Proris 200 Mg 10 Kaplet

Rp11.910

Per BLISTER



Deskripsi

Golongan

Obat Bebas

Proris Kaplet bermanfaat untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang, seperti nyeri haid, sakit gigi, nyeri pasca cabut gigi, nyeri setelah operasi, nyeri karena keseleo, sakit kepala, atau rematik.

Proris Kaplet bekerja dengan cara menghalangi tubuh memproduksi prostaglandin, yaitu senyawa yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit. Dengan demikian, nyeri, peradangan, dan demam bisa mereda.

Golongan
Obat bebas terbatas

Kategori
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)

Komposisi
1 kaplet berisi 200 mg ibuprofen

Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak

Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. 
Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Penggunaan obat golongan OAINS pada trimester akhir kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada janin. 
Ibuprofen dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Bentuk obat
Kaplet salut selaput

Kemasan
1 blister @ 10 kaplet salut selaput

Pabrik/Manufaktur
Pharos Indonesia

No. BPOM
DTL9621619109A1

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Jangan mengonsumsi Proris Kaplet jika Anda alergi terhadap bahan yang terkandung di dalam produk ini.
  • Jangan mengonsumsi Proris Kaplet jika Anda menderita gagal jantung atau hendak menjalani operasi bypass jantung.
  • Konsultasikan perihal penggunaan Proris Kaplet jika Anda menderita asma, gangguan pembekuan darah, polip hidung, tekanan darah tinggi, stroke, penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit jantung, atau gangguan sistem pencernaan.
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda akan mengonsumsi Proris Kaplet bersama obat, suplemen, atau produk herbal tertentu, untuk mengantisipasi efek interaksi antarobat yang bisa terjadi.
  • Konsultasikan ke dokter mengenai penggunaan Proris Kaplet jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui.
  • Jangan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Proris Kaplet, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan saluran pencernaan.
  • Hindari paparan sinar matahari langsung serta gunakan tabir surya dan pakaian yang melindungi kulit, ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Ibuprofen dapat menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
  • Hindari melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan, seperti mengemudi setelah mengonsumsi obat ini. Proris Kaplet dapat menyebabkan pusing dan kantuk.
  • Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi Proris Kaplet.

Dosis dan Aturan Pakai Proris Kaplet

  • Dewasa dan anak usia >7 tahun: 1 kaplet, 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 3–7 tahun: ½ kaplet, 3–4 kali sehari. 
  • Anak usia 1–2 tahun: ¼ kaplet, 3–4 kali sehari. 

Cara Menggunakan Proris Kaplet dengan Benar

Selalu ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang terdapat pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Proris Kaplet. Konsumsi Proris Kaplet bersama makanan untuk mengurangi risiko sakit maag. Jangan berbaring sampai 10 menit setelah mengonsumsi obat ini.

Simpan Proris Kaplet di tempat yang kering dan sejuk. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak. 

Interaksi Proris Kaplet dengan Obat Lain

Ibuprofen dalam Proris Kaplet dapat menimbulkani interaksi obat jika digunakan dengan obat-obatan tertentu, antara lain: 

  • Penurunan efek antihipertensi dari obat ACE Inhibitor atau ARB
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan saluran cerna jika digunakan dengan pengencer darah, kortikosteroid, atau OAINS lain
  • Peningkatan risiko terjadinya keracunan ibuprofen jika digunakan dengan lithium atau methotrexate
  • Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia atau gangguan fungsi ginjal jika digunakan dengan ciclosporin atau tacrolimus

Efek samping dan Bahaya Proris Kaplet

Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi Proris Kaplet yang mengandung ibuprofen, yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Diare atau konstipasi
  • Sakit maag
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Perubahan mood 

Hubungi dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau memburuk. Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti muntah darah, BAB berdarah, atau jarang buang air kecil.


Lihat Selengkapnya