Microgest 100 mg 15 Kapsul

Rp300.533

Per STRIP

Dijamin Orisinal
Tiba dalam 1 Jam
Diskon Ongkir
Obat Ini Memerlukan Resep Dokter
Untuk mendapatkan resep obat ini, Anda harus chat dengan dokter terlebih dahulu.


Deskripsi

Microgest 100 mg 30 Tablet bermanfaat untuk mengatasi gangguan siklus menstruasi dan ovulasi akibat kekurangan hormon progesteron.

Microgest 100 mg 30 Tablet mengandung progesteron sintetis. Hormon progesteron yang ada di dalam tubuh wanita berperan penting dalam mengatur siklus ovulasi dan menstruasi, membantu implantasi hasil pembuahan, serta mempertahankan kehamilan.

Golongan

Obat resep

Kategori

Preparat hormon

Komposisi

Progesteron 100 mg

Digunakan oleh

Wanita dengan masalah ketidakseimbangan hormon

Untuk trimester pertama kehamilan

Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter perihal penggunaan progesteron jika Anda sedang hamil.

Untuk trimester kedua dan ketiga kehamilan

Sesudah memasuki trimester kedua dan seterusnya, progesteron tidak boleh digunakan saat kehamilan karena dapat membahayakan bayi yang belum lahir.

Progesteron dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk obat

Kapsul lunak

Kemasan

2 Blister @ 15 kapsul lunak

Pabrik/Manufaktur

PT. LAPI Laboratories/Nextpharma Ploermel

No. BPOM

DKL2013322102A1

Hal yang Perlu Diperhatikan

Jangan menggunakan Microgest 100 mg 30 Tablet jika Anda alergi terhadap progesteron dan kacang.

Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami perdarahan pada vagina yang belum diketahui sebabnya, kanker payudara atau organ reproduksi, porfiria, atau penyakit hati.

Beri tahu dokter jika Anda baru saja mengalami serangan jantung, stroke, atau penyumbatan pembuluh darah, seperti emboli paru atau thrombosis vena dalam.

Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung, migrain, asma, epilepsi, hipertensi, penyakit ginjal, diabetes melitus, depresi, kolesterol tinggi, hiperkalsemia, systemic lupus erythematosus (SLE), atau penyakit tiroid.

Beri tahu dokter jika Anda memiliki berat badan berlebih (obesitas) atau kebiasaan merokok.

Jangan melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan, seperti mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat setelah menggunakan Microgest 100 mg 30 Tablet, karena kandungan progesteron dalam obat ini bisa menyebabkan pusing dan kantuk.

Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan Microgest 100 mg 30 Tablet sebelum menjalani operasi, termasuk operasi gigi.

Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, mungkin hamil, atau sedang menyusui.

Konsultasikan dengan dokter perihal pemberian progesteron tablet atau kapsul pada lansia di atas usia 65 tahun, karena efek samping lebih mungkin terjadi pada lansia.

Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.

Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosissetelah menggunakan progesteron.

Dosis dan Aturan Pakai Microgest 100 mg 30 Tablet

Dosisnya adalah 200–300 mg per hari sebagai dosis tunggal atau dibagi ke dalam 2 dosis. Untuk membantu kehamilan, dosis dapat ditingkatkan hingga 600 mg per hari dibagi ke dalam 3 dosis. Lama pengobatan tergantung indikasi dan efektivitas pengobatan.

Cara Mengonsumsi Microgest 100 mg 30 Tablet dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang terdapat pada kemasan Microgest 100 mg 30 Tablet. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Microgest 100 mg 30 Tablet sebaiknya dikonsumsi saat malam atau menjelang tidur. Telan kapsul dengan air putih. Periksakan diri Anda ke dokter secara berkala selama menggunakan obat ini agar perkembangan kondisi bisa tetap dikontrol.

Selama menggunakan progesteron, Anda disarankan untuk memeriksa payudara secara mandiri (periksa payudara sendiri atau SADARI) dan melakukan pemeriksaan ginekologi ke dokter secara teratur. Ikuti jadwal kontrol yang telah ditentukan oleh dokter.

Simpan Microgest 100 mg 30 Tablet ditempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Microgest 100 mg 30 Tablet dengan Obat Lain

Mengingat Microgest 100 mg 30 Tablet mengandung progesteron, efek interaksi yang dapat terjadi jika obat ini digunakan secara bersamaan dengan obat lain adalah:

Peningkatan kadar dan risiko terjadinya efek samping yang fatal dari progesteron jika digunakan dengan morfin

Penurunan kadar dan efektivitas progesteron dalam darah jika digunakan dengan rifampicin, carbamazepine, phenobarbital, phenytoin, griseofulvin, atau spironolactone

Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari progesterone jika digunakan dengan ketoconazole atau ritonavir

Peningkatan kadar dan risiko terjadinya efek samping ciclosporin

Penurunan efektivitas obat antidiabetes, seperti acarbose, glimepiride, atau pioglitazone

Efek Samping dan Bahaya Microgest 100 mg 30 Tablet

Mengingat Microgest 100 mg 30 Tablet mengandung progesteron, efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi obat ini adalah muncul jerawat, kloasma (bercak coklat di wajah), bengkak pada kaki, nyeri payudara, sakit kepala, insomnia, mual, muntah, atau sakit perut, diare, batuk, pusing, kelelahan, nyeri sendi, perubahan suasana hati.

Periksakan diri ke dokter jika efek samping tersebut tidak membaik atau justru bertambah berat. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius, seperti:

Demam

Alopecia (kebotakan atau kerontokan rambut)

Hirsutisme, yang bisa ditandai dengan tumbuhnya rambut tebal di wajah (janggut), dada, dan punggung

Amenorrhea (tidak haid selama 3 bulan atau lebih)

Perdarahan dari vagina di luar siklus menstruasi

Depresi

Penggumpalan darah dan penyumbatan di pembuluh darah vena, yang bisa ditandai dengan bengkak dan nyeri di kaki

Benjolan di payudara

Migrain yang mengganggu

Kejang

Mati rasa di satu sisi tubuh

Sulit berbicara

Sulit bernapas

Detak jantung terasa cepat

Gangguan penglihatan

Tremor

Nyeri dada

Lihat Selengkapnya