Birato adalah obat untuk membantu mengatasi kanker prostat stadium lanjut. Obat ini berperan sebagai terapi tambahan dan membantu memperlambat perkembangan kanker yang sudah menyebar atau yang tidak lagi merespons pengobatan hormonal awal.
Birato mengandung abiraterone acetate, yang bekerja dengan cara menekan produksi hormon androgen, terutama testosteron. Hormon ini berperan penting dalam pertumbuhan sel kanker prostat. Dengan menurunkan kadar hormon tersebut, pertumbuhan dan penyebaran sel kanker dapat diperlambat.

Birato sering dikombinasikan dengan obat lain, seperti prednison, untuk meningkatkan efektivitas terapi sekaligus mengurangi risiko efek samping. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.
Apa Itu Birato
| Bahan aktif | Abirateron acetate 250 mg |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antiandrogen |
| Manfaat | Membantu menghambat pertumbuhan sel kanker prostat stadium lanjut |
| Digunakan oleh | Laki-laki dewasa |
| Birato untuk ibu hamil | Tidak untuk digunakan oleh ibu hamil |
| Abiraterone acetate berisiko membahayakan janin. Ibu hamil atau wanita yang merencanakan kehamilan tidak boleh menyentuh tablet Birato, karena obat dari tablet yang pecah dapat diserap melalui kulit. | |
| Birato untuk ibu menyusui | Tidak untuk digunakan pada ibu menyusui |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Birato
Agar manfaat obat Birato dapat diperoleh secara optimal dan risiko efek samping dapat diminimalkan, perhatikan beberapa hal berikut sebelum menggunakannya:
- Informasikan ke dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap abirateron acetate atau obat lain golongan sejenis.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang atau pernah mengalami penyakit liver, ginjal, atau diabetes.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Wanita yang merencanakan kehamilan harus menggunakan kontrasepsi efektif selama terapi dan setidaknya 3 minggu setelah dosis terakhir.
- Pria dengan pasangan yang berpotensi hamil harus menggunakan kontrasepsi efektif selama terapi dan hingga 3 bulan setelah dosis terakhir.
- Selalu konsultasikan obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda konsumsi agar dokter dapat mencegah interaksi yang tidak diinginkan.
- Segera hubungi dokter jika Anda mengalami tanda infeksi seperti demam, menggigil, atau luka yang sulit sembuh setelah menggunakan Birato.
Dosis dan Aturan Pakai Birato
Dosis Birato bisa berbeda pada tiap orang, tergantung jenis gangguan yang dialami dan seberapa parah kondisinya. Secara umum, dosisnya adalah sebagai berikut:
Kondisi: Kanker prostat metastatik sensitif hormon (risiko tinggi)
- Dosis:1000 mg sekali sehari, digunakan bersama prednison atau prednisolon dan terapi hormon.
Kondisi: Kanker prostat metastatik yang sudah kebal terhadap terapi hormon
- Tablet biasa: 1000 mg, diminum 1 kali sehari.
- Tablet halus (lebih mudah diserap): 500 mg, diminum 1 kali sehari bersama metilprednisolon.
Cara Menggunakan Birato dengan Benar
Gunakan Birato sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang tertera pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. Perhatikan langkah-langkah berikut agar Birato dapat bekerja secara optimal:
- Birato dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Jika Anda menjalani kemoterapi atau radioterapi, konsultasikan dengan dokter waktu terbaik untuk mengonsumsi obat agar efek samping mual dapat dikurangi.
- Telan tablet Birato secara utuh dengan air putih. Jangan membelah, mengunyah, atau menghancurkannya terlebih dahulu.
- Konsumsilah Birato pada waktu yang sama setiap hari. Jika Anda lupa, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu dosis berikutnya sudah dekat, lewati dosis yang terlupa dan jangan menggandakan dosis.
- Lakukan kontrol rutin sesuai jadwal dokter agar kondisi dan respons terapi dapat dipantau.
- Jangan menggunakan Birato yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
- Simpan Birato di tempat yang sejuk dan kering, pada suhu ruangan, terhindar dari paparan sinar matahari langsung serta di luar jangkauan anak-anak.
Menggunakan obat sesuai petunjuk dapat mengurangi risiko efek samping. Jika Anda masih ragu atau merasa ada keluhan setelah minum obat, segera konsultasikan dengan dokter.
Interaksi Birato dengan Obat Lain
Birato dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain. Berikut interaksi yang perlu diperhatikan:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika Birato digunakan bersamaan dengan obat penghambat enzim hati, seperti ketoconazole atau itraconazole
- Penurunan efektivitas Birato jika dikonsumsi bersamaan dengan obat yang mempercepat kerja enzim hati, misalnya rifampicin, phenytoin, atau carbamazepine
- Peningkatan risiko gangguan elektrolit jika digunakan bersama obat antihipertensi tertentu atau diuretik
Untuk menghindari efek yang tidak diinginkan, pastikan Anda memberi tahu dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi sebelum menggunakan Birato.
Efek Samping dan Bahaya Birato
Birato dapat membantu meredakan gejala sakit maag atau nyeri lambung. Namun, obat ini juga bisa menimbulkan efek samping pada sebagian orang, antara lain:
- Tekanan darah meningkat
- Nyeri sendi atau otot
- Retensi cairan (pembengkakan, terutama di tungkai)
- Gangguan pencernaan, seperti mual atau diare
- Pusing atau sakit kepala
Apabila efek samping atau keluhan terus berlanjut tanpa perbaikan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter, baik melalui fitur Chat Bersama Dokter maupun dengan membuat janji untuk pemeriksaan langsung.
Segera periksakan diri ke dokter dan hentikan penggunaan Birato bila muncul reaksi yang mengindikasikan efek samping serius, antara lain:
- Reaksi alergi obat seperti kulit gatal, bengkak, sesak napas, atau ruam kulit
- Gangguan fungsi hati yang ditandai dengan kulit atau mata menguning (jaundice), mual parah, muntah, atau urin berwarna gelap
- Gangguan irama jantung serius yang ditandai dengan jantung berdebar tidak normal, pusing, sesak napas, atau pingsan
- Sesak napas atau pembengkakan berat akibat retensi cairan yang ditandai dengan kaki, tangan, atau perut membengkak, napas tersengal-sengal, atau cepat lelah saat aktivitas ringan.