Estimasi Biaya Uji Fungsi Hati

Uji Fungsi Hati

Berapa Biaya Uji Fungsi Hati?

Biaya untuk melakukan pemeriksaan uji fungsi hati bervariasi, tergantung banyaknya zat yang diperiksa dan rumah sakit yang menyelenggarakannya. Di rumah sakit swasta di Indonesia, biaya prosedur ini bisa dimulai dari Rp. 60.000 hingga lebih dari Rp. 180.000. Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

Apa itu Uji Fungsi Hati?

Uji fungsi hati merupakan jenis tes yang bertujuan mengukur kondisi kesehatan hati, baik itu secara rutin maupun ketika terjadi penyakit hati.

Apa yang Diperiksa untuk Melihat Fungsi Hati?

Uji fungsi hati dilakukan dengan mengukur kadar senyawa kimia tertentu dalam darah kemudian membandingkannya dengan kadar normal zat tersebut.

Apa Saja Zat Kimia yang Termasuk dalam Uji Fungsi Hati?

Serum glutamat piruvate transaminase (SGPT), serum glutamat oksaloasetat transaminase (SGOT), albumin, bilirubin, alkali fosfatase (ALP), dan gamma-glutamyl transferase (GGT).

Kapan Saya Harus Menjalani Uji Fungsi Hati?

Anda akan dianjurkan oleh dokter untuk menjalani uji fungsi hati jika menderita penyakit liver, serta masalah kantung empedu dan salurannya, baik untuk pemeriksaan awal, mengetahui perkembangan penyakit, atau evaluasi keberhasilan terapi. Uji fungsi hati juga disarankan pada wanita yang sedang merencanakan kehamilan, atau apabila Anda sedang konsumsi obat yang bisa mempengaruhi fungsi hati.

Seperti Apa Gejala Penyakit Liver dan Empedu?

  • Urine berwarna gelap seperti teh
  • Feses berwarna pucat seperti dempul
  • Mual, muntah
  • Lemas
  • Sakit kuning (jaundice)
  • Nyeri perut
  • Gatal-gatal
  • Diare

Adakah Risiko dari Uji Fungsi Hati?

Uji fungsi hati dilakukan melalui pengambilan sampel darah dari pembuluh vena. Pengambilan darah dari pembuluh vena merupakan tindakan yang aman dan jarang menimbulkan risiko atau efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin muncul dari pengambilan sampel darah, antara lain:

  • Perdarahan
  • Pingsan
  • Infeksi
  • Hematoma atau perdarahan di bawah kulit

Apa Saja Persiapan sebelum Menjalani Uji Fungsi Hati?

Secara umum tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan pasien sebelum menjalani uji fungsi hati. Namun, Anda disarankan untuk memberitahu dokter mengenai obat-obatan yang rutin dikonsumsi, dan menggunakan baju lengan pendek atau baju yang lengannya mudah digulung.

Bagaimana Pelaksanaan Uji Fungsi Hati?

Petugas medis akan membersihkan kulit di atas pembuluh darah yang akan ditusuk terlebih dahulu. Kemudian lengan Anda akan diikat untuk melihat pembuluh vena lebih jelas dan pembuluh tersebut akan ditusuk. Tabung sampel darah akan dipasang dari sisi yang berlawanan dengan jarum yang ditusuk, lalu darah akan mengalir ke dalam tabung. Setelah sampel darah dirasa cukup, petugas medis akan menarik tabung sampel dan menutup lokasi tusukan jarum dengan plester. Sampel darah kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis menggunakan metode khusus.

Apa yang Harus Dilakukan setelah Menjalani Uji Fungsi Hati?

Pasien umumnya diperbolehkan untuk pulang dan melakukan aktivitas seperti biasanya setelah menjalani pengambilan sampel darah untuk uji fungsi hati. Akan tetapi, jika terasa pusing atau berkunang-kunang setelah menjalani pengambilan darah, pasien dianjurkan untuk langsung beristirahat.