Upil atau kotoran hidung kerap dianggap sebagai hal yang mengganggu dan harus dikeluarkan. Tapi sebenarnya, adanya upil di dalam hidung menandakan bahwa sistem kerja organ hidung Anda masih berfungsi dengan baik.

Semua orang pasti pernah mengorek hidung mereka untuk mengeluarkan upil. Upil adalah ingus atau lendir yang mengering di dalam hidung. Keberadaan upil ini sangat wajar karena selaput lendir pada rongga hidung terus menghasilkan lendir untuk melapisi bagian dalam hidung.

 

Bermula dari Lendir, Berakhir dengan Upil - Alodokter

Lendir sebagai Bentuk Pertahanan Alami

Lendir dalam tubuh bisa terdapat di dalam saluran pencernaan, pernapasan, dan hidung. Lendir di dalam hidung inilah yang disebut ingus. Hidung dan rongga sinus akan terus-menerus menghasilkan lendir guna melapisi rongga hidung.

Tanpa disadari, hidung dan sinus menghasilkan sekitar satu liter ingus setiap hari. Tujuannya tentu saja untuk mencegah benda asing berbahaya, seperti debu, kuman, serbuk sari, dan kotoran yang ada di udara, masuk lebih jauh ke saluran pernapasan.

Debu dan kotoran tersebut nantinya akan menempel pada ingus dan silia (rambut halus di sisi dalam hidung). Kotoran yang menempel di ingus ini akan mengering dan menjadi upil, baik terbungkus lendir maupun kering.

Ingus juga berperan menjaga udara yang Anda hirup agar tetap hangat, melembapkan bagian dalam hidung, dan melindungi paru-paru. Jika debu dan kotoran langsung masuk ke saluran pernapasan, paru-paru dapat terinfeksi dan mengalami iritasi, sehingga membuat Anda susah bernapas. Pada musim hujan, tubuh merespons udara dingin dan virus penyebab pilek yang bertebaran dengan memperbanyak produksi ingus.

Risiko dari Kebiasaan Mengupil

Selain untuk membersihkan hidung, mengupil atau mengorek hidung untuk mengeluarkan kotoran kadang tanpa sadar dilakukan sebagai kebiasaan pada waktu merasa resah.

Hati-hati, mengupil berpotensi mengganggu kesehatan karena kuman pada jari yang digunakan untuk mengupil dapat menyebabkan infeksi pada bagian dalam hidung. Sebaliknya, upil bisa saja mengandung kuman yang dapat berpindah ke jari. Jika tidak segera mencuci tangan, jari tangan yang sudah digunakan untuk mengupil tersebut dapat menyebarkan virus-virus tertentu, misalnya virus influenza. Selain itu, mengupil juga bukanlah hal yang baik dilakukan karena dapat melukai lapisan dalam hidung dan menyebabkan mimisan.

Mengembuskan udara dari hidung hingga upil keluar adalah cara terbaik untuk membersihkan kotoran hidung. Gunakan tisu atau saputangan agar upil tidak jatuh ke mana-mana. Namun jika Anda suka memasukkan jari ke dalam hidung, baik disengaja maupun tidak, biasakan untuk mencuci tangan dan menggunting kuku secara teratur guna mengurangi risiko penyebaran kuman.

Satu trik untuk menjaga kebersihan hidung, cobalah membersihkan upil tiap pagi atau malam hari sembari mandi. Dengan cara ini, Anda bisa terhindar dari mengupil di siang hari saat sedang berinteraksi dengan banyak orang. Anda juga bisa membersihkan hidung dengan semprotan air garam menggunakan alat khusus (neti pot) atau menghirup uap air hangat. Selain itu, gunakan pelembap udara (humidifier) agar upil yang terbentuk dalam hidung tidak mengeras dan mudah dibersihkan.

Jika upil muncul disertai adanya gangguan kesehatan lain, seperti hidung sering berdarah, warna upil sering kali hijau, kuning, atau hitam, demam, sakit kepala, atau adanya pembengkakan dan nyeri di sekitar hidung, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis THT.