Bayi MPASI susah makan tentu dapat membuat orang tua khawatir akan kecukupan gizinya. Namun sebenarnya pada masa awal MPASI, setiap bayi memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan rasa dan tekstur baru.

Pada masa transisi dari ASI ke makanan padat, tidak semua bayi langsung makan dengan lancar. Ada yang cepat beradaptasi, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu untuk mengenal rasa dan tekstur baru. 

Bayi MPASI Susah Makan? Ini Alasan Susu Tetap Dibutuhkan - Alodokter

Kondisi ini sering membuat orang tua bertanya-tanya apakah asupan gizi bayi MPASI susah makan sudah cukup. Padahal, dinamika makan seperti ini masih termasuk wajar selama bayi tetap tumbuh dan berkembang sesuai usianya.

Penyebab Kenapa Proses MPASI Sering Tidak Langsung Lancar

Proses MPASI adalah tahap belajar yang melibatkan koordinasi mulut, lidah, dan kemampuan menelan. Beberapa alasan MPASI belum berjalan konsisten antara lain:

  • Refleks muntah masih kuat, terutama saat bayi mencoba tekstur MPASI yang lebih kasar
  • Adaptasi tekstur dan rasa baru, karena sebelumnya bayi hanya terbiasa dengan ASI atau susu
  • Perkembangan motorik mulut yang belum matang, sehingga bayi butuh waktu untuk belajar mengunyah dan menelan
  • Faktor emosi dan suasana makan, misalnya suasana terlalu tegang atau bayi sedang tidak nyaman

Jika bayi MPASI susah makan, hal ini bukan berarti ia tidak membutuhkan nutrisi tambahan. Justru di masa inilah peran susu tetap penting.

Alasan Mengapa Susu Tetap Dibutuhkan Selama Bayi MPASI

Saat bayi MPASI susah makan, asupan makanan padat sering kali belum konsisten. Dalam kondisi ini, susu tetap dibutuhkan sebagai pelengkap asupan harian.

Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai berbagai alasan mengapa susu tetap dibutuhkan selama bayi MPASI:

1. Sebagai sumber energi utama

Pada usia 6–12 bulan, ASI masih menjadi penyumbang energi terbesar bagi bayi. Ketika bayi pilih-pilih makanan atau mengalami GTM bayi, asupan dari MPASI bisa berkurang, sehingga susu membantu memastikan kebutuhan kalori hariannya tetap terpenuhi.

Penggunaan susu formula dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pola makan, khususnya bila asupan makan masih kurang atau terdapat kebutuhan nutrisi tertentu. 

Susu bisa diberikan kepada anak usia di atas 1 tahun. Namun, pemberian susu perlu disesuaikan dengan kondisi medis dan kebutuhan gizi anak, serta dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini agar jenis dan jumlahnya tepat serta tidak menggantikan porsi makan utama secara berlebihan.

2. Menjaga kecukupan zat gizi penting

Di masa MPASI bayi, kebutuhan zat besi, zinc, vitamin D, dan kalsium meningkat. Zat besi berperan dalam perkembangan otak dan mencegah anemia, zinc penting untuk mendukung daya tahan tubuh dan pertumbuhan, sedangkan vitamin D dan kalsium penting untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat.

Jika bayi masih beradaptasi dengan rasa dan tekstur MPASI, asupan makanan padatnya bisa belum optimal sehingga beberapa zat gizi berisiko kurang. Pada kondisi ini, ASI maupun susu fortifikasi dapat membantu menjaga kecukupan nutrisi tersebut, terutama saat bayi MPASI susah makan.

3. Menunjang pertumbuhan selama fase adaptasi makan

Proses mengenal makanan padat membutuhkan waktu. Saat bayi MPASI susah makan dan asupan belum stabil, susu berperan menjaga pertumbuhan tetap berjalan dengan baik sambil bayi belajar menerima berbagai jenis dan tekstur makanan.

4. Menjadi bagian dari kombinasi nutrisi yang seimbang

Selama tahun pertama kehidupan, pemenuhan nutrisi bayi sebaiknya dilakukan melalui kombinasi ASI, MPASI, dan bila diperlukan susu fortifikasi sesuai anjuran dokter. Cara ini membantu memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi meskipun pola makan bayi masih berubah-ubah.

Tips Memberi Makan Bayi di Masa MPASI

Saat bayi MPASI susah makan, orang tua perlu tetap tenang dan menerapkan cara yang tepat agar si Kecil mau belajar makan tanpa tekanan. Selain membantu bayi lebih nyaman saat makan, langkah yang tepat juga penting untuk menjaga kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi meskipun bayi pilih-pilih makanan.

Beberapa hal berikut bisa lakukan agar bayi mau makan dan kebutuhan nutrisinya tetap tercukupi:

  • Tetap berikan ASI secara rutin hingga usia minimal 12 bulan, terutama jika asupan MPASI belum konsisten.
  • Kenalkan MPASI secara bertahap, mulai dari tekstur halus lalu meningkat sesuai kemampuan si Kecil agar lebih mudah menerima tekstur MPASI baru.
  • Sajikan menu yang bervariasi dengan rasa dan bahan yang berbeda secara perlahan agar bayi tidak cepat bosan.
  • Hindari memaksa meskipun bayi pilih-pilih makanan.
  • Berikan susu fortifikasi sesuai anjuran dokter bila diperlukan untuk membantu menjaga kecukupan nutrisi si Kecil.

Menghadapi bayi MPASI susah makan memang bisa terasa melelahkan dan membuat khawatir. Namun, penting untuk diingat bahwa ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada usia di bawah 2 tahun. 

Selama kebutuhan nutrisi tetap dijaga melalui pemberian ASI yang cukup dan didukung MPASI yang sesuai usia, tumbuh kembang si Kecil dapat berlangsung optimal.

Apabila dalam kondisi tertentu dibutuhkan nutrisi tambahan, seperti susu fortifikasi, pemberiannya sebaiknya hanya dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter anak. Hal ini penting agar jenis dan jumlah susu yang diberikan sesuai dengan kebutuhan gizi serta kondisi kesehatan si Kecil.

Jika bayi MPASI susah makan berlangsung lama, berat badan tidak bertambah, atau si Kecil tampak lemas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran dan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak.