak minum air putih. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya gangguan fungsi ginjal.

Periksakan diri ke dokter jika demam berlangsung lebih dari 3 hari, atau jika nyeri tidak kunjung mereda dalam waktu 10 hari setelah penggunaan Iremax Tablet.

Simpan Bimacyl Tablet di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari, serta jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

InteraksiIremax Tablet dengan Obat Lain

Mengingat Iremax Tablet mengandung ibuprofen dan paracetamol, interaksi yang bisa timbul jika obat ini digunakan bersama obat tertentu adalah:

  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan warfarin
  • Penurunan kadar paracetamol dalam darah jika digunakan dengan carbamazepine, phenobarbital, phenytoin, atau primidone
  • Peningkatan penyerapan paracetamol jika digunakan dengan domperidone, chloramphenicol, metoclopramide, atau probenecid
  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan isoniazid
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping obat busulfan jika digunakan bersamaan
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan saluran cerna jika digunakan bersama aspirin, warfarin, heparin, clopidogrel, ticagrelor, obat kortikosteroid, atau obat antidepresan jenis selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), seperti escitalopram atau fluoxetine
  • Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia dan kerusakan ginjal jika digunakan dengan ciclosporin atau tacrolimus
  • Peningkatan kadar ibuprofen yang dapat memicu efek samping jika digunakan bersama lithium atau methotrexate
  • Penurunan efektivitas dari ACE inhibitor atau ARB sebagai obat antihipertensi

Efek Samping dan Bahaya Iremax

Efek samping yang bisa timbul setelah mengonsumsi obat dengan kandungan kombinasi ibuprofen dengan paracetamol antara lain:

  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Sakit perut atau sakit maag
  • Diare atau justru sembelit
  • Sulit tidur
  • Pusing
  • Gelisah
  • Telinga berdenging

Periksakan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung mereda atau memburuk. Anda juga harus segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat, yang bisa ditandai dengan gejala seperti biduran, mata atau bibir bengkak, kulit melepuh, atau sesak napas. 

Segera juga ke dokter jika mengalami efek samping yang lebih berat berikut ini:

  • BAB berdarah, muntah darah atau muntah seperti ampas kopi
  • Urine berwarna gelap, bengkak di tungkai atau kaki, warna kulit dan bagian putih mata menguning (penyakit kuning)
  • Mudah memar atau mimisan
  • Jarang buang air kecil

Lihat Selengkapnya