Vometraz 8 Mg 10 Tablet

Rp73.427

Per STRIP

Dijamin Orisinal
Tiba dalam 1 Jam
Diskon Ongkir
Obat Ini Memerlukan Resep Dokter
Untuk mendapatkan resep obat ini, Anda harus chat dengan dokter terlebih dahulu.


Deskripsi

Vometraz 8 mg Tablet bermanfaat untuk mencegah serta mengobati mual dan muntah yang bisa disebabkan oleh efek samping kemoterapi, radioterapi, atau operasi.

Vometraz 8 mg Tablet mengandung bahan aktif ondansetron. Obat ini bekerja dengan cara memblokir efek serotonin (5HT3). Dengan begitu, efek mual dan muntah pada kondisi-kondisi di atas dapat teratasi atau bahkan dicegah.

Golongan

Obat resep

Kategori

Antiemetik antagonis reseptor serotonin

Komposisi

Ondansetron 8 mg 

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.

Belum diketahui apakah kandungan ondansetron dalam Vometraz 8 mg Tablet dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini sebelum berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk obat

Tablet 

Kemasan

1 strip @ 10 tablet 

Pabrik/Manufaktur

Dexa Medica – Indonesia 

No. BPOM

DKL06050040217B1 

Hal yang Perlu Diperhatikan 

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi, terutama terhadap Vometraz 8 mg Tablet.
  • Beri tahu dokter jika sedang menderita penyakit liver, gangguan pencernaan, diare atau muntah berat, hipokalemia, kekurangan magnesium, gagal jantung, detak jantung yang lambat (bradikardia), atau gangguan irama jantung, terutama perpanjangan interval QT jantung di hasil rekam jantung.
  • Beri tahu dokter jika Anda baru menjalani operasi di perut atau saluran pencernaan.
  • Beri tahu dokter jika ada anggota keluarga Anda yang mengalami perpanjangan interval QT jantung atau henti jantung mendadak.
  • Beri tahu dokter jika Anda berencana atau sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Jangan berkendara atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan ketika mengonsumsi Vometraz 8 mg Tablet, karena obat ini bisa menyebabkan pusing dan kantuk.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Vometraz 8 mg Tablet, karena bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi Vometraz 8 mg Tablet.

Dosis dan Aturan Pakai Vometraz 8 mg Tablet

Tujuan: Mencegah mual dan muntah akibat radioterapi

Dewasa

  • Radioterapi total (seluruh tubuh): 8 mg, dikonsumsi 1-2 jam sebelum pelaksanaan radioterapi.
  • Radioterapi perut tunggal dosis tinggi: 8 mg, diminum 1-2 jam sebelum terapi, lalu setiap 8 jam selama 1-2 hari setelah terapi.
  • Radioterapi abdomen harian: 8 mg, diminum 1-2 jam sebelum radioterapi, lalu setiap 8 jam selama radioterapi diberikan.

Tujuan: Mencegah mual dan muntah akibat kemoterapi

Dewasa dan anak usia lebih dari 12 tahun

  • Kemoterapi dengan efek emetogenik (memicu mual) biasa: 8 mg, diberikan 30 menit hingga 2 jam sebelum kemoterapi, dilanjutkan lagi 8 atau 12 jam setelahnya sebanyak 8 mg.
  • Kemoterapi dengan efek emetogenik berat: 24 mg dosis tunggal, diberikan 30 menit hingga 2 jam sebelum kemoterapi.
  • Lanjutan setelah kemoterapi selesai: 8 mg, 2 kali sehari, hingga 5 hari setelah kemoterapi.

Anak usia 4-11 tahun

  • Kemoterapi dengan efek emetogenik biasa: 4 mg, diberikan 30 menit sebelum kemoterapi. Dosis yang sama akan diberikan lagi 4 jam dan 8 jam setelah dosis awal.

Tujuan: Mengatasi mual dan muntah sesudah operasi

Dewasa

  • Dosis 16 mg, diberikan 1 jam sebelum pemberian obat bius.
Anak dengan BB 40 kg ke atas

  • Dosis 4 mg, diberikan 1 jam sebelum pemberian obat bius. Dosis lanjutan 4 mg setelah 12 jam.

Cara Mengonsumsi Vometraz 8 mg Tablet dengan Benar 

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter saat mengonsumsi Vometraz 8 mg Tablet.

Vometraz 8 mg Tablet bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, tetapi pastikan untuk mengikuti petunjuk dokter dalam mengonsumsinya. Telan tablet dengan segelas air putih. 

Vometraz 8 mg Tablet biasanya perlu dikonsumsi sekitar 1 jam sebelum kemoterapi, radioterapi, atau operasi. Khusus setelah kemoterapi, Anda mungkin perlu melanjutkan penggunaan obat ini selama beberapa hari setelahnya, sesuai anjuran dari dokter.

Jika Anda lupa mengonsumsi Vometraz 8 mg Tablet, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.

Simpan Vometraz 8 mg Tablet di tempat yang kering, sejuk, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Vometraz 8 mg Tablet dengan Obat Lain

Efek interaksi yang bisa terjadi jika kandungan ondansetron dalam Vometraz 8 mg Tablet digunakan bersamaan dengan obat-obatan tertentu antara lain:

  • Penurunan efektivitas dari ondansetron jika digunakan dengan obat penginduksi CYP3A4 yang kuat, seperti carbamazepine, fenitoin, atau rifampicin
  • Penurunan efek antinyeri dari tramadol
  • Peningkatan efektivitas ondansetron jika digunakan bersama dexamethasone sodium phoshate
  • Peningkatan risiko terjadinya sindrom serotonin jika digunakan dengan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), serotonin norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI), MAOI, mirtazapine, fentanyl, atau lithium
  • Peningkatan risiko terjadinya perpanjangan interval QT atau aritmia jika digunakan dengan atenolol, doxorubicin, daunorubicin, trastuzumab, erythromycin, ketoconazole, atau antiaritmia, seperti amiodarone
  • Peningkatan risiko terjadinya hipotensi berat dan hilangnya kesadaran jika digunakan bersama apomorphine.

Efek Samping dan Bahaya Vometraz 8 mg Tablet

Vometraz 8 mg Tablet dapat menimbulkan efek samping yang berbeda-beda pada tiap penggunanya. Efek samping yang mungkin terjadi yaitu sakit kepala atau pusing, rasa seperti melayang, sembelit, lemas, menggigil, atau kantuk.

Hubungi dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau malah memburuk. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Penglihatan menjadi buram atau hilang sementara 
  • Nyeri perut
  • Kram otot atau kaku otot
  • Nyeri dada
  • Jantung berdetak dengan lambat, cepat, atau tidak beraturan
  • Gejala sindrom serotonin, yang bisa ditandai dengan jantung berdebar, halusinasi, kehilangan kordinasi tubuh, pusing berat, demam, gelisah atau cemas, otot berkedut, serta mual, muntah, atau diare yang berat


Lihat Selengkapnya