Bunda yang sedang hamil, apakah pernah merasakan sentakan-sentakan kecil di dalam perut? Sentakan ini terasa lebih halus dari tinju atau tendangan, tetapi terasa berkali-kali dengan jeda tertentu. Kemungkinan sentakan tersebut adalah tanda Si Kecil sedang cegukan lho.

Benar, Bunda, bayi dalam kandungan ternyata juga bisa mengalami cegukan. Sebenarnya bayi sudah cegukan mulai usia kehamilan 9 minggu, bersamaan dengan mulai mengisap dan menelan. Tapi, Bunda biasanya baru mulai merasakan Si Kecil cegukan dalam rahim sekitar usia kehamilan 6 bulan.

Bayi Cegukan di Dalam Kandungan, Normal atau Tanda Bahaya? - Alodokter

Pertanda Bayi Sehat

Cegukan dapat dikenali saat Bunda merasakan gerakan berirama dari salah satu bagian dalam perut. Banyak ibu hamil yang tidak merasakan bayinya cegukan, sementara sebagian ibu hamil lainnya merasakan cegukan hingga beberapa kali sehari. Penyebab cegukan pada bayi dalam kandungan belum diketahui secara pasti, tapi diduga hal ini merupakan salah satu proses pematangan paru-paru.

Yang pasti, cegukan umumnya adalah tanda bahwa perkembangan bayi di dalam kandungan baik, kok , Bun. Kemampuan bayi untuk cegukan, menghirup, dan melepaskan cairan adalah tanda bahwa diafragmanya berkembang.

Cegukan adalah tanda pergerakan diafragma bayi saat mulai belajar bernapas. Saat bayi belajar bernapas, cairan ketuban yang masuk ke paru menyebabkan diafragma mengembang sehingga bayi mulai cegukan.

Selain itu, bayi cegukan dalam kandungan juga bisa menjadi tanda bahwa tulang belakang dan otak telah bekerja dan saling terhubung. Ini berarti bahwa saraf bayi berkembang dengan baik dan nantinya dapat hidup di luar rahim. Juga bisa berarti refleks bayi berkembang dengan baik, mencakup refleksnya untuk mengisap dan menguap.

Kenali Tanda-tanda Cegukan Tidak Normal

Cegukan biasanya akan mereda setelah janin mencapai usia 32 minggu. Tetapi Bunda perlu memeriksakan kehamilan ke dokter, jika setelah usia ini Si Kecil terus cegukan beberapa kali sehari, dan setiap kali cegukan berlangsung setidaknya selama 15 menit.

Ada pula yang menyebut bahwa bayi cegukan lebih dari 4 kali sehari setelah usia kehamilan 28 minggu, sudah perlu diperiksakan ke dokter. Juga jika cegukan terasa semakin kencang atau berdurasi semakin lama.

Cegukan yang terjadi di masa-masa akhir kehamilan, dapat menjadi tanda adanya gangguan pada tali pusat, antara lain aliran oksigen dan darah ke janin melambat atau terhenti. Gangguan ini dapat berupa:

  • Penumpukan karbondioksida pada darah bayi dalam kandungan.
  • Perubahan tekanan darah bayi dalam kandungan.
  • Perubahan detak jantung bayi dalam kandungan.
  • Kerusakan otak.
  • Keguguran.

Saat merasakan Si Kecil dalam kandungan cegukan, Bunda bisa menikmati momen tersebut. Namun, jika cegukan bayi dalam kandungan dirasa mengganggu, misalnya saat Bunda sedang rapat atau tidur, Bunda mungkin dapat mencoba untuk mengubah posisi duduk atau tidur, berjalan, serta minum air hingga cegukan berhenti.

Cegukan bayi di dalam kandungan yang Bunda rasakan, merupakan kondisi normal dan tidak memerlukan tindakan khusus untuk menanganinya. Hanya saja, jika cegukan terjadi secara berlebihan atau berlarut-larut, ada baiknya Bunda memeriksakan kondisi tersebut ke dokter.