Pertanyaan apakah sifilis bisa sembuh sering menjadi kekhawatiran bagi banyak orang yang terdiagnosis atau berisiko terkena penyakit menular seksual ini. Sifilis memang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera diobati. Namun kabar baiknya, penyakit ini bisa disembuhkan sepenuhnya bila mendapatkan pengobatan yang tepat dan dilakukan sejak dini.

Sifilis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini menular terutama melalui kontak seksual tanpa pengaman, ketika bakteri masuk melalui luka kecil di kulit atau selaput lendir saat berhubungan dengan penderita. Selain itu, sifilis juga bisa menular dari ibu hamil ke janin melalui plasenta, yang dikenal sebagai sifilis kongenital.

Apakah Sifilis Bisa Sembuh? Ini Jawaban dan Penanganannya - Alodokter

Sayangnya, karena gejalanya sering tidak muncul pada tahap awal, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi dan tanpa sengaja menularkannya kepada pasangan. Kondisi ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah sifilis bisa sembuh?

Apakah Sifilis Bisa Sembuh?

Jawaban singkat dari pertanyaan “apakah sifilis bisa sembuh” adalah bisa, terutama bila sifilis ditangani pada tahap awal (stadium 1). Pada tahap ini, kerusakan organ belum terjadi sehingga pengobatan lebih efektif. Namun, semakin terlambat sifilis diobati, penyakit dapat berkembang menjadi lebih berat, merusak organ tubuh secara permanen, dan bahkan menular dari ibu ke anak saat hamil.

Pada sifilis yang sudah berlangsung lama atau sudah masuk stadium lanjut, sebagian kerusakan organ bisa bersifat permanen meski bakterinya dapat dibasmi. 

Pengobatan utama sifilis adalah antibiotik penisilin, yang bekerja membunuh bakteri penyebab infeksi. Bila seseorang memiliki alergi penisilin, dokter dapat memberikan antibiotik alternatif sesuai tingkat keparahan dan hasil pemeriksaan.

Bila penderita punya alergi terhadap penisilin, dokter dapat memberikan alternatif antibiotik lain sesuai dengan tingkat keparahan penyakit dan hasil pemeriksaan. Adapun, dosis dan lama pengobatan sifilis berbeda-beda tergantung pada tahapan penyakitnya. 

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang pengobatan sifilis:

  • Sifilis tahap awal umumnya diatasi dengan satu kali suntikan penisilin di otot bokong.
  • Sifilis yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun atau tidak diketahui durasinya, biasanya membutuhkan tiga kali suntikan penisilin dengan jarak satu minggu antar suntikan.
  • Jika sifilis sudah menyerang otak atau sistem saraf (neurosifilis), pengobatan dilakukan dengan suntikan penisilin melalui infus setiap hari selama sekitar dua minggu di bawah pengawasan dokter spesialis.

Hal Penting Selama Pengobatan Sifilis

Meskipun apakah sifilis bisa sembuh jawabannya adalah bisa, infeksi ini tidak bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan yang benar. Tubuh tidak dapat menghilangkan bakteri sifilis tanpa bantuan antibiotik, sehingga penting untuk menjalani pengobatan dan kontrol ke dokter secara rutin sampai penyakit ini dinyatakan benar-benar sembuh.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama menjalani pengobatan sifilis adalah sebagai berikut:

  • Minum atau jalani pengobatan sesuai anjuran dokter hingga tuntas.
  • Hindari hubungan seksual sampai dokter memastikan infeksi telah sembuh.
  • Pasangan seksual juga perlu diperiksa dan diobati bila perlu untuk mencegah infeksi ulang.

Segera temui dokter jika muncul gejala sifilis, seperti luka atau sariawan yang tidak nyeri di area genital, ruam di tubuh termasuk pada telapak tangan dan kaki, munculnya bercak atau kutil di sekitar organ intim, anus, atau di dalam mulut, serta kerontokan rambut maupun alis. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat menentukan keberhasilan penyembuhan serta pencegahan komplikasi jangka panjang.

Agar tidak perlu khawatir lagi dengan pertanyaan apakah sifilis bisa sembuh, langkah terbaik adalah mencegah penularannya sejak awal. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual dan setia pada satu pasangan. Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin dan tes penyakit menular seksual seperti VDRL sangat dianjurkan, terutama pada orang yang memiliki risiko tinggi.

Pada beberapa kondisi berisiko tinggi, dokter juga dapat memberikan antibiotik profilaksis sedini mungkin setelah terpapar hubungan seksual yang berisiko, seperti hubungan tanpa kondom atau berhubungan dengan pasangan yang telah terdiagnosis sifilis. Profilaksis idealnya diberikan dalam 24–72 jam setelah paparan, dan paling efektif bila diberikan dalam 24 jam pertama.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mencurigai tanda-tanda sifilis atau memiliki pasangan dengan diagnosis serupa. Pengobatan dini bukan hanya mempercepat kesembuhan, tetapi juga mencegah penularan ke orang lain. Jika masih ragu atau ingin berkonsultasi lebih lanjut, Anda bisa chat langsung dengan dokter.