Estimasi Biaya Konsultasi Program Hamil

Konsultasi Program Hamil

Berapa Biaya Konsultasi Program Hamil?

Biaya konsultasi program hamil bervariasi, tergantung dokter kandungan yang Anda pilih, jenis pemeriksaan yang dilakukan, dan rumah sakit tempat Anda menjalani konsultasi. Biaya di klinik swasta di Indonesia dimulai dari Rp 300.000 per konsultasi, di luar dari pemeriksaan lanjutan. Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

Apa Itu Konsultasi Program Hamil?

Konsultasi program hamil adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan sebelum Anda menjalani masa kehamilan.

Apa Tujuan Konsultasi Program Hamil?

Mengidentifikasi hal-hal yang dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk hamil dan menjalani masa kehamilan, serta meningkatkan peluang bayi lahir sehat.

Apa Manfaat Konsultasi Program Hamil?

Mempersiapkan Anda dan pasangan secara fisik dan emosional, serta mencegah berbagai kelainan atau komplikasi yang mungkin terjadi, seperti keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir bayi rendah, cacat lahir, stunting, penularan HIV dan infeksi menular seksual, mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 2 serta penyakit jantung dan pembuluh darah pada anak.

Kondisi Apa Saja yang Membuat Saya Sebaiknya Menjalani Konsultasi Program Hamil?

  • Wanita berusia di atas 40 tahun.
  • Perokok aktif.
  • Sulit mendapatkan keturunan selama kurang lebih 2 tahun setelah menikah.
  • Memiliki riwayat diabetes, hipertensi, penyakit menular seksual, fenilketonuria, epilepsi, penyakit tiroid, dan artritis.
  • Memiliki kelainan genetik yang berisiko diturunkan kepada janin, seperti thalasemia.
  • Memiliki riwayat keguguran, kematian janin, atau bayi lahir dengan kelainan kongenital.

Apa yang Perlu Saya Persiapkan sebelum Konsultasi Program Hamil?

Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum menjalani konsultasi program hamil, antara lain riwayat kesehatan Anda secara keseluruhan (catatan riwayat vaksinasi, hasil tes laboratorium, foto Rontgen, dan hasil pemeriksaan penunjang lainnya), jenis obat atau produk herba yang sedang atau pernah dikonsumsi, serta daftar pertanyaan tentang konsultasi program hamil yang ingin Anda tanyakan kepada dokter kandungan.

Pemeriksaan Apa Saja yang Dilakukan selama Saya Menjalani Konsultasi Program Hamil?

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan, meliputi riwayat kesehatan pasien, riwayat kesehatan keluarga pasien, reproduksi, tindakan operasi, jenis obat yang sedang dikonsumsi, vaksinasi, sosial dan emosional, lingkungan rumah dan tempat kerja, serta gaya hidup pasien.
  • Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, serta pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan panggul.
  • Pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan sampel darah, urine, maupun sel jaringan serviks.
  • Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan pemindaian, seperti USG, histerosalpingografi, atau laparoskopi.

Apakah Pasangan Saya Juga Perlu Menjalani Pemeriksaan dan Konsultasi Program Hamil?

Perlu. Pasangan Anda juga perlu melakukan pemeriksaan untuk menentukan tingkat kesuburan, sehingga proses kehamilan lebih cepat tercapai.

Pemeriksaan Apa Saja yang Bisa Disarankan oleh Dokter terhadap Pasangan Saya selama Menjalani Konsultasi Program Hamil?

Tes urine, pemeriksaan sperma, USG, biopsi testis, dan vasography.

Apa Hasil dari Konsultasi Program Hamil?

Melalui konsultasi program hamil, dokter kandungan dapat menilai kondisi dan menentukan tingkat kesuburan Anda dan pasangan Anda, serta kelainan yang mungkin Anda dan pasangan Anda alami. Selain itu, jika Anda terdeteksi menderita kelainan atau penyakit tertentu yang dapat menghambat proses kehamilan atau meningkatkan risiko komplikasi ketika masa kehamilan, maka dokter dapat melakukan tindakan pengobatan. Dokter juga dapat memberikan pilihan program bayi tabung bila terapi yang diberikan belum berhasil menyebabkan kehamilan.

Hal Apa Saja yang Dapat Saya Lakukan untuk Meningkatkan Peluang Hamil?

Mengonsumsi sekitar 400 μg asam folat, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol, tidak menggunakan NAPZA, menghindari zat beracun dan lingkungan yang terkontaminasi zat berbahaya, menjaga berat badan ideal, mempelajari riwayat kesehatan keluarga untuk mencegah risiko penyakit turunan yang mungkin tidak disadari selama ini, serta menjaga kesehatan mental dan mengurangi stres.