Estimasi Biaya Transfer Embrio Beku

Transfer Embrio Beku

Berapa Biaya Transfer Embrio Beku?

Biaya untuk melakukan transfer embrio beku bervariasi, tergantung klinik atau rumah sakit yang menyelenggarakannya. Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

Apa Itu Transfer Embrio Beku?

Transfer embrio beku adalah salah satu proses dari rangkaian prosedur bayi tabung yang dilakukan dengan cara mencairkan kembali embrio yang sudah dibekukan sebelumnya. Prosedur ini dapat dipilih jika ada kondisi tertentu yang menyebabkan proses transfer embrio harus ditunda terlebih dahulu.

Kapan Saya Perlu Menjalani Transfer Embrio Beku?

Beberapa hal yang bisa menyebabkan Anda dianjurkan menjalani transfer embrio beku adalah:

  • Jika Anda berencana melakukan skrining genetik terlebih dahulu terhadap embrio
  • Jika dihasilkan lebih dari satu embrio pada saat pembuahan.
  • Jika Anda tidak dapat menjalani transfer embrio secara langsung, misalnya jika berisiko terjadi sindrom hiperstimulasi ovarium (OHS).

Adakah Kondisi yang Menyebabkan Saya Tidak Bisa Menjalani Transfer Embrio Beku?

Secara umum, transfer embrio beku merupakan prosedur yang aman. Namun, tindakan ini akan melibatkan pemberian obat kesuburan. Diskusikan kembali dengan dokter, jika Anda memiliki alergi terhadap obat kesuburan, menderita penyakit liver berat, memiliki riwayat atau sedang menderita penyakit pembuluh darah.

Bagaimana Persiapan sebelum Menjalani Transfer Embrio Beku?

Anda dan pasangan terlebih dahulu akan menjalani pemeriksaan awal. Di antaranya adalah tes cadangan ovarium, tes analisis sperma, pemeriksaan rahim, dan pemeriksaan penyakit menular. Setelah itu, Anda akan diberikan hormon untuk merangsang ovulasi. Jika sel telur sudah matang, dokter akan mengambil sel telur dan sperma dari pasangan Anda untuk dilakukan pembuahan di luar. Sel telur yang sudah dibuahi kemudian akan dimasukkan ke dalam medium khusus dan diinkubasi agar berkembang menjadi embrio.

Bagaimana Prosedur Transfer Embrio Beku Dilakukan?

Sel embrio yang sudah dibuahi akan dimasukkan ke dalam cairan khusus, kemudian akan didinginkan, baik secara cepat atau lambat. Embrio akan disimpan di ruangan khusus bersuhu -196 oC. Jika Anda sudah siap untuk ditanamkan embrio, embrio beku akan dikeluarkan dari penyimpanan dan dicairkan kembali.

Penanaman embrio yang sudah dicairkan akan dilaksanakan pada masa subur Anda. Embrio akan ditanam ke dalam rahim menggunakan bantuan kateter dan alat suntik. Penanaman ini dilakukan dalam keadaan sadar, namun Anda akan diberikan obat penenang selama prosedur dilakukan.

Apa yang Saya Rasakan ketika Prosedur Transfer Embrio Beku Dilakukan?

Anda tidak merasakan nyeri selama prosedur, namun dapat merasakan kram perut ringan dan rasa tidak nyaman. Setelah penanaman embrio dilakukan, Anda juga dapat merasakan beberapa hal, seperti payudara yang mengeras, kram perut, sembelit, dan perut kembung.

Bagaimana setelah Saya Menjalani Transfer Embrio Beku?

Anda dapat menjalani aktivitas seperti biasa setelah menjalani penanaman embrio. Namun, disarankan untuk menghindari aktivitas fisik berat terlebih dahulu. Jika kehamilan sukses terjadi, dokter kandungan akan memantau kehamilan Anda hinga persalinan. Sebaliknya jika kehamilan tidak terjadi, Anda harus berhenti mengonsumsi hormon yang diberikan dokter. Anda akan mengalami menstruasi sekitar seminggu setelah berhenti menggunakan hormon. Namun jika haid tidak ada setelah konsumsi hormon dihentikan, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. 

Adakah Risiko di Balik Transfer Embrio Beku?

Transfer embrio beku adalah prosedur yang sangat aman untuk Anda jalani. Namun, seperti prosedur medis lainnya, tetap ada komplikasi yang bisa muncul, meski kemungkinannya kecil. Di antaranya adalah sindrom hiperstimulasi ovarium (OHS), kehamilan ektopik, infeksi, dan kehamilan kembar.