Estimasi Biaya Endoskopi

Endoskopi

Berapa Biaya Endoskopi?

Biaya endoskopi dapat berbeda-beda, tergantung kepada jenis endoskopi, jenis pembiusan yang digunakan, ruangan untuk tindakan (apabila dilakukan di kamar operasi, akan membutuhkan biaya lebih besar), perawatan pasca endoskopi, dan rumah sakit tempat endoskopi dilakukan. Di rumah sakit swasta di Indonesia, biaya endoskopi dapat dimulai dari Rp. 2.500.000 hingga lebih dari Rp. 5.000.000. Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

Apa Itu Endoskopi?

Endoskopi adalah prosedur pemeriksaan yang bertujuan untuk melihat kondisi organ tubuh tertentu secara visual, dengan alat khusus yang disebut endoskop. Selain itu, endoskopi juga dapat digunakan sebagai prosedur pembedahan. Alat berupa selang lentur yang dilengkapi dengan kamera pada ujungnya ini akan dimasukkan ke dalam tubuh melalui lubang dari saluran, seperti mulut, anus, serta lubang kencing atau melalui sayatan kulit yang dibuat khusus untuk endoskopi.

Jaringan Apa Saja yang Dapat Diamati Melalui Endoskopi?

  • Sendi, dengan prosedur artroskopi.
  • Saluran pernapasan, dengan prosedur bronkoskopi.
  • Usus besar, dengan prosedur kolonoskopi.
  • Usus Halus, dengan prosedur enteroskopi.
  • Saluran pencernaan bagian atas, yaitu kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari, dengan prosedur gastroskopi
  • Rahim, dengan prosedur histeroskopi.
  • Saluran kemih termasuk uretra, kandung kemih, dan ureter, dengan prosedur sistoskopi dan ureteroskopi.
  • Organ rongga perut dan panggul, dengan prosedur laparoskopi.
  • Pita suara dan laring, dengan prosedur laringoskopi.
  • Organ rongga dada, dengan prosedur mediastinoskopi.

Kapan Saya Harus Menjalani Endoskopi?

Apabila dokter menduga Anda mengalami kelainan jaringan pada organ tertentu, seperti adanya peradangan, infeksi, atau kanker.

Seperti Apa Keluhan yang Membutuhkan Pemeriksaan Endoskopi?

  • Gangguan pencernaan, bisa berupa BAB atau muntah darah, diare atau muntah terus menerus, nyeri perut, berat badan menurun, disfagia, serta rasa panas di ulu hati.
  • Batuk darah atau batuk kronis.
  • Keluhan saluran kemih, seperti BAK berdarah atau mengompol.
  • Keguguran berulang atau perdarahan dari vagina.

Adakah Kegunaan Lain dari Endoskopi?

Ada. Endoskopi juga dapat digunakan untuk melaksanakan berbagai tindakan medis sebagai pengobatan, seperti:

  • Membuang batu empedu atau memasang stent pada saluran empedu dan pankreas, melalui endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP).
  • Menghancurkan batu saluran kemih dan memasang stent pada ureter, melalui ureteroskopi.
  • Mengangkat usus buntu yang mengalami peradangan pada penderita apendisitis melalui laparoskopi.
  • Mengangkat miom di rahim melalui histeroskopi.  
  • Menyumbat perdarahan pada penderita tukak lambung.

Adakah Risiko Menjalani Endoskopi?

Secara umum, endoskopi memiliki risiko lebih rendah dan lebih ringan dibanding pembedahan terbuka. Beberapa risiko yang mungkin terjadi adalah perdarahan, infeksi, robeknya organ, demam, nyeri terus-menerus pada daerah tindakan, atau pembengkakan dan kemerahan pada daerah kulit yang disayat.

Bagaimana Persiapan sebelum Menjalani Endoskopi?

Persiapan endoskopi berbeda-beda, tergantung kepada jenis yang akan dijalani. Beberapa prosedur endoskopi memerlukan Anda untuk berpuasa terlebih dahulu selama minimal 12 jam atau diberikan obat pencahar. Anda juga harus memberitahukan kondisi medis dan obat yang rutin dikonsumsi secara rinci kepada dokter, karena obat tertentu, seperti obat pengencer darah, perlu dihentikan beberapa hari sebelum tindakan.

Apakah Saya Sadar saat Tindakan?

Pada umumnya bius yang dilakukan bersifat lokal dan Anda mungkin sadar saat tindakan. Namun, Anda akan diberikan obat penenang yang membuat Anda rileks dan mengantuk. Beberapa tindakan seperti laparoskopi atau mediastinoskopi memerlukan bius umum dalam tindakannya.

Bagaimana Prosedur Pelaksanaan Endoskopi?

Setelah Anda dibius, alat endoskop akan dimasukkan ke dalam lubang saluran tubuh, misalnya mulut, anus, atau lubang kencing, tergantung organ yang ingin diperiksa. Pada jenis endoskopi yang tidak dapat dilakukan melalui lubang saluran tubuh, seperti laparoskopi, dokter akan membuat sayatan di kulit sebagai jalan masuk endoskop ke dalam tubuh.

Berapa Lama Tindakan Endoskopi?

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan endoskopi, bervariasi tergantung organ yang diperiksa, serta ada tidaknya tindakan pengobatan yang dilakukan. Waktu yang dibutuhkan bisa sebentar yaitu sekitar 15 menit, atau lama sampai 3 jam.

Adakah Metode Lain Selain Memasukan Selang?

Untuk endoskopi saluran pencernaan terdapat kapsul endoskopi, yaitu dengan meminum kapsul. Kapsul tersebut dilengkapi dengan kamera, dan gambar yang ditangkap melalui kamera akan direkam otomatis ke komputer secara nirkabel. Kapsul yang ditelan akan keluar secara alami melalui buang air besar.

Apakah Saya Diperbolehkan Pulang setelah Tindakan?

Tegantung dari jenis endoskopi yang dilakukan. Biasanya setelah menjalani endoskopi yang menggunakan bius lokal, Anda diperbolehkan pulang, tetapi tidak diijinkan untuk menyetir kendaraan sendiri.

Apa yang Saya Rasakan setelah Endoskopi?

Efek obat bius berupa rasa kantuk akan Anda alami selama beberapa jam setelah tindakan. Tergantung jenis dari endoskopi, sakit di kerongkongan dan perdarahan dari urine juga bisa terjadi selama 24 jam pasca tindakan.

Apa yang Harus Saya lakukan setelah Endoskopi?

Anda dianjurkan beristirahat sampai efek obat bius dan penenang menghilang. Anda juga dianjurkan untuk makan makanan yang lembut untuk mengurangi rasa sakit di kerongkongan. Segera hubungi dokter Anda kembali bila perdarahan lewat urine masih Anda alami setelah 24 jam pasca tindakan sistoskopi. Bila saat endoskopi juga dilakukan biopsi, buat kembali janji temu dengan dokter Anda untuk mendiskusikan hasil biopsi.