Pertengkaran yang dipicu oleh perbedaan pendapat dalam rumah tangga  memang kadang sulit dihindari. Namun, sebesar apa pun konflik yang sedang Bunda dan Ayah hadapi, hindari bertengkar di depan Si Kecil, karena akan membawa dampak yang negatif pada kondisi fisik maupun psikologisnya.

Pertengkaran orang tua yang dimaksud di sini bukan saja ketika Bunda dan Ayah saling melempar makian atau bertengkar secara fisik, tapi juga ketika Bunda dan Ayah tidak saling berbicara atau bertegur-sapa.

Bunda dan Ayah, Yuk, Hindari Kebiasaan Bertengkar di Depan Si Kecil - Alodokter

Dampak Bertengkar di Depan Anak

Kebiasaan bertengkar di depan anak dapat membuatnya merasa takut, khawatir,  tidak aman, dan stres di rumahnya sendiri. Hal ini karena rasa aman yang dirasakan anak dipengaruhi oleh seberapa baik atau kuatnya hubungan orang tua.

Bila dibiarkan, pertengkaran Bunda dan Ayah dapat meningkatkan risiko Si Kecil mengalami:

  • Gangguan tidur.
  • Stres, cemas, dan depresi
  • Gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia.
  • Sakit kepala, sakit perut, ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), dan sindrom Asperger.
  • Penurunan prestasi di sekolah.
  • Konflik serupa dengan pasangannya di masa depan. Ingat, anak adalah peniru yang baik,
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
  • Berkurangnya rasa percaya diri.

Ini yang Sebaiknya Bunda dan Ayah Lakukan

Pertengkaran di dalam hubungan suami-istri tentu bisa saja terjadi. Namun ketika berselisih paham, sebisa mungkin selesaikan masalah tersebut di ruangan atau di tempat yang jauh dari jangkauan pengamatan Si Kecil. Jika kondisi di luar rumah tidak memungkinkan, Bunda dan Ayah bisa berdebat di dalam kamar setelah Si Kecil tidur.

Jika Si Kecil terlanjur melihat pertengkaran Bunda dan Ayah, sebaiknya segera jelaskan kepadanya bahwa perbedaan pendapat di antara orang tua itu wajar dan hal ini akan diselesaikan dengan baik.

Ketika pertengkaran yang terjadi membuat Bunda dan Ayah tidak saling bertegur-sapa, jelaskan kepada Si Kecil bahwa orang dewasa butuh waktu untuk menenangkan diri sejenak setelah bertengkar. Yakinkan Si Kecil bahwa semua akan baik-baik saja.

Walaupun beberapa anak mungkin bisa mengerti tentang pertengkaran orang tua, Bunda dan Ayah tetap saja tidak boleh bertengkar di depan Si Kecil, ya.

Setiap masalah rumah tangga sebenarnya bisa diselesaikan dengan baik asal Bunda dan Ayah bisa tenang dan berpikir jernih dalam menghadapinya. Bila perlu, mintalah bantuan psikolog yang biasa menangani konseling rumah tangga, untuk menyelesaikan konflik yang sedang Bunda dan Ayah hadapi.