Mycorine Krim 15 gr

Rp62.630

Per TUBE



Deskripsi

Golongan

Obat Bebas Terbatas

Mycorine Krem bermanfaat untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, seperti kurap (tinea), kutu air, panu, dan candidiasis.

Mycorine Krem merupakan obat anti jamur yang bekerja dengan cara merusak struktur sel jamur dan mencegah pertumbuhan jamur lebih banyak pada kulit.

Golongan
Obat bebas terbatas

Kategori
Antijamur

Komposisi
Miconazole nitrate 2%

Digunakan oleh
Anak hingga dewasa

Kategori C: Miconazole pada studi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan produk ini jika Anda sedang hamil.

Belum diketahui apakah miconazole dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa persetujuan dokter.

Bentuk Obat
Krim

Kemasan
Dus, tube @ 15 gram

Pabrik/Manufaktur
Galenium Pharmasia Laboratories

No. BPOM
DTL9127800729A1

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Jangan menggunakan Mycorine Krem jika Anda alergi terhadap miconazole atau obat antijamur gologan azole lainnya, seperti ketoconazole, clotrimazole, atau itraconazole. 
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Mycorine Krem untuk anak usia di bawah 2 tahun.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain yang juga dioleskan ke kulit, termasuk produk herbal, untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Segera temui dokter jika timbul reaksi alergi obat setelah menggunakan Mycorine Krem.

Dosis dan Aturan Pakai Mycorine Krem 

Mengingat Mycorine Krem mengandung miconazole, berikut adalah rincian dosisnya:

Kondisi: Infeksi jamur pada kulit (tinea pedis, tinea cruris, tinea corporis, panu, candidiasis)

  • Dewasa dan anak-anak
    Oleskan 2 kali sehari selama 2–6 minggu. Lanjutkan penggunaan obat sampai 1 minggu setelah keluhan hilang.

Kondisi: Infeksi jamur pada kuku

  • Dewasa dan anak-anak
    Oleskan krim 1–2 kali sehari. Lanjutkan penggunaan obat sampai 10 hari setelah keluhan hilang.

Cara Menggunakan Mycorine Krem dengan Benar  

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan Mycorine Krem sebelum menggunakannya. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa seizin dokter.

Cuci tangan sebelum dan setelah menggunakan obat. Cuci dan keringkan juga area yang mengalami infeksi jamur sebelum mengoleskan Mycorine Krem. Oleskan krim ke area kulit yang mengalami infeksi jamur dan usap perlahan untuk meratakannya.

Hindarkan Mycorine Krem dari area mata, hidung, atau mulut. Bila tidak sengaja mengenai bagian tersebut, segera bersihkan dengan air yang mengalir.

Setelah mengoleskan Mycorine Krem, jangan menutup area yang infeksi, kecuali jika disarankan oleh dokter.  

Untuk meningkatkan efektivitas Mycorine Krem, jangan mengenakan pakaian ketat atau berbahan sintetis yang tidak menyerap keringat. Kenakan pakaian longgar dan berbahan katun atau bahan alami lainnya.

Gunakan Mycorine Krem secara rutin guna memperoleh hasil pengobatan yang maksimal. Disarankan untuk menggunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya agar lebih mudah mengingat jadwal penggunaan.

Simpan Mycorine Krem di tempat yang sejuk dan terhindar dari hawa panas, kondisi yang lembap, serta sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.  

Interaksi Mycorine Krem dengan Obat Lain

Miconazole yang dioleskan pada kulit hanya sedikit terserap ke aliran darah. Oleh karena itu, kecil kemungkinan obat ini menyebabkan interaksi dengan obat yang diminum. Namun, terkadang miconazole oles juga bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan atau memar jika digunakan dengan warfarin.

Efek Samping dan Bahaya Mycorine Krem 

Mycorine Krem mengandung miconazole. Efek samping yang bisa terjadi akibat penggunaan miconazole adalah: 

  • Kulit kemerahan
  • Biduran
  • Hipopigmentasi
  • Kulit melepuh
  • Kulit terasa panas atau perih
  • Kulit bengkak
  • Kulit mengelupas
  • Dermatitis kontak

Konsultasikan dengan dokter jika efek samping di atas tidak segera mereda atau makin berat. Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat, yang bisa ditandai dengan biduran, gatal-gatal, bengkak di lidah atau bibir, dan sesak napas.

Lihat Selengkapnya