Estimasi Biaya Pemeriksaan TORCH

Pemeriksaan TORCH

Berapa Biaya Pemeriksaan TORCH?

Biaya untuk melakukan pemeriksaan TORCH bervariasi, tergantung dari rumah sakit yang menyelenggarakannya, teknik pemeriksaan, serta variasi pemeriksaan infeksi lain yang termasuk di dalamnya. Di rumah sakit swasta di Indonesia, biaya prosedur ini bisa dimulai dari Rp. 250.000 hingga lebih dari Rp. 3.500.000. Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

Apa Itu Pemeriksaan TORCH?

Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya Toksoplasmosis, infeksi lain/other infection, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex virus (disingkat TORCH), yang menginfeksi ibu hamil atau yang berencana hamil, untuk mencegah komplikasi pada janin.

Infeksi Apa Saja yang Termasuk Other Infection dalam TORCH?

Sifilis, Varicella zoster, campak, HIV, Zika, atau organisme lain yang dicurigai mengakibatkan gangguan pada janin dan disesuaikan dengan daerah masing-masing.

Kapan Seseorang Harus Menjalani Pemeriksaan TORCH?

Pemeriksaan TORCH dapat dilakukan pada ibu yang merencanakan untuk hamil atau ibu hamil di trimester pertama. Selain itu, pemeriksaan TORCH juga dapat dilakukan pada bayi baru lahir yang menunjukkan gejala-gejala terkena infeksi TORCH, seperti:

  • Berat dan panjang badan yang lebih kecil dari bayi seusianya
  • Katarak
  • Trombositopenia
  • Kejang
  • Kelainan jantung
  • Tuli
  • Pembesaran hati dan limpa
  • Sakit kuning (jaundice)
  • Keterlambatan pertumbuhan

Adakah Risiko Menjalani Pemeriksaan TORCH?

Pemeriksaan TORCH merupakan pemeriksaan yang sederhana dan umumnya tidak berisiko. Akan tetapi, pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan TORCH tetap dapat menimbulkan risiko, seperti kemerahan di lokasi pengambilan sampel darah, nyeri, infeksi, dan lebam.

Seperti Apakah Persiapan untuk Pemeriksaan TORCH?

Pemeriksaan TORCH merupakan pemeriksaan sederhana, sehingga umumya tidak memerlukan persiapan khusus, seperti puasa. Meski demikian, pasien perlu memberitahukan kepada dokter jika sedang menderita selain penyakit TORCH atau sedang menjalani pengobatan tertentu.

Bagaimana Prosedur Pemeriksaan TORCH?

Prosedur pemeriksaan TORCH cukup sederhana, yaitu berfokus pada pengambilan sampel darah dan deteksi antibodi. Darah dapat diambil melalui pembuluh vena di lengan. Kulit di bagian lengan akan dibersihkan terlebih dahulu agar steril. Lengan atas kemudian diikat menggunakan alat khusus agar vena di lengan menggembung dan terlihat dengan jelas. Dokter kemudian menusukkan jarum ke dalam vena dan memasang tabung steril khusus untuk mengumpulkan sampel darah. Sampel darah akan dibawa ke laboratorium untuk dicek antibodi spesifik terhadap masing-masing organisme yang termasuk dalam pemeriksaan TORCH.

Apa yang Harus Dilakukan setelah Menjalani Pemeriksaan TORCH?

Jika diduga positif menderita penyakit TORCH, dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani pemeriksaan lain guna memastikan diagnosis. Hal tersebut dilakukan mengingat pemeriksaan TORCH kurang spesifik dalam menentukan infeksi yang sedang terjadi. Contoh pemeriksaan lainnya adalah:

  • Tes pungsi lumbal, untuk mendeteksi adanya infeksi toksoplasmosis, rubella, dan Herpes simplex virus.
  • Tes kultur lesi kulit, untuk mendeteksi adanya infeksi Herpes simplex virus.
  • Tes kultur urine, untuk mendeteksi adanya infeksi Cytomegalovirus.