Benjolan di belakang telinga sakit jika ditekan sering kali membuat khawatir, apalagi jika muncul tiba-tiba dan terasa sensitif. Meski umumnya kondisi ini tidak berbahaya, penting untuk memahami berbagai penyebab yang mungkin terjadi agar Anda dapat mengambil langkah yang tepat sedini mungkin.
Benjolan di belakang telinga yang sakit jika ditekan umumnya timbul akibat peradangan atau infeksi di area kepala dan leher, seperti pembengkakan kelenjar getah bening saat tubuh melawan infeksi, bisul, atau kista. Namun, benjolan juga bisa berkaitan dengan kondisi lain, misalnya cedera ringan, reaksi alergi, atau penyakit yang membutuhkan penanganan medis khusus.

Untuk menentukan penyebabnya, penting bagi Anda untuk memperhatikan karakteristik benjolan, seperti ukuran, tekstur, warna kulit di sekitarnya, serta adanya gejala lain, seperti demam atau penurunan berat badan.
Penyebab Benjolan di Belakang Telinga Sakit Jika Ditekan
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan benjolan di belakang telinga terasa nyeri saat disentuh, antara lain:
1. Infeksi kelenjar getah bening
Infeksi kelenjar getah bening adalah penyebab benjolan di belakang telinga yang paling umum. Saat saat tubuh melawan infeksi, seperti flu, radang tenggorokan, atau infeksi telinga, kelenjar getah bening akan membesar. Benjolan ini biasanya kenyal, nyeri saat ditekan, dan bisa disertai demam.
Pembesaran kelenjar ini umumnya akan mengecil setelah infeksinya sembuh. Meski terkadang dapat pulih tanpa diobati, benjolan di belakang telinga yang disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening tetap perlu diperiksakan ke dokter.
2. Bisul
Bisul juga dapat menjadi penyebab benjolan di belakang telinga yang sakit saat ditekan. Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri pada folikel rambut atau kulit. Benjolan akibat bisul biasanya terasa nyeri, kemerahan, hangat, dan sering kali berisi nanah.
Bisul biasanya sembuh sendiri dengan perawatan sederhana, seperti kompres hangat. Jika bisul semakin nyeri, membesar, atau tidak kunjung pecah, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mencegah komplikasi.
3. Abses
Abses atau benjolan yang berisi nanah muncul ketika tubuh melawan kuman penyebab infeksi. Saat memerangi bakteri, tubuh mengirim sel darah putih ke area tubuh yang terinfeksi, misalnya di belakang telinga.
Bakteri dan sel darah putih yang mati akan menumpuk dalam bentuk nanah dan mengakibatkan benjolan di belakang telinga.
4. Mastoiditis
Mastoiditis merupakan infeksi serius pada tulang mastoid di belakang telinga yang sering disebabkan komplikasi infeksi telinga tengah. Gejalanya berupa nyeri hebat, bengkak, kemerahan, dan demam tinggi.
Kondisi ini membutuhkan penanganan dokter secepatnya, karena mastoiditis dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi yang menyebar ke otak atau jaringan sekitarnya bila tidak ditangani.
5. Cedera atau luka
Trauma ringan, seperti terbentur, tergaruk, atau digigit serangga, bisa menyebabkan benjolan di belakang telinga yang terasa nyeri. Benjolan biasanya berukuran kecil, dan kulit di sekitarnya bisa tampak memar atau merah.
Selain nyeri, terkadang muncul bengkak ringan atau rasa panas di area cedera. Pada kasus tertentu, benjolan juga bisa terasa gatal atau sedikit kaku jika luka mulai pulih.
6. Lipoma
Lipoma adalah benjolan berisi jaringan lemak yang tumbuh lambat di bawah kulit. Kondisi ini biasanya tidak sakit, tetapi bisa menimbulkan nyeri jika menekan saraf di sekitarnya atau mengalami infeksi.
Lipoma umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Jika menimbulkan keluhan atau membesar, dokter dapat menyarankan tindakan lebih lanjut.
7. Tumor
Tumor, baik jinak maupun ganas, dapat menyebabkan benjolan di belakang telinga sakit jika ditekan. Benjolan seperti ini cenderung keras, tidak mudah digerakkan, dan bisa disertai nyeri jika menekan jaringan sekitarnya.
Meski jarang, tumor perlu diwaspadai terutama jika benjolan tumbuh cepat, disertai gejala berat, atau perubahan lain pada tubuh. Pemeriksaan medis penting untuk mendapatkan diagnosis pasti.
Sebagian besar benjolan di belakang telinga tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri, terutama jika disebabkan infeksi ringan atau iritasi. Namun, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala berbahaya, seperti demam tinggi, benjolan bertambah besar, bernanah, dan disertai penurunan berat badan drastis, keringat malam berlebihan, atau hilangnya nafsu makan.
Penanganan Benjolan di Belakang Telinga Sakit Jika Ditekan
Penanganan benjolan di belakang telinga sakit jika ditekan dapat dilakukan sesuai penyebab yang mendasarinya. Bila benjolan di leher tergolong ringan, Anda dapat melakukan beberapa penanganan sederhana di rumah, seperti:
- Perbanyak istirahat.
- Kompres hangat dan dingin di leher.
- Minum obat antinyeri, seperti paracetamol dan ibuprofen.
- Minum obat antibiotik.
Bila benjolan di belakang telinga tidak kunjung hilang atau cenderung membesar, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan penanganan yang tepat. Sebelum dilakukan penanganan, dokter akan melakukan beberapa hal, seperti menanyakan riwayat kesehatan, melihat secara fisik benjolan, sampai melakukan rontgen, CT scan, MRI, atau biopsi.
Jika Anda mengalami benjolan di belakang telinga sakit jika ditekan, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter. Anda dapat menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan jawaban cepat, atau buat janji konsultasi jika diperlukan pemeriksaan langsung.