Estimasi Biaya Skrining Telinga, Hidung dan Tenggorokan ke Rumah

Skrining Telinga, Hidung dan Tenggorokan ke Rumah

Berapa Biaya Skrining THT?

Biaya skrining telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) bervariasi, tetapi umumnya mulai dari Rp 150.000. Namun, Anda dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih sebesar 20–30% untuk berjaga-jaga bila ada kebutuhan yang tidak terduga.

Apa itu Skrining Telinga, Hidung, dan Tenggorokan?

Skrining THT adalah pemeriksaan awal untuk mendeteksi penyakit pada telinga, hidung, dan tenggorokan. Pada skrining THT, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan cara melihat (inspeksi), meraba, atau dengan menggunakan beberapa alat periksa lainnya.

Apa Saja yang Dianalisa dalam Skrining THT?

Skrining THT bertujuan untuk memeriksa kondisi telinga, hidung, dan tenggorokan secara menyeluruh. Prosedur ini juga dilakukan untuk menilai kesehatan rongga mulut.

Kondisi Apa Saja yang Mengharuskan Skrining THT?

Anda disarankan untuk menjalani skrining THT jika mengalami gangguan pendengaran, telinga berdenging, gatal dan nyeri di telinga, infeksi telinga, gangguan penciuman, hidung tersumbat, mendengkur, polip hidung, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, radang amandel, serta batuk kronis.

Apa yang Perlu Dipersiapkan sebelum Menjalani Skrining THT?

Skrining THT tidak memerlukan persiapan khusus. Anda juga tidak perlu berpuasa sebelum menjalani prosedur ini. Namun, jika Anda khawatir akan merasa tidak nyaman atau ingin muntah saat pemeriksaan berlangsung, Anda boleh berpuasa selama beberapa jam sebelum menjalani skrining THT.

Bagaimana Prosedur Skrining THT Dilakukan?

Skrining THT terbagi menjadi skrining telinga, skrining hidung, dan skrining tenggorokan.

Pada skrining telinga, dokter akan melihat dan meraba daun telinga, kemudian menggunakan otoskop untuk melihat saluran telinga bagian dalam. Otoskop juga digunakan untuk melihat kondisi gendang telinga.

Sedangkan pada skrining hidung, dokter akan melihat posisi hidung kemudian menggunakan rinoskop untuk melihat saluran hidung bagian dalam. Dokter juga akan memeriksa apakah terdapat benjolan, darah, lendir, atau sumbatan di dalam lubang hidung.

Sementara pada skrining tenggorokan, dokter akan terlebih dahulu melihat kondisi bibir, lidah, gigi, dan langit-langit mulut dengan bantuan senter mulut. Selanjutnya, dokter akan memeriksa rongga tenggorokan dan amandel. Bila diperlukan, dokter akan menggunakan kaca mulut untuk memeriksa pita suara.

Apa yang Dirasakan saat Skrining THT?

Terkadang, skrining THT dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa mual. Anda juga mungkin akan merasakan sedikit nyeri, terutama ketika alat periksa dimasukkan ke dalam telinga, hidung, atau tenggorokan.

Apa yang Perlu Dilakukan setelah Menjalani Skrining THT?

Setelah skrining THT selesai, dokter akan memberi tahu pasien hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Jika diagnosis masih belum bisa dipastikan, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan THT lebih lanjut.

Apa Saja Efek Samping dari Skrining THT?

Skrining THT umumnya aman untuk dilakukan. Namun, pada beberapa kasus, skrining THT dapat menimbulkan rasa ingin muntah saat menjalani pemeriksaan tenggorokan. Prosedur ini juga dapat menyebabkan perdarahan akibat alat periksa yang mengiritasi lapisan saluran telinga.