Uperio 200mg 14 Tablet

Rp602.910

Per STRIP

Dijamin Orisinal
Tiba dalam 1 Jam
Diskon Ongkir
Obat Ini Memerlukan Resep Dokter
Untuk mendapatkan resep obat ini, Anda harus chat dengan dokter terlebih dahulu.


Deskripsi

Uperio bermanfaat untuk membantu menangani gagal jantung kronis pada orang dewasa dengan fraksi ejeksi yang menurun serta mengurangi risiko rawat inap dan kematian akibat gangguan jantung.


Sacubitril membantu meningkatkan aktivitas zat alami tubuh yang melebarkan pembuluh darah dan membantu mengeluarkan natrium serta cairan berlebih. Valsartan menghambat kerja hormon angiotensin II yang dapat menyempitkan pembuluh darah. Kombinasi keduanya membantu mengurangi beban kerja jantung.


Golongan

Obat resep


Kategori

Obat antihipertensi


Komposisi

Sacubitril 97,2 mg dan valsartan 102,8 mg


Digunakan oleh

Dewasa


Kategori Kehamilan

Kategori D: Uperio tidak boleh digunakan selama kehamilan karena valsartan dapat mengganggu perkembangan ginjal janin dan menyebabkan berkurangnya cairan ketuban, yang dapat membahayakan janin. Jika terjadi kehamilan selama penggunaan obat, segera hubungi dokter.

Penggunaan Uperio selama menyusui tidak dianjurkan karena informasi keamanannya terbatas. Ibu menyusui perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan terapi yang sesuai.


Bentuk obat

Tablet salut selaput


Kemasan

Dus, 1 strip @ 14 tablet


Pabrik/Manufaktur

Novartis Indonesia


No. BPOM

DKI1701700417C1


Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Jangan menggunakan Uperio jika memiliki alergi terhadap sacubitril, valsartan, atau bahan lain dalam obat.

  • Tidak boleh digunakan selama kehamilan.

  • Beri tahu dokter jika memiliki riwayat angioedema (pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan), tekanan darah rendah, gangguan ginjal, atau gangguan hati.

  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan ACE inhibitor. Uperio tidak boleh digunakan bersamaan dengan ACE inhibitor dan perlu jeda minimal 36 jam saat beralih dari atau ke obat tersebut.

  • Pantau tekanan darah, fungsi ginjal, dan kadar kalium sesuai anjuran dokter.

  • Jangan menggunakan suplemen kalium atau pengganti garam yang mengandung kalium tanpa persetujuan dokter.


Dosis dan Aturan Pakai Uperio

  • Dosis Uperio harus ditentukan dokter berdasarkan kondisi pasien, tekanan darah, fungsi ginjal, dan obat yang sebelumnya digunakan.

  • Dosis sasaran yang umum untuk orang dewasa adalah 1 tablet 200 mg dua kali sehari. Dokter dapat memulai dengan dosis yang lebih rendah dan meningkatkannya secara bertahap sesuai toleransi pasien.

  • Jangan mengubah dosis atau menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter.
     

Cara Menggunakan Uperio

  • Minum obat sesuai jadwal yang ditentukan dokter, dengan atau tanpa makanan.

  • Telan tablet dengan air putih.

  • Usahakan minum obat pada waktu yang sama setiap hari.

  • Jika lupa minum obat, ikuti petunjuk dokter atau apoteker dan jangan menggandakan dosis.

  • Simpan obat di tempat kering, terlindung dari panas dan kelembapan, serta jauh dari jangkauan anak-anak.


Interaksi Uperio dengan Obat Lainnya

  • ACE inhibitor, seperti ramipril dan enalapril: tidak boleh digunakan bersamaan dengan Uperio; diperlukan jeda minimal 36 jam saat pergantian terapi.

  • Aliskiren: kombinasi perlu dihindari pada pasien diabetes atau gangguan ginjal tertentu.

  • Obat antihipertensi lain dan diuretik: dapat meningkatkan risiko tekanan darah terlalu rendah.

  • Suplemen kalium, pengganti garam yang mengandung kalium, dan diuretik hemat kalium, seperti spironolakton: dapat meningkatkan kadar kalium darah.

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen dan diklofenak: dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal.

  • Lithium: kadar lithium dalam darah dapat meningkat jika digunakan bersama valsartan.


Efek Samping dan Bahaya Uperio

Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan Uperio antara lain:

  • Tekanan darah rendah.

  • Pusing.

  • Batuk.

  • Peningkatan kadar kalium dalam darah.

  • Gangguan fungsi ginjal.

Efek serius yang perlu diwaspadai meliputi angioedema, gangguan ginjal berat, dan peningkatan kadar kalium yang dapat memengaruhi irama jantung. Segera cari pertolongan medis jika terjadi pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, kesulitan bernapas, atau pingsan.


Lihat Selengkapnya