Estimasi Biaya Operasi Hidung

Operasi Hidung

Berapa Biaya Operasi Hidung?

Biaya untuk melakukan operasi hidung bervariasi, tergantung dari obat bius yang diberikan, tindakan yang dilakukan, dan rumah sakit mana yang menyelenggarakannya. Di rumah sakit swasta di Indonesia, biaya prosedur ini bisa dimulai dari Rp 11.000.000 hingga lebih dari Rp 17.000.000. Sementara itu di Thailand, biaya operasi hidung bisa dimulai dari Rp 14.000.000. Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

Apa Itu Operasi Hidung?

Operasi hidung (rhinoplasty) adalah salah satu prosedur bedah plastik untuk memperbaiki atau mengubah bentuk hidung. Operasi hidung dapat dilakukan berdasarkan alasan kesehatan maupun alasan estetika.

Apa Saja Indikasi Operasi Hidung?

Operasi hidung biasanya dilakukan untuk kondisi sebagai berikut:

  • Mengubah ukuran hidung, baik mengecilkan ukuran (nose reduction) atau memperbesar ukuran (nose augmentation).
  • Mengubah bentuk di bagian pangkal atau puncak hidung.
  • Mengubah sudut antara hidung dan bibir atas.
  • Memperbaiki bentuk hidung yang disebabkan cacat lahir atau cedera.
  • Membantu memperbaiki masalah pernapasan.

Untuk Alasan Estetika, Kapan Sebaiknya Operasi Hidung Dilakukan?

Setelah tulang rawan hidung berkembang sepenuhnya. Untuk perempuan, biasanya pada usia 15 tahun. Sedangkan pada pria, tulang rawan hidung mungkin masih tumbuh hingga usia yang lebih tua.

Kondisi Apa Saja yang Membuat Saya Sebaiknya Tidak Melakukan Operasi Hidung?

Operasi hidung sebaiknya tidak dilakukan pada pasien dengan kondisi sebagai berikut:

  • Memiliki riwayat operasi besar di bagian hidung dalam 9-12 bulan terakhir, atau menjalani beberapa prosedur operasi hidung dengan bekas luka yang signifikan.
  • Memiliki tujuan operasi yang tidak realistis.
  • Memiliki kondisi mental yang tidak stabil.
  • Menderita gangguan pembekuan darah.

Apa Saja yang Perlu Dihindari sebelum Operasi Hidung?

Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari sebelum menjalani prosedur operasi hidung, antara lain:

  • Hindari mengonsumsi obat pereda rasa nyeri yang mengandung ibuprofen atau aspirin, selama dua minggu sebelum dan sesudah operasi.
  • Berhenti merokok 2-3 minggu sebelum dan setelah operasi.

Apa Saja yang Perlu Dilakukan sebelum Operasi Hidung?

Sebelum menjalani prosedur operasi hidung, Anda akan bertemu dengan dokter bedah plastik untuk mendiskusikan tentang alasan dan tujuan yang ingin dicapai melalui operasi hidung. Dokter akan menjelaskan secara detail mengenai manfaat yang dapat diperoleh serta risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi pasca operasi hidung. Setelah tahap diskusi, dokter akan memberikan formulir persetujuan yang harus Anda tandatangani, untuk memastikan bahwa Anda telah memahami sepenuhnya tentang prosedur dan risiko atau potensi komplikasi yang mungkin terjadi. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan penunjang, serta Anda akan difoto sebagai data bentuk hidung sebelum operasi.

Bagaimana Prosedur Operasi Hidung?

Prosedur operasi hidung meliputi beberapa langkah sebagai berikut:

  • Langkah 1: Pembiusan. Ada 2 jenis obat bius yang dapat digunakan, yaitu bius lokal dengan obat penenang, atau bius total.
  • Langkah 2: Membuat sayatan. Operasi hidung dapat dilakukan dengan dua metode operasi, yaitu operasi tertutup dan operasi terbuka. Pada operasi tertutup, sayatan dibuat di dalam hidung. Sementara pada operasi terbuka, sayatan dibuat di bagian luar sekat hidung yang dekat dengan bibir.
  • Langkah 3: Pembentukan kembali struktur hidung. Tahapan ini dilakukan terhadap tulang rawan di bagian septum (sekat antara lubang hidung). Jika hidung terlalu besar, dokter bedah akan membuang sebagian tulang atau tulang rawan. Sedangkan jika hidung terlalu kecil, akan dilakukan prosedur pencangkokan tulang rawan.
  • Langkah 4: Memperbaiki septum yang bengkok. Jika posisi septum tidak berada tepat di tengah, dokter bedah akan meluruskannya kembali.
  • Langkah 5: Menutup sayatan. Setelah dokter bedah selesai membentuk hidung sesuai yang diinginkan, kulit dan jaringan hidung akan dikembalikan ke posisinya dan sayatan akan ditutup.
  • Langkah 6: Penyelesaian. Perban dan penyangga akan digunakan selama proses penyembuhan.

Apa yang Terjadi setelah Operasi hidung?

Anda akan masuk ruang pemulihan untuk dipantau, dan akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit keesokan harinya apabila kondisi stabil. Akibat efek obat bius, Anda mungkin akan mengalami gangguan ingatan, respons lambat, dan gangguan pemahaman. Keluhan seperti nyeri, sakit kepala, pembengkakan pada hidung, sulit bernapas melalui hidung, mati rasa di dalam atau sekitar hidung, serta mimisan, bisa terjadi. Jahitan biasanya akan dilepas setelah 7 hari sejak operasi dilakukan. Sementara penyangga biasanya baru dilepas setelah 1-2 minggu.

Apa yang Perlu Dilakukan setelah Operasi Hidung?

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan pasien selama proses penyembuhan untuk mengurangi perdarahan dan pembengkakan, antara lain:

  • Beristirahatlah di tempat tidur dengan kepala terangkat lebih tinggi dari dada.
  • Hindari aktivitas berat, seperti joging atau aerobik, sedikitnya selama 4-6 minggu.
  • Hindari ekspresi wajah tersenyum atau tertawa.
  • Hindari mengembuskan udara melalui hidung.
  • Hindari tempat yang berdebu atau berasap.
  • Mandilah dengan hati-hati agar perban di hidung tidak terkena air.
  • Sikatlah gigi dengan hati-hati untuk membatasi pergerakan bibir bagian atas.
  • Konstipasi dapat menyebabkan tekanan pada area operasi. Konsumsilah makanan tinggi serat, seperti buah dan sayur, untuk menghindari konstipasi.
  • Hindari mengenakan kaus, sweter, atau pakaian lain yang harus melalui kepala. Gunakanlah kemeja berkancing depan untuk menghindari sentuhan pada bagian hidung.
  • Batasi konsumsi natrium untuk membantu mengatasi pembengkakan.
  • Jangan mengompres atau meletakkan kompres dingin atau es di hidung setelah operasi.

Apa Saja Komplikasi yang Mungkin Terjadi akibat Operasi Hidung?

Komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi hidung, antara lain infeksi, reaksi alergi terhadap obat bius, pecah pembuluh darah, bekas luka, dan operasi ulangan. Namun secara umum, operasi hidung merupakan operasi yang aman, selama dikerjakan oleh dokter bedah plastik yang kompeten, dan di sarana kesehatan yang memadai.