Salah satu anjuran bagi orang yang menderita atau dicurigai menderita infeksi virus Corona (COVID-19) adalah mengisolasi diri di rumah bila tidak ada gejala atau gejalanya ringan. Meski begitu, Anda perlu tahu kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan diri ke rumah sakit.

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh SARS-CoV-2 atau yang lebih dikenal sebagai virus Corona. Ini adalah virus jenis baru dari kelompok coronavirus. Karena sifatnya belum begitu dikenal dan penyebarannya sangat cepat, infeksi virus Corona telah menyebabkan banyak korban jiwa dan meluas ke hampir seluruh dunia.

Antisipasi Corona, Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Rumah Sakit? - Alodokter

Kriteria yang Mengharuskan untuk Melakukan Pemeriksaan ke Rumah Sakit

Pemerintah telah menetapkan 132 rumah sakit rujukan untuk menangani kasus COVID-19. Namun, karena terbatasnya fasilitas kesehatan dan tenaga medis, tidak semua orang yang merasakan gejala infeksi virus Corona dianjurkan untuk langsung berobat ke rumah sakit.

Selain itu, penyakit infeksi virus ini pun sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya hanya dengan perawatan di rumah, bila gejalanya ringan.

Rumah sakit rujukan memiliki ruangan isolasi dan alat yang memadai untuk melakukan pemeriksaan dan menangani kasus yang berat sehingga diutamakan bagi penderita yang memang sudah terkonfirmasi positif dan mengalami gejala yang parah.

Sesuai protokol yang dikeluarkan oleh Kemenkes RI, Anda bisa langsung memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan bila memiliki kedua kondisi berikut:

  • Mengalami demam di atas 37,9o C disertai gejala penyakit pernapasan, seperti batuk, sesak napas, pilek, ataupun sakit tenggorokan
  • Pernah kontak dengan orang yang positif COVID-19 atau memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di daerah yang endemis COVID-19 (baik di dalam maupun di luar negeri) dalam 14 hari terakhir

Namun, untuk melindungi orang di sekitar Anda dari potensi tertular, sebaiknya Anda menghubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 terlebih dahulu. Bila memang memenuhi kriteria, dinas kesehatan bisa menjemput dan mengantarkan Anda ke fasilitas layanan kesehatan atau rumah sakit rujukan COVID-19 terdekat.

Sementara itu, jika Anda memiliki riwayat kontak dengan orang yang positif COVID-19 atau pernah berada di daerah endemis penyakit ini namun tidak merasakan adanya gejala COVID-19, Anda disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari terhitung setelah kontak atau hari pertama bepergian.

Bila selama masa isolasi timbul gejala seperti yang disebutkan di atas, segera hubungi hotline COVID-19 atau periksakan diri ke rumah sakit rujukan bila keluhan sudah sangat mengganggu. Namun, usahakan Anda menggunakan kendaraan pribadi, menggunakan masker, dan tetap menjaga jarak dengan orang lain.

Bagaimana dengan Orang yang Tidak Memiliki Riwayat Kontak atau Bepergian?

Apabila tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita COVID-19 maupun bepergian ke daerah endemis COVID-19 namun mengalami gejala demam atau gejala penyakit pernapasan ringan, seperti batuk, pilek, atau sakit tenggorokan, Anda tidak perlu langsung memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan.

Anda disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dan berkonsultasi melalui chat langsung dengan dokter di aplikasi telemedika seperti ALODOKTER. Bila selama isolasi keluhan memberat, hubungi hotline COVID-19 untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Apabila Anda tidak mengalami gejala COVID-19 serta tidak pernah kontak dengan penderita COVID-19 maupun bepergian ke daerah endemis COVID-19, Anda tetap perlu menerapkan physical distancing dan agar tidak tertular virus Corona.

Anda juga perlu ingat, walaupun tidak bergejala, bisa saja Anda membawa virus Corona dan menularkannya ke orang lain. Jadi, physical distancing juga berguna untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Jauhi kerumunan, jangan dulu keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak, dan tetap terapkan langkah pencegahan dengan mencuci tangan secara rutin serta memperkuat daya tahan tubuh.

Tidak semua orang disarankan untuk langsung memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan COVID-19. Yang disarankan hanya orang yang risiko terinfeksinya memang tinggi. Pasalnya, banyak penderita COVID-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan, sehingga risiko untuk tertular virus Corona saat berada di sini juga tinggi.

Mengunjungi rumah sakit rujukan COVID-19 walaupun tidak memenuhi kriteria rujukan justru akan meningkatkan risiko Anda untuk terinfeksi virus Corona dan menyebarkannya ke masyarakat luas.

Oleh karena itu, ada baiknya Anda berkonsultasi lewat chat dokter di aplikasi ALODOKTER terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi atau saran terkait infeksi virus Corona atau COVID-19.

Guna mengetahui seberapa besar kemungkinan Anda telah terinfeksi virus Corona, atau perlu tidaknya Anda memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan, cobalah fitur cek risiko infeksi virus Corona yang disediakan secara gratis oleh ALODOKTER.

Jika semua protokol kesehatan di atas dijalankan dengan benar, diharapkan penyebaran infeksi virus Corona bisa terkendali dan kita bisa segera terbebas dari epidemi penyakit ini.