Pedab 80 mg 10 Tablet
Rp27.830
Per STRIP
Dijamin Orisinal
Tiba dalam 1 Jam
Diskon Ongkir Deskripsi
Pedab Tablet bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.
PedabTablet mengandung Gliclazide yang bekerja merangsang pankreas untuk menghasilkan lebih banyak hormon insulin. Hormon ini berfungsi memasukkan gula darah ke dalam sel tubuh sehingga kadar gula darah bisa menurun.
Kadar gula darah yang terkontrol dengan baik dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi diabetes, seperti kerusakan mata (retinopati diabetik), kerusakan saraf (neuropati diabetik), kerusakan ginjal (nefropati diabetik), stroke, atau serangan jantung.
Golongan
Obat resep
Kategori
Obat Antidiabetes
Komposisi
Gliclazide 80 mg
Dikonsumsi oleh
Dewasa
Pedab Tablet untuk ibu hamil dan menyusui
Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Kandungan Pedab dalam Pedab Tablet mungkin dapat menyebabkan kekurangan gula darah pada janin.
Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Belum diketahui apakah kandungan gliclazide dalam Pedab Tablet terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa persetujuan dokter.
Bentuk obat
Tablet
Kemasan
Strip @ 10 tablet
Pabrik/Manufaktur
Otto Pharmaceutical Industries - Indonesia
No. BPOM
DKL8918807210A1
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Jangan mengonsumsi Pedab Tablet jika Anda alergi terhadap Pedab atau obat antidiabetes golongan sulfonilurea lain, seperti glibenclamide.
- Beri tahu dokter jika sedang atau pernah menderita penyakit ginjal, penyakit hati, porfiria, penyakit defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD), atau diabetes tipe 1.
- Hindari paparan sinar matahari secara berlebihan dan gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar rumah pada siang hari, karena Pedab dapat membuat kulit Anda lebih mudah terbakar sinar matahari.
- Beri tahu dokter bahwa Anda mengonsumsi Pedab Tablet sebelum menjalani perawatan gigi atau operasi.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Pedab Tablet.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping serius, atau overdosis setelah mengonsumsi Pedab Tablet.
Dosis dan Aturan Pakai Pedab Tablet
Dosis awal penggunaan kandungan gliclazide dalam Pedab Tablet adalah 40–80 mg per hari, 1 kali sehari, saat sarapan. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap sampai 320 mg per hari bila diperlukan.
Jika dosis lebih dari 160 mg per hari, dosis perlu dibagi dalam 2 kali pemberian, yaitu saat sarapan dan saat makan malam.
Cara Mengonsumsi Pedab Tablet dengan Benar
- Ikuti anjuran dokter dan aturan pakai yang tertera pada kemasan Pedab Tablet sebelum mulai mengonsumsinya. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa seizin dokter.
- Konsumsilah Pedab Tablet pada waktu makan atau segera setelah makan.
- Selama mengonsumsi Pedab Tablet, beri tahu dokter jika Anda mengalami cedera berat, demam, atau gejala infeksi, seperti batuk, pilek, diare, dan nyeri tenggorokan. Kondisi-kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kadar gula darah. Bila perlu, dokter akan menyesuaikan dosis Pedab dengan kondisi Anda.
- Konsumsi Pedab Tablet terkadang dapat menyebabkan hipoglikemia atau gula darah rendah. Untuk mencegah hal tersebut, makanlah secara teratur dengan gizi yang seimbang. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter mengenai pola makan dan makanan yang aman untuk penderita diabetes.
- Pengobatan diabetes dengan Pedab Tablet harus disertai dengan kedisiplinan dalam menerapkan pola makan sehat yang dianjurkan dokter dan rajin berolahraga. Selain itu, penderita harus memeriksakan kadar gula darah secara berkala.
- Simpan Pedab Tablet di tempat yang sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Pedab Tablet dengan Obat Lainnya
Efek interaksi yang bisa terjadi jika kandungan gliclazide dalam Pedab Tablet digunakan bersama obat lain adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan dengan penghambat beta, fluconazole, ACE inhibitors, MAOI, sulfonamida, clarithromycin, antagonis H2, dan OAINS
- Peningkatan efek obat dalam menurunkan gula darah jika digunakan dengan obat antidiabetes lain
- Penurunan efektivitas Pedab jika digunaan dengan danazol, terbutaline, chlorpromazine, kortikosteroid, salbutamol, barbiturat, dan estrogen
- Peningkatan risiko terjadinya ketidakstabilan kadar gula darah jika digunakan dengan fluoroquinolone
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan warfarin
Efek Samping dan Bahaya Pedab Tablet
Salah satu efek samping akibat penggunaan Pedab Tablet adalah hipoglikemia. Beberapa gejala hipoglikemia adalah lapar, pusing, sulit konsentrasi, gemetar, lemas, atau keringat dingin. Segera konsumsi makanan atau minuman manis jika muncul efek samping tersebut.
Efek samping lain yang bisa muncul setelah mengonsumsi Pedab Tablet adalah mual atau muntah, sakit maag, sakit kepala, sembelit atau justru diare.
Periksakan ke dokter jika efek samping di atas tidak segera mereda atau bertambah parah. Hentikan konsumsi obat dan segera ke dokter bila muncul reaksi alergi atau efek samping serius, seperti:
- Detak jantung cepat atau tidak teratur
- Gangguan hati, misalnya penyakit kuning
- Feses berwarna hitam dan berbentuk seperti aspal cair
- Muntah dengan ampas seperti bubuk kopi
- Kelainan darah, yang dapat ditandai dengan memar dan perdarahan yang tidak kunjung membaik, sakit tenggorokan, atau demam