Cara mengukur lingkar pinggang dapat dilakukan sendiri di rumah sebagai langkah awal memantau kesehatan. Dengan mengetahui ukuran lingkar pinggang secara tepat, Anda bisa mengenali risiko berbagai penyakit dan mengambil tindakan pencegahan lebih dini.
Lingkar pinggang merupakan indikator penting untuk menilai apakah ada penumpukan lemak di area perut. Lemak perut sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes hingga penyakit jantung.

Namun, masih banyak orang yang kurang paham cara mengukur lingkar pinggang dengan benar, sehingga hasil yang didapat bisa kurang akurat dan menyesatkan.
Cara Mengukur Lingkar Pinggang dengan Benar
Cara mengukur lingkar pinggang yang tepat perlu menggunakan pita ukur berbahan kain yang fleksibel dan tidak melar. Hindari memakai meteran logam karena kaku dan bisa membuat hasil pengukuran tidak akurat.
Pastikan pengukuran dilakukan di pinggang, bukan di perut. Lokasi pinggang terletak di antara tulang rusuk terbawah dan bagian atas tulang pinggul, biasanya sejajar dengan pusar.
Agar hasil pengukuran lingkar pinggang akurat, lakukan langkah-langkah berikut:
- Lepaskan atasan atau gunakan pakaian tipis supaya pengukuran tidak terganggu.
- Berdirilah tegak dengan kaki sedikit terbuka dan tubuh rileks.
- Lingkarkan pita ukur di sekitar pinggang, jangan terlalu kencang atau longgar. Lalu, tarik napas biasa dan ukur saat habis mengembuskan napas.
- Catat hasil pengukuran dalam satuan sentimeter (cm) kemudian ulangi sekali lagi untuk memastikan hasilnya konsisten.
Hubungan Lingkar Pinggang dengan Kesehatan
Lingkar pinggang tidak hanya soal penampilan, tetapi juga berhubungan erat dengan risiko berbagai penyakit. Setelah mengetahui cara mengukur lingkar pinggang dengan benar, Anda bisa membandingkan hasilnya dengan ukuran normal yang dianjurkan.
Secara umum, ukuran lingkar pinggang yang dikatakan normal pada pria adalah tidak lebih dari 90 cm dan pada wanita tidak lebih dari 80 cm. Pada bayi, anak-anak, remaja, dan ibu hamil, ukuran normal bisa berbeda-beda sesuai dengan tahap pertumbuhan dan kondisinya.
Jika lingkar pinggang melebihi batas tersebut, kemungkinan terjadi penumpukan lemak di perut. Penumpukan lemak ini dapat meningkatkan risiko terjadinya:
- Diabetes tipe 2
- Kolesterol tinggi
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Penyakit jantung koroner
- Gangguan paru-paru
- Infertilitas
Selain itu, meskipun berat badan normal, lingkar pinggang yang besar tetap bisa meningkatkan risiko penyakit metabolik. Oleh karena itu, penting untuk selalu memantau lingkar pinggang bersama dengan indikator lain, seperti berat badan dan indeks massa tubuh (IMT).
Memantau lingkar pinggang secara rutin bisa menjadi langkah awal yang mudah untuk mengenali masalah kesehatan sejak dini. Selain itu, terapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga teratur dan menjaga pola makan, agar hasil pengukuran lingkar pinggang tetap berada di kisaran ideal.
Jika hasil pengukuran menunjukkan lingkar pinggang Anda melebihi batas normal atau ragu dengan cara mengukur lingkar pinggang yang benar, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan jawaban cepat seputar kesehatan tanpa harus keluar rumah. Konsultasi juga dapat dilakukan jika Anda mengalami keluhan, seperti rasa tidak nyaman atau sakit di area pinggang.