Ranexa 375 Mg 20 Tablet
Rp206.796
Per STRIP
Dijamin Orisinal
Tiba dalam 1 Jam
Diskon Ongkir Deskripsi
Ranexa Tablet bermanfaat mengobati angina stabil kronis, yaitu nyeri dada berkepanjangan, yang biasanya muncul ketika penderitanya melakukan aktivitas berat atau mengalami tekanan emosional.
Ranexa Tablet biasanya diresepkan untuk pasien dengan angina stabil yang kurang terkontrol. Obat ini juga diresepkan untuk pasien yang tidak tidak cocok dengan penghambat beta atau antagonis kalsium.
Ranexa Tablet mengandung ranolazine. Ranolazine berfungsi untuk mengurangi frekuensi angina yang mungkin terjadi. Ranolazine diduga bekerja dengan cara membantu meningkatkan kemampuan jantung dalam menggunakan oksigen, sehingga dapat bekerja lebih banyak dengan oksigen lebih sedikit.
Golongan
Obat resep
Kategori
Antiangina
Komposisi
Ranolazine 375 mg
Dikonsumsi oleh
Dewasa
Ranolazine di dalam Ranexa Tablet untuk ibu hamil dan menyusui
Kategori N: Belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
Jika Anda sedang hamil, jangan mengonsumsi obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Ranolazine belum diketahui dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Jika Anda sedang menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi Ranexa Tablet.
Bentuk obat
Tablet lepas lambat
Kemasan
1 blister @ 20 tablet
Pabrik/Manufaktur
Menarini International Operation Germany - Menarini Indria Laboratories Indonesia
No. BPOM
DKI1924100114A1
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Jangan mengonsumsi Ranexa Tablet jika Anda alergi terhadap ranolazine.
- Beri tahu dokter jika Anda akan atau sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal lain, untuk mengantisipasi interaksi antarobat.
- Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit hati, penyakit ginjal, kadar kalium atau magnesium dalam darah rendah, gangguan jantung, gagal jantung, jantung berdetak dengan lambat (bradikardia), atau perpanjangan interval QT di hasil rekam jantung.
- Beri tahu dokter jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat perpanjangan interval QT di EKG atau henti jantung mendadak.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan aktvitas yang membutuhkan kewaspadaan sesudah mengonsumsi Ranexa Tablet, karena obat ini mungkin bisa menyebabkan sakit kepala dan pusing.
- Jangan mengonsumsi jus grapefruit atau minuman beralkohol saat menjalani pengobatan dengan Ranexa Tablet, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
- Segera beri tahu dokter jika Anda sedang sangat berkeringat, atau mengalami diare atau muntah yang terus menerus, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami efek samping dari Ranexa Tablet.
- Segera dapatkan pertolongan medis jika Anda merasa mengalami perpanjangan interval QT jantung yang bisa ditandai dengan pusing atau pingsan, setelah mengonsumsi Ranexa Tablet.
- Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat setelah mengonsumsi Ranexa Tablet.
Dosis dan Aturan Pakai Ranexa Tablet
Dosis Ranexa Tablet yang diresepkan oleh dokter dapat berbeda tergantung pada kondisi dan usia pasien. Berikut adalah rincian dosis umum Ranexa Tablet untuk orang dewasa:
Kondisi: angina stabil
- Dosis awal 375 mg, 2 kali sehari. Dosis akan ditingkatkan setelah 2-4 minggu menjadi 500 mg, 2 kali sehari. Dosis maksimal 750 mg, 2 kali sehari.
Cara Mengonsumsi Ranexa Tablet dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan Ranexa Tablet sebelum mulai mengonsumsinya. Jangan mengurangi atau menambah dosis yang dikonsumsi tanpa petunjuk dokter.
Ranexa Tablet dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Usahakan untuk mengonsumsi Ranexa Tablet pada waktu yang sama tiap harinya agar obat efektif.
Telan Ranexa Tablet dengan utuh. Jangan menggigit, mengunyah, atau menghancurkan obat sebelum dikonsumsi.
Jika lupa mengonsumsi Ranexa Tablet, segera mengonsumsinya bila jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Apabila sudah berdekatan dengan jadwal dosis selanjutnya, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
Simpan Ranexa Tablet di tempat kering yang sejuk. Hindarkan Ranexa Tablet dari paparan sinar matahari langsung dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Ranexa Tablet dengan Obat Lain
Efek interaksi yang mungkin bisa timbul apabila Ranexa Tablet yang mengandung ranolazine digunakan bersama obat-obatan tertentu adalah:
- Penurunan kadar dalam darah dari ranolazine jika digunakan dengan penginduksi CYP3A4, seperi carbamazepine, rifampicin, phenytoin, atau phenobarbital
- Peningkatan kadar dalam darah dari ranolazine jika digunakan dengan suplemen St John's Wort, penghambat CYP3A4 seperti diltiazem, fluconazole, erythromycin, itraconazole, ketoconazole, penghambat protease HIV, clarithromycin, telithromycin, atau nefazodone; penghambat P-glycoprotein, seperti verapamil dan ciclosporin; dan penghambat CYP2D6 seperti paroxetine
- Peningkatan risiko terjadinya perpanjangan interval QT jantung jika digunakan dengan antiaritimia kelas 1A seperti quinidine; antiaritimia kelas III seperti dofetilide atau sotalol; atau antiaritmia lain kecuali amiodarone
- Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung jenis aritmia ventrikular jika digunakan dengan obat yang memperpanjang interval QT jantung, misalnya astemizole, mizolastine, atau terfenadine
- Peningkatan kadar dalam darah dari digoxin, metformin, atorvarstatin, lovastatin, statin lainnya, dan substrats CYP3A4 jika digunakan dengan tacrolimus, sirolimus, atau everolimus
- Peningkatan risiko terjadinya rhabdomyolysis, yaitu keluarnya isi dari serat otot yang rusak atau mati ke aliran darah jika digunakan dengan simvastatin
Efek Samping dan Bahaya Ranexa Tablet
Efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi obat yang mengandung ranolazine adalah sakit kepala, pusing, mual, kelelahan, atau sembelit.
Hubungi dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau semakin memburuk. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami efek samping lebih serius, seperti mati rasa, gemetar atau tremor, bengkak pada kaki, peningkatan berat badan mendadak, atau penglihatan kabur.
Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat berat atau efek samping sangat serius, seperti pingsan, rasa sangat pusing, atau denyut jantung lambat atau tidak beraturan.