Apakah amandel berbahaya sering menjadi pertanyaan banyak orang, terutama karena kondisi ini dianggap tidak serius. Padahal, amandel yang tidak ditangani dengan benar bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lebih berat.

Amandel, atau disebut juga tonsil, adalah dua kelenjar kecil yang berada di belakang tenggorokan dan berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Peradangan atau infeksi pada amandel (tonsilitis) sering kali menyebabkan sakit tenggorokan parah dan nyeri saat menelan.

Apakah Amandel Berbahaya? Ini Penjelasan dan Tips Pencegahannya - Alodokter

Pada kondisi ini, amandel bisa menjadi merah, bengkak, dan berpotensi menyebabkan kesulitan bernapas. Oleh karena itu, mengetahui apakah amandel berbahaya dan apa saja tanda-tandanya sangat penting, agar Anda dapat mengambil langkah yang tepat.

Apakah Amandel Berbahaya?

Amandel umumnya tidak berbahaya bila infeksi yang terjadi ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, amandel bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya, jika tidak mendapatkan penanganan yang sesuai.

Amandel dapat menjadi berbahaya, jika Anda mengalami kondisi berikut ini:

  • Infeksi amandel yang berlangsung lama atau sering kambuh, misalnya lebih dari 7 kali dalam setahun
  • Kesulitan bernapas atau menelan karena pembengkakan amandel yang besar
  • Muncul nanah di sekitar amandel yang menimbulkan nyeri hebat dan demam tinggi
  • Penyebaran infeksi ke organ lain, seperti infeksi telinga, sinus, atau gangguan pada ginjal dan jantung
  • Obstruksi saluran napas saat tidur (sleep apnea) yang menyebabkan sering terbangun di malam hari dan mengantuk pada siang hari

Pada kondisi tersebut, amandel memerlukan penanganan medis sesegera mungkin. Sebelum terlambat, kenalilah tanda-tanda amandel yang berbahaya berikut ini:

  • Sakit tenggorokan hebat yang berlangsung lebih dari satu minggu
  • Kesulitan menelan hingga tidak bisa makan dan minum
  • Anak menjadi sangat rewel, tampak lemas, atau mengalami dehidrasi
  • Napas berbunyi atau mengalami sesak napas
  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun
  • Muncul benjolan di area tenggorokan atau leher
  • Keluarnya darah dari mulut atau hidung

Jika salah satu gejala di atas muncul, segera periksakan diri ke dokter, terutama pada anak di bawah 5 tahun atau lansia. Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi amandel yang berbahaya.

Cara Mencegah Risiko Amandel Berbahaya

Risiko amandel yang memburuk bisa ditekan dengan berbagai cara, antara lain:

  • Jaga kebersihan mulut.
  • Rutin mencuci tangan sebelum makan.
  • Hindari kontak dengan orang yang sedang menderita sakit tenggorokan.
  • Hindari berbagi alat makan dan minum.
  • Minum air putih yang cukup setiap hari minimal 8 gelas.
  • Berkumur dengan air hangat dan garam, bila radang amandel kambuh.
  • Hindari minuman atau makanan yang terlalu panas ataupun terlalu dingin.
  • Kompres leher dengan air hangat jika terasa nyeri.
  • Konsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Jadi, amandel umumnya tidak berbahaya jika ditangani dengan baik dan gejalanya tidak berlangsung lama. Namun, bila keluhan sering muncul, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.

Anda bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk konsultasi lebih lanjut. Pada kondisi yang berat atau jika muncul tanda amandel berbahaya, buatlah janji konsultasi langsung dengan dokter agar pengobatan bisa dilakukan lebih optimal.